Kamu pergi seperti senja sangat damai, indah dan menyakitkan, meninggalkan lara yang tak terkira
Disini aku, tempat kesayangan mu aku menuliskan sebuah penderitaan yang nyata, ku tatap sendu pintu dengan bodoh aku menunggu mu pulang, terbesit di pikiran ku membangunkan mu dan berkata " ayo bangun kita pulang"
sungguh masih tak bisa ku menerima bahwa disana bukan lah rumah mu.
Bagai cebol merindukan bulan "angan angan yang tidak mungkin tercapai", kini rumah yang dulu ramai sepi tampa mu,
dan kini tinggal lah diriku yang masih menunggu mu, harus kah ku susul saja dirimu disana?
harus bagaimana lagi aku untuk mengikhlaskan kamu? Bagaimana caranya aku bisa tersenyum? Dimana aku cari kepingan yang hilang untuk ruang yang telah berlubang?
Seperti Neraka yang nyata kehilangan mu begitu membuat ku tersiksa, tak henti hentinya aku memangggil nama mu dengan suara parau ku , susah payah aku mempercayai nya karena kamu sudah tak lagi di disini.
YOU ARE READING
THROUGH THE FEELING
No Ficcióncerita tentang perasaan yang tak sempat terucapkan dimana setiap semua perasaan diikuti dengan suka dan duka. sebuah perasaan di masa lampau yang di ubah menjadi kalimat karena tak dapat di sampai kan oleh lisan dan dikemas dalam tulisan yang ma...
