__
Tapi kenapa kami bisa terjebak dalam situasi ini.
Beberapa menit lalu saat aku memasuki kereta, tiba tiba keretaku di hentikan.
"Ingat Al, jika kau masih belum berbaikan. Aku akan menyita semua cookiesmu selama 1 bulan"ucap kaisar Agran.
"Aaah baik baik"ucap bocah itu dengan nada tidak mau.
Kami duduk berhadapan.
Kami terus terdiam.
"Bunuh pria itu"tiba tiba aku teringat kata kata kaisar.
Aku tidak bisa membunuhnya tadi karna ada kaisar Agran, sekarang hanya ada kami berdua. Aku memiliki banyak kesempatan untuk membuangnya sekarang..
Tapi yang pertama
"Maaf"ucapku
Aku harus membuat lawanku menjadi lengah.
"Heh, apa?"tanya pria itu.
"Maafkan aku karna melemparmu"ucapku.
"Hahah"tiba tiba dia tertawa.
"Kenapa?"ucapku
Kenapa dia tertawa begitu riang dengan wajah yang bersinar.
"Hahah tidak apa apa, kalau di pikir tadi cukup lucu saja"ucap dia tertawa.
Srrk
Tanpa sadar tanganku bergerak sendiri dan menyentuh wajahnya.
"Ada apa?"tanya pria itu.
"Ah tidak"aku segera menarik tanganku.
Srrk
"Uhk"
Tiba tiba
"U uweeek uweek"
Bruk dia terjatuh dari kursi
"Ada apa?, Apa yang terjadi?"tanyaku langsung menangkapnya.
"Aku uweek begitu mual, perutku panas dan sakit"ucap dia.
"Apa yang kau lakukan Derlick, sekarang saatnya. Bunuh dia. Dia sedang kesakitan. Akan mudah membunuhnya"pikiranku berkata seperti itu.
Tapi kenapa tubuhku malah memeluk pria ini.
"U uwekkj" dia muntah di pakaianku.
"Ma maaf Duke, aku mengotori pakaianmu"ucap pria itu
Srrk
Tiba tiba dia pingsan, tanganya bergelantung seperti tak bertenaga, melihat itu aku teringat mantan istriku yang perna ku eksekusi dulu.
Keringatku berjatuhan
"Hentikan, hentikan keretanya"teriakku keras.
Aku keluar dari kereta.
"Tuan ada apa, ini belum sampai di kediaman"ucap Pent yang merupakan pengawal.
"Berikan aku kudah"ucapku keluar sambil menggendong pria ini.
"Tuan, Duke Devilsman?"tanya pent turun dari kuda.
Aku melompat naik keatas kuda.
Srrrk aku merobek jubahku dan mengikat tubuh Duke Devilsman ke tubuhku dengan jubah itu.
"Kalian kembalilah ke kediaman, aku akan membawa Duke Devilsman ke temanku yang seorang dokter"ucapku.
"Jangan ada yang mengikutiku, jika satu dari kalian ketauhan mengikutiku aku akan membunuh kalian"teriakku memacu kuda dengan kencang.
Aku memeluk pria itu dalam dekapanku.
Dug dug dug dug
Jantungku berdetak keras.
"Sialan sebenarnya jantungku kenapa"ucapku
__
Aku sampai di sebuah Rumah kayu.
"Liana, Liana"ucapku yang berlari kedalam rumah itu.
"Der apa apa?"tanya seorang wanita berambut merah yang duduk di kursi.
"Dimana?, Dimana Nian"ucapku dengan keringat yang membasahi pakaianku.
"Ada apa dengan anak itu"ucap Liana
"Liana, tolong panggil Nian sekarang. Aku tidak ingin kehilangan pria ini"ucapku.
Aku tak tahu bagaimana wajahku sekarang.
Tapi tatapan Liana begitu tercengang melihat Raut wajahmu saat ini.
"Cepatlah naiklah kelantai 2, aku akan pergi ke tempat nian"ucap Liana memakai tudung
"Terimakasih Liana"ucapku berlari kelantai 2.
Srrk
Aku menaruhnya ke kasur.
Dia tidak demam, tapi kenapa
"Uhk, perutku sakit. Ini sakiit"teriak dia tiba tiba.
Dia menginggau?.
Srrt
Tanpa sadar aku memegang tangan pria ini.
Aku mengusap dan menggenggamnya begitu erat seakan tak ingin kehilangannya.
__
Beberapa puluh menit kemudian dia terbangun dan Nian sampai.
Terjadi beberapa kesalahpahaman di awalnya, tapi akhirnya nian memeriksa dia(Arlezhan)
"Kau dasar brengsek, bagaimana bisa kau menghamili anak itu"teriak Nian tiba tiba mengangkat vas.
"Apa hamil?"
"Apa maksudmu bagaimana bisa aku menghamili pria"teriakku.
"Jangan bohong kau, DNA bayi ini 100% gabungan dari DNA kalian. Yang artinya ini adalah dada daging dari kalian berdua"teriak Nian.
Apa yang Nian katakan, dia mengandung anakku.
Lelucon apa itu, benar benar tidak lucu.
"Itu sebenarnya"ucap Dia yang memotong kata kata kami.
Dia menceritakan asal usul bayi yang ada dalam perutnya.
"Nian, tinggalkan kami berdua dulu"ucapku.
"Oke"ucap nian keluar dari ruangan.
"Maafkan saya Duke Belion, tapi tenang saja. Saya akan menggugurkan nya"ucap boca itu tiba tiba.
"Apa menggugurkannya?"
"Tidak perlu"jawabku tegas
"Bayi di perutmu tidak salah apa apa"ucapku menyentuh perutnya.
"Jika kau tak menginginkan anak itu, kau bisa memberikannya pada setelah bayi itu lahir"jawabku.
"Tidak apa apa"ucap dia tiba tiba.
"Aku akan membesarkannya sendiri dan tidak akan bergantung pada anda. Anggap saja kalau anda tak perna mendengar berita omong kosong ini"ucap pria itu tersenyum
Baru kali ini aku melihat dia tersenyum begitu tulus.
_
Setelah hari itu
Kami tidak perna bertemu lagi.
"Tuan, tuan Duke Devilsman menunggu anda di meja makan"ucap Benio.
"Katakan padanya makanlah sendiri, aku masih banyak urusan"jawabku.
Sebuah alasan yang di landasan oleh kebohongan untuk menghindarinya.
Setiap melihatnya jantungku mulai berdetak kencang tak karuan, jadi aku harus menghindar darinya untuk memastikan perasaan apa ini.
Hingga beberapa hari kemudian.
Tuk tuk terdengar suara ketukan pintu dari luar
"Masuklah"ucapku yang masih sibuk dengan dokumen.
Suara pintu terbuka dan seseorang masuk kedalam.
"Anda benar benar sibuk yah tuan belion"ucap seorang pria di hadapanku.
Aku mendongakkan wajahku dan melihat seorang pria berambut hitam pekat dengan mata hitam.
Matanya cukup bersinar.
Dug dag dug
Tiba tiba jantungku berdetak semakin cepat.
"Duduklah terlebih dahulu"ucapku.
Kami duduk berhadapan di sebuah sofa dengan secangkir teh yang telah di sajikan.
"Jadi kenapa kau kemari?"tanyaku
"Saya akan kembali ke Agran hari ini"ucap pria itu.
"Begituka, sudah waktunya kau kembali. Jika kau membutuhkan sesuatu untuk bayi kita aku akan memberikannya"ucapku
"Bayiku"ucap pria itu tiba tiba
"Apa?"ucapku bingung
"Bayiku, hanya bayiku"ucap dia, matanya yang sedikit bercahaya sekarang benar benar menghitam.
"Anda tidak perlu khawatir soal bayi ini, aku akan membesarkannya sendiri. Anda tidak memiliki hak untuk bertanggung jawab atas bayi ini. Karna ini kesalahan saya"ucap pria itu tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi tuan Duke, sepertinya keretanya sudah siap"ucap Dia berjalan.
Clak dia membuka pintu.
