"SARAH!"
Sheerin menatap orang-orang yang saat ini menangis atas meninggalnya adik tersayang Sheerin, tubuh wanita itu terasa kaku bahkan ia berjalan mendekati tubuh adiknya yang sudah dikenakan gaun, wanita itu terjatuh dan menyentuh dadanya yang terasa sakit, tak lama ia menangis sejadinya dan memeluk tubuh adik tercintanya
Tangisan itu pecah sepecahnya yang membuat orang-orang hanya bisa terdiam dan menangis secara diam bahkan dari tadi sahabatnya itu mencoba untuk menenangkan sahabatnya
"Sheer, ikhlasin ya—"
"GAK MEL, aku udah kehilangan ibu aku sekarang aku kehilangan adik aku hiks"
Melia menangis dan memeluk tubuh sahabatnya itu dan ia tau sakitnya yang Sheerin rasakan seperti apa. Melia menghapus air matanya dan menatap Skala yang dari tadi menatap Sheerin, ya Skala merasa Sheerin menderita berkerja di kantor itu, kenapa bisa Sheerin pulang lebih lama dari pada Melia bukankah mereka satu kantor?
Sheerin mengelus surai rambut adiknya menatap lekat matanya setelah itu ia mencium kening adiknya, ia tau ini salahnya karena ia tidak tiba saat dimