ー
"Sabotase"
"UNO game!"
"Wanjir!"
"Yahaha! GG!"
Siang itu, (Name) dan Kaguna tengah berkumpul di kamar Sulis. Mereka tengah memainkan permainan kartu dan papan yang dibeli Sulis saat mampir disalah satu desa.
Tadi mereka main monopoli, ludo, kartu poker, ular tangga, dan kartu Remi, kemudian kartu Uno.
Tetapi banyak juga permainan yang belum mereka mainkan seperti The game of life, catur, werewolf, dan lain-lain.
"Weh. laper nih cuy, makan dulu kuy," usul Sulis.
"Hemm boleh," balas (Name).
"Makan apa?" tanya Kaguna.
Sulis berdiri dan pergi ke salah laci kemudian membuka laci itu. Dari dalam laci dia mengeluarkan 3 buah Indomie goreng. "Indomie lah. Yok, bantuin gua masak," jawab Sulis.
"Ayuk gas! Gua yang masak mie!" seru (Name).
"Berarti gua yang nyiapin bumbu," balas Sulis.
"Gua nyiapin minuman ya," sahut Kaguna.
Lalu mereka bertiga berjalan menuju dapur dengan girang.
Jangan tanya kenapa di Haven ada dapur, karena gua menggunakan
🌈 I M A J I N A S I 🌈Setibanya di dapur, mereka langsung melaksanakan tugas mereka masing-masing. Sulis memasukkan bumbu Indomie ke piring, (Name) memasak mi nya, dan Kaguna menyiapkan es teh.
Saat tengah menunggu mi matang, tiba-tiba bahu (Name) yang membuatnya terkejut.
"Eh kontol copot!" latah (Name).
"Buset, kasar kali mulut kao, ku sepak juga nih ya," tegur Sulis, si pelaku.
"Ish bacot, kenape?" tanya (Name).
"Gunting mana?" tanya Sulis.
"Mana gua tau," jawab (Name).
"Lah? Terus tadi lu buka bungkusnya gimana?" tanya Sulis lagi.
"Pake golok," jawab (Name).
"Serius njing," geram Sulis.
"Iya-iya, buset pake ngamuk," (Name) menghela nafas, "Gua tadi sobeknya pake tangan. Lagian gunting buat apasih? Pake tanganlah," jawab (Name).
"Gua mau buka bungkus minyak, kalo pake tangan muncrat kemana-mana anjir," terang Sulis.
"Halah kontlo, bilang aja tangan lu gak mau kena minyak!" sergah (Name).
Sulis terkekeh, "Hehe, (Name) tau aja... Lu kan lagi nganggur, tolong dong tuangin minyaknya,"
(Name) menggelengkan kepalanya, "Ogahlah njir," tolak (Name).
Sulis mendecakkan lidahnya, "Pasti lu juga gak mau kena minyak' kan?" tanya Sulis.
(Name) terkekeh dan mengangguk.
"Taik lah," umpat Sulis.
"Ih jorok banget, anjim! Ngomong taik di depan makanan!" protes (Name).
"Kan belom jadi, babik!" seru Sulis.
"Makanya itu! Nanti kalo udah jadi rasanya kayak taik gimana!?" lontar (Name).
"Ih bego! Sini kita ribut!" tantang Sulis.
"Ayo aja gua mah!" balas (Name) sambil memasang kuda-kuda.
Disaat mereka mulai melayangkan pukulan, tiba-tiba Kaguna melerai mereka dengan cara memukul kepala mereka berdua dengan panci. Hal itu terbukti efektif dari Sulis dan (Name) yang tergeletak tak berdaya di lantai.

KAMU SEDANG MEMBACA
𝐁rutal 𝐇ardcore 𝐏hase 02 :"𝐊𝐀𝐊𝐀𝐊"
Fanfic📍. ー 𝐊𝐀𝐊𝐀𝐊 #.𝐁rutal Hardcore Phase 02 × 𝐅!𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 Kisah kakak beradik, yang bersama-sama berusaha memecahkan misteri dari dunia yang mereka pijak. Namun, apakah mereka akan terus bersama? Apakah mereka akan menepati jan...