"Tunggu"ucapku spontan berdiri sembari hendak menarik tangannya.
"Ada lagi tuan Duke?"tanya dia memutar kepalanya.
"Tidak ada, hati hati di jalan"jawabku menarik tanganku kembali.
"Emh terima kasih"jawabnya lalu pergi.
Aku melihat punggungnya yang tak terlalu lebar itu.
Dia pergi menjauh dari tempatku berdiri.
Dan akhirnya waktunya untuk perpisahan.
Aku hanya terdiam di ruanganku yang berada di lantai 2.
Melihat nya dari jendela yang cukup jauh.
Setelah berpamitan dia pun masuk kedalam kereta dan keretanya pun berjalan lalu pergi tak terlihat.
"Tuan, kereta Duke Devilsman sudah berangkat"ucap Benio.
"Emh aku tau"ucapku menulis dokumen.
"Kenapa anda begitu keras tidak ingin bertemu dengan Duke Devilsman tuan?"tanya Benio.
"Tidak apa apa"jawabku terus menulis.
Nyuuut
Dadaku sakit.
Aku menyentuh kepalaku,
Tis
Tiba tiba air jatuh dari mata kananku.
"Tuan, anda menangis"ucap Benio tiba tiba.
Mata kananku terus mengeluarkan air mata.
"Apa ini?"ucapku
"Apa anda mengalami cedera?"tanya Benio panik.
"Tidak apa apa, kau boleh keluar sekarang"jawabku.
"Ba baik tuan"jawab Benio pergi.
Perasaan aneh ini lagi.
Perasaan yang sama saat aku bersama dengan mantan istriku dulu.
"Tidak mungkin ini cinta"ucapku menyentuh mata kananku.
"Aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Karna kaisar menginginkan perang. Dan dia adalah salah satu musuhku. Aku tidak boleh menyimpan rasa ini, aku harus menghilangkan perasaan mengganjal ini"ucapku mencengkram dadaku.
_
Beberapa Minggu kemudian
"Duke Belion, kau tau bukan kalau di perbatasan Utara adalah sarang utama para monster. Jadi aku memerintahkan mu untuk membawa pasukanmu untuk membasmi monster monster itu tanpa sisa"ucap Kaisar.
"Baik yang muliah"jawabku.
"Kembalilah dengan tubuh itu, karna jika satu tanganmu sudah menghilang. Kau sudah tak berguna lagi"ucap kaisar berbalik.
"Baik yang muliah"jawabku berbalik berlawanan ara.
Aku melangka maju dan keluar dari istanah.
Kami memasuki sebuah Gua yang akan menembus langsung ke perbatasan Utara antara Agran dan negara Abdildon.
Dan saat kami keluar dari Goa yang begitu panjang, kami akhirnya sampai di ujung Goa, kami keluar dari Goa dan terlihat benda putih yang merupakan hamparan salju yang begitu luas.
Aku melihat dari bawah terlihat tebing yang begitu tinggi di atas kami. Sangat tinggi sehingga hanya terlihat sepert cahaya matahari.
"Baiklah semuanya kita akan berkema disini"ucapku pada para ksatria.
"Baik"ucap para ksatria.
"Dirikanlah Tenda, aku akan berkeliling untuk melihat kondisi lereng ini"ucapku.
"Bain tuan"ucap Leo yang merupakan salah satu anak buahku.
_
Aku mulai berjalan menyusuri jalan yang begitu gelap sambil menyalahkan spirit cahaya yang berasal dari pedang.
Brak
Tiba tiba sesuatu terjatuh begitu keras, suaranya berasal tak jauh dariku.
Aku langsung bergegas kesana, karna berpikir kalau itu adalah suara monster.
Namun
KAMU SEDANG MEMBACA
You And Me (BL) TAMAT
Fantasyseorang undaed seorang DarkElf Seorang biarawati dan Seorang Necromancer seorang anak laki laki terlahir dengan rambut hitam di negara yang menganggap rambut hitam adalah simbol dari iblis. pergi, dasar iblis menjijikan cerita bl dicampur aksi, yan...
