𝟒.

570 49 64
                                    

"Deja vu"

"aduhh.. idungku mampet.." keluhan seorang gadis terdengar dari dalam sebuah kafe hangat.

Lanjutan dari yang sebelumnya, tadinya (Name) mengajak Asep untuk masuk kedalam BBC karena ia ingin meminum secangkir coklat panas. Namun mereka malah main lempar-lemparan bola salju.

Dan sekarang mereka berakhir di dalam kafe BBC. Menghangatkan diri dengan secangkir coklat panas.

"Aduhh ada-ada aja sih kalian," ucap Sulis sambil geleng-geleng. Gini amat anak muda bucinnya.

"Aduhh, gemes liatnya. Jadian sekalian aja gak sih?" celetuk Akari. Ia benar-benar gemas dengan hubungan sahabat perempuan dan teman lelakinya. Rasanya pengen dia geret aja tuh sejoli ke KUA.

"Jadian jadian.. jadi Ultraman?! Orang kita cuma teman kok!" cetus (Name) sambil menatap sebal Akari yang terus menggodanya saat ia bersama Asep atau Kaguna.

Sementara itu, Asep merasakan nyeri di dadanya. Kata 'teman' yang (Name) lontarkan seperti puluhan jarum-jarum yang menerjang hati kecil Asep. Tapi gapapa, Asep kan anak kuwat. Soalnya dia itu sebenarnya Power Ranger merah cuy. MENYALA ABANGKUUH🔥🔥

"Temen sih iya. Tapi aslinya TTM!" cetus Sulis.

(Name) mengerjap. TTM? Apekah itu nama trio dari fandom sebelah? Lupakan. (Name) memutuskan untuk menanyakannya saja.

"TTM? Apaan tuh?"

"Aduhai, gini amat punya bestie otak prasejarah. TTM itu Teman Tapi Mesra!" bukan Sulis yang menjawab, tetapi Akari yang membuat (Name) sebal tatkala perempuan itu mengejeknya.

Sulis geleng-geleng kepala. Tatkala dua perempuan itu adu debat. Ia menyadari jika sedari tadi Asep melirik (Name).

Sekilas Sulis memperhatikan raut wajah Asep yang tampaknya tak bosan-bosannya menatap wajah (Name). Sulis hanya menggeleng-gelengkan kecil kepalanya.

(Name) menghela nafas, ia memutuskan untuk mengalah dengan perdebatan mereka. Membiarkan teman gadisnya melempar sindiran halus padanya.

"Hmm bosen dah.." gumam (Name). Lalu ia teringat akan suatu hal.

(Name) beranjak dari tempatnya, lantas ketiga temannya menanyakannya.

"Mau kemana?" tanya Asep.

"Emm.. gabut bang, aku pengen ngecek juga sebaran kompas yang kemaren itu. Sekalian mau nambahin stock aja.." jawab (Name).

"Oalah, ku kira ngambek karena aku bully," ucap Akari.

"Enggaklah, aku mah orangnya ga baperan.." balas (Name). Dengan Crafting Table ia membuat tiga buah kompas. Lalu ia pergi ke tempat lodestone milik BBC. Lalu pamit pergi.

"Adios pren, aku mau berangkat dulu..dadah gess.. dadah sep," pamit (Name) lalu menggunakan Elytra-nya dan pergi.

Melihat kepergian (Name). Ide jahil terlintas di otak Akari. "Yahh ditinggalin ayang. Ga gercep sihh,"

"Berisik,"

"Udah broo,"

*****

(Name) kini terbang dengan elytra menuju ke arah barat laut dengan ke kecepatan rendah. Takut-takut kejadian di chapter 1 terulang:D.

Hingga sebuah dinding pembatas menutup akses menuju dunia tanpa batas terlihat. Pembatas tersebut terlihat berwarna biru dengan pola garis-garis miring yang bergerak tiap satuan waktu.

𝐁rutal 𝐇ardcore 𝐏hase 02 :"𝐊𝐀𝐊𝐀𝐊"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang