seorang undaed
seorang DarkElf
Seorang biarawati
dan Seorang Necromancer
seorang anak laki laki terlahir dengan rambut hitam di negara yang menganggap rambut hitam adalah simbol dari iblis.
pergi, dasar iblis menjijikan
cerita bl dicampur aksi, yan...
Srrrnk srrink Maju dan maju sambil mengibaskan pedangmu layaknya sayap, menarihla dengan indah namun juga dengan tajam. Jangan perlihatkan kebencian mu bunuh lah mereka dengan cepat agar mereka tak kesakitan. Crak Tubuh kesatria itu terbela 2 karna pedangku. "Kau.... Matila"teriak Seorang anak kecil memegang sebuah pedang. Mungkin dia masih berumur 10-11 tahun sekarang. Dia hanyalah seorang anak mudah yang terpaksa berperang karna keegoisan kaisar mereka. Sangat menyedihkan. Anak itu mengadakan pedangnya padaku, namun tangannya sangat gemetar dan wajahnya di penuhi dengan air mata. "Sangat kasihan"Ucapku sraak menancapkan pedangku ke jantungnya. "Ukh" Srrrnk Aku menarik pedang itu dengan cepat, cpas aku menghempaskan darah di pedangku ke tanah. Bruk anak itu seketika mati. Aku berjongkok didepan anak yang sudah mati itu, matanya masih terbuka dengan air mata itu.
Zzzt Aku menutup mata anak itu. "Semoga di kehidupan selanjutnya kau memiliki keluarga yang bisa menjagamu"ucapku berdiri kembali. Ssrrrk Cap Seseorang membela tubuhku menjadi 2. Bruk kaki dan pinggangku terpisah. Srrt Aku menarik bagian kakiku dan menyambungkannya kembali. "Kau ternyata memang iblis"ucap wanita berambut merah. "Emh aku sudah sering mendengar kata kata itu"ucapku berdiri kembali. Crrt Crrrt Crrrt Dengan cepat wanita itu memotong tubuku menjadi beberapa potongan. Dan membuat 3 jantungku menjadi hancur, tapi dengan 1 jantung yang tersisa aku masih bisa beregenerasi kembali. Srrt Srrt Aku berdiri dengan tubuh utuh. 2 kali 4 kali 6 kali 7 kali Dan 9 kali. Dia memotong tubuhku sebanyak 9 kali tapi aku masih beregenerasi kembali. "Sialan kenapa dia masih tidak mati juga"teriak wanita berambut merah itu. Dia sudah kelelahan. "Kau memiliki kecepatan yang bagus, dan ayunan pedang yang indah. Kau terlihat seperti menari diselimuti oleh darah darahku. Tapi kau belum bisa menandingi ku"ucapku yang memutar bandanku dan hendak pergi. "Hey kenapa kau tidak membunuhku, seperti anak itu"teriak wanita itu
"Kau memiliki seorang bayi yang baru lahir, kau harus membesarkan bayi itu"ucapku "Apa, jangan bicara konyol. Apa yang kau inginkan"teriak wanita itu keras. "Hahah"aku tertawa sambil menghadap keara wanita itu. "Aku hanya ingin anak ku lahir dengan selamat dan bisa hidup bahagia bersama kekasihku"ucapku tersenyum. "Apa apaan senyuman itu. Jangan tersenyum seperti itu"teriak wanita itu mengangkat pedangnya dan berlari kearaku. "Jangan buat senyuman seperti kau paling menderita di dunia ini sialan"teriak wanita itu. Srinkk pedangnya memotong tangan kiriku. Brak tanganku jatuh "Kau salah, aku tak perna menganggap kalau diriku adalah orang paling menderita di dunia ini. Namun yang ku yakini adalah setiap orang memiliki derita mereka masing masing dengan kala menyakitkan yang berbeda"ucapku tersenyum bruk aku memukul leher wanita itu dengan gagang pedang. Brak wanita itu terjatuh. "Tu tunggu kau sia lan" kluk wanita itu pingsan. Aku mengambil lengan kiriku dan menyambungkannya lagi.
Tap tap "Tuan kami sudah membereskan semua ksatria disini"ucap para ksatria Undead. "Emhh baiklah"jawabku "Lalu tuan kami juga menemukan sebuah tenda berisi sangkar"ucap Undead. "Sangkar, bawah aku kesana"ucapku Aku berjalan mengikuti Undead ke tenda tersebut dan terlihat sebuah sangkar besar yang tertutupi dengan kain berwarna hitam. Srrk Aku menarik sangkar itu dan terlihat pemandangan yang begitu mengerikan. Anak kecil yang berusia 5-7 tahun di kurung di dalam sangkar layaknya seekor binatang. Mereka sangat kurus dan beberapa dari mereka sudah sekerat, kesamaan dari semua anak ini hanyalah 1. Mereka memiliki rambut hitam pekat sepertiku. Aku mendekat keara sangkar itu. "Manusia sangat kejam, bagaimana bisa mereka melmperlakukan anak sekecil ini seperti hewan "ucap lilia yang melayang di atasku. "Itulah manusia Lilia, mereka tak akan segan menjatuhkan siapapun untuk ambisi mereka" aku menarik pedangku yang tersarung di pinggangku.
