Saat luapan air tiba menenggelamkan semesta
Hujan memilih hilang tanpa aba
Saat bumi gelap gulita tanpa iba
Bijak surya datang dengan silaunya
Pagi seakan menyapa dan bertanya
Sudahkah kau merasakannya?
Atau cukupkah terang wajahnya?
Untuk gelap murammu yang kesekian kali dibuat kecewa
Dan singkatnya...
Segera saat kutau kau adalah lautan biru
Aku mulai melubangi perahu...
Dan memilih tenggelam dalam senyumanmu itu
18:4
फल, Bunga semesta
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Semesta
PoesíaBukan tentang "kita" Ini hanya tentangmu Karena engkau duniaku Tapi, jadi apa aku di duniamu? ~Bunga Semesta
