Sheerin terlamun memikirkan masalah malam tadi, jantungnya masih berdetak dengan cepat mengingat dimana Gavin benar-benar sudah keterlaluan dengannya. Memperkosanya disebuah ruangan rahasia miliknya
"Sheerin!"seseorang memanggil dengan nada tigi
Sheerin yang mendengar katanya langsung menghentikan lamunnya karena satu ruangan meeting ini langsung menatapnya
"Kamu kenapa, sakit?"tanya sahabat Sheerin bernama Melia
Sheerin menggelengkan kepalanya bahwa ia tidak sakit tapi memikirkan malam tadi dimana Gavin sudah keterlaluan padanya
Dari tadi Gavin melirik Sheerin, cih apa wanita itu memikirkan malam tadi? Gavin langsung membuang wajahnya karena memang sudah tidak sudi untuk menatap Sheerin
"Saya izin ke toilet"Sheerin meninggalkan ruangan meeting tapa persetujuan Gavin
Sheerin tidak peduli karena saat ini ia ingin menenangkan masalah di hidupnya. Sheerin belum pulang karena setelah bermain semalam Gavin menyuruhnya menginap dan menggunakan baju yang sudah Gavin belikan
Ya ini rencana Gavin dari awal untuk menyiksa Sheerin..
"Sheerin kamu harus kuat untuk adik kamu..."ucapnya sembari membasuh tubuhnya
Mata sheerin menangkap dimana ia melihat bagian dadanya penuh dengan kemerahan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sheerin menyentuh kemerahan pada bagian dadanya. Rasanya tidak sakit tapi ia ngerasa hatinya yang sakit, setelah Gavin pergi meninggalkan dirinya lalu kembali untuk melukainya
"Perempuan murahan itu aku!"tekannya sambil menjatuhkan air mata
Sheerin segera menghapus air matanya lalu ia membenarkan rambutnya dan berjalan keluar tetapi saat ia keluar matanya terkejut karena sudah ada Gavin
"G-Gavin"ucapnya
Gavin memutar matanya lalu menahan dirinya untuk tidak memukulnya. Kini ia menarik tangan Sheerin membawanya menuju ruangannya
"Pak, sakit"Sheerin meringis karena tangannya benar-benar sakit
Sheerin terus meringis dan dimana semua orang melihat Sheerin yang di seret kasar oleh Gavin
"Sheerin kena masalah lagi apa kali ini Sheerin di pecat?"
"Pak Gavin memang tegas"
"Kasian Sheerin"
"Buat apa kasian, dia kerja gak becus"
Sheerin bener semua ucapan mereka semua. Rasanya ia malu! Malu sekali diperlakukan seperti ini oleh Gavin. Sheerin benar-benar tidak tahan berkerja disini tapi demi adiknya ia harus berkorban walaupun perawannya Gavin hilangkan
Gavin mendorong sheerin ke-sofa
"Ah, sakit"Sheerin meringis saat tangannya terbentur meja
"Saya minta, kamu bereskan ruangan ini!"suruh Gavin
Sheerin meliriknya menatap ruangan ini sangat amat berantakan, apa ini rencana Gavin, tapi kali ini bukan ruangan Gavin tapi gudang
"Maksud bapak-"
"Kerjakan!"tekannya
Sheerin tidak mau, ia kini membangunkan tubuhnya lalu meninggalkan Gavin tapi sayangnya Gavin menarik tangan Sheerin untuk tetap diam disini
"Kamu mau saya pecat, lakukan perintah saya!"tekannya
"Saya bukan OB tapi saya sekretaris!"balasnya tak kalah emosi
Gavin meremas kuat tangannya lalu menekan dagu wanita itu sampai dimana Sheerin meringis kesakitan
"Kamu berani bantah saya, saya bisa saja menghancurkan hidup kamu Sheerin!"
Gavin kali ini berbicara dengan suara tegas dan itu membuat Sheerin benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa selain menatapnya dengan tatapan kesel
"Kerjakan ini semua sampai bersih!"tekannya lalu meninggalkan Sheerin
Gavin tersenyum tipis dari depan, lalu ia menutup pintunya dan menguncinya dari luar, sedangkan Sheerin menatap ruangan ini yang sangat gelap hanya ada cahaya matahari dari jendela, mungkin kalo malam nanti, ruangan ini bisa gelap sekali
"Sheerin kamu sabar, dia bos wajar saja dia memperlakukan kamu seperti ini."ucapnya
Sheerin dengan pelan-pelan merapikan meja-meja yang sudah patah setelah itu foto-foto yang berdebu. Sheerin terus merapihkan ruangan ini dan dimana ketika ia merapikan, ia terkejut karena penuh dengan tikus
"AH!"Sheerin berteriak lalu naik keatas sofa yang masih terlihat bagus
Sheerin benar-benar takut dengan tikus, ia punya rasa trauma saat masih kecil. Sheerin kini menjatuhkan air matanya dan menangis, sungguh Gavin begitu jahat dengannya
"Hiksss..."Sheerin menangis menahan rasa takutnya
Ia memeluk tubuhnya menatap dimana banyak sekali tikus dibawah sana. Ia tidak tau harus apa, kali ini Sheerin benar-benar trauma dan tidak berani beranjak di ruangan ini selain ia berada di sofa yang cukup aman
Setiba dimana tikus itu naik keatas sofa dan itu membuat Sheerin berteriak dan mencoba untuk mengusirnya tapi percuma karena tikus itu bukan satu tapi ratusan
"Hiks...TOLONG!"Sheerin berteriak sambil mencoba untuk mengusir tikus tapi percuma karena tikus itu sudah naik keatas kaki Sheerin
"GAVIN HIKS TOLONG!"Sheerin berteriak sekencang mungkin berharap Gavin menolongnya tapi sayang tidak ada yang menjawab katanya..
Sheerin tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis bahkan tikus itu sudah turun tapi dimana sebagian ada naik ke sofa.