Traank Srinkk shatttt Aku memotong pintu sangkar yang terbuat dari baja hitam itu. Aku masuk kedalam sangkar, ada 7 anak di sangkar ini. 6 sudah mati dan 1 masih sekarat. "Be berikan aku minum"ucap anak kecil dengan suara serak. Aku merangkul anak itu dan menahan kepalanya dengan pahaku, menuangkan air perlahan kedalam mulut anak itu. Gulp gulp dia mulai menegak air "Te teri ma ka sih kakak"ucap anak itu tersenyum. Srrt Seketika tubuhnya yang bergetar tadi mulai berhenti, anak itu sudah mati sekarang. "Lilia lihat ke sangkar yang lain,mungkin masih ada anak yang hidup"ucapku. "Baik tuan"jawab lilia. Beberapa saat kemudian. "Tuan semua anak di dalam sangkar lain juga sudah tak bernyawa"ucap lilia. "Begituka"ucapku berdiri menggendong mayat anak yang ku beri air tadi. "Spirit kegelapan, tolong bantu aku"ucapku "Baik Al, Al, Al"ucap para spirit mulai berisik. Satu persatu mayat mayat anak kecil berambut hitam melayang dan itu di bawa keluar dari tenda. Saat keluar dari tenda mataku tertuju pada sebuah pohon pir yang sudah kering. Aku berjalan kesana dan mulai menggali lubang satu persatu. Dan memasukan anak anak itu satu persatu kedalam lubang yang sudah ku gali. "Semoga di kehidupan selanjutnya, kalian tak perlu menderita nak"ucapku menyentuh rambut hitam dari anak yang ku gendong tadi.
"Tolong"ucapku pada spirit tanah. Satu demi satu lubang mulai tertutup dengan tanah, dan mayat anak anak itu sudah tertutup dengan tana. Aku menaruh sebua batu sebesar telapak tangan di atas kepala mereka layaknya sebuah nisan. Srrt Aku menggenggam kedua tanganku "Aku berdoa kepada dewa keadilan dan para malaikat kematian, berila anak anak ini kehidupan yang layak di dunia yang berbeda." Aku memejamkan tanganku dan terus berdoa dalam hatiku. Siirr Angin berhembus dengan keras dan menghempaskan daun daun kering yang berada di ranting pohon pir itu. "Sudah musim gugur yah"ucapku memandang langit yang tampak mendung namun tak menurunkan airnya. _ "Ayo kita bergegas"teriakku sambil meninggalkan kamp itu. 2 hari 3 hari 5 hari "Serang"teriakku 7 hari 9 hari 21 hari "Tuan musuh semakin banyak"teriak seorang unded bernama Dino "Kalian mundurlah"teriakku yang menarik pedang keduaku. Aku mengangkat pedangku dengan tangan kiriku menghadap kelangit, mengayunkannya perlahan dengan lembut dan halus. Berjalan perlahan dengan tenang dan santai. Srrt Srrt Shaatt Satu persatu tubuh para ksatria musuh mulai terbela dan terpotong.
35 hari, 51 hari, 63 hari Dan akhirnya pasukanku sampai di sebuah gerbang kerajaan Abdildon. Butuh waktu 3 bulan untuk menghabisi semua ksatria itu. Tapi akhirnya kami sampai juga di tempat ini. Gerbang kayu yang kokoh sudah rubuh seperti di makan rayap. Aku melangkah perlahan memegang kedua pedangku yang sudah di penuhi darah kering para ksatria yang kubunuh. Kota yang begitu indah ini sudah Runtuh, rumah rumah yang tegak dengan mewah mulai hancur satu persatu karna perang. Mayat dimana mana, api dimana mana, dan juga
Brak Seorang anak kecil berumur 6 tahun melemparku dengan sebuah batu berukuran kepalan tangan. "Dasar iblis pergi dari rumahku"teriak anak itu sangat keras. Dan juga kebencian dimana mana. "Hentikan, jangan lakukan itu"ucap seorang ibu yang memeluk anaknya dengan hati hati. Anak itu menangis meluapkan amarahnya padaku, anak itu berteriak sambil melemparku dengan batu. Aku tak menghindar batu itu dan membuat tubuhku berdara terkena lemparan batu itu. "Jika bukan karna raja kalian yang seraka hidup kalian tidak mungkin akan jatuh seperti ini"gumamku berjalan. "Iblis, kau adalah iblis, tuhan akan mengazabmu. Iblis"teriak anak itu keras. "Dino, kembalila ke Agran"ucapku kepada pada ksatria Undead. "Apa maksud anda tuan"ucap Dino turun dari kudanya. "Kembalilah ke Agran, kekuatan Necromancer ku hanya bisa bertahan selama 3 tahun. Lebih baik kalian pergi dan kembali bersama dengan keluarga kalian"ucapku. "Tapi bagaimana dengan anda tuan?"tanya Dino "Aku akan menyelesaikan beberapa hal lagi, pergila dan katakan pada Lina tidak perlu menyusulku"ucapku.
"Ba baik tuan"jawab dino Para rombongan ksatria Undead pergi meninggalkan diriku yang berdiri di hamparan tanah yang terlihat cukup tandus itu. Aku berjalan perlahan sambil memegang 2 pedangku, menaiki tangga 1 per 1.
_____ Apa kalian tahu dengan film nanno from nowhere Mimin kemarin baru aja habis nonton s1-2 nya, dan karna menurutku konsepnya menarik banget mirip sama anime Tomie saya jadi tertarik buat cerita kayak gitu. Berkisah tentang seorang pelajar SMA dari Thailand bernama vino yang memiliki sifat ceria dan ramah. Yang berpindah ke setiap sekolah untuk menjatuhkan titik balik kepada para manusia yang membuat dosa yang disebut dengan karma.
Apa kalian tertarik?, cus buruan baca mumpung masih hangat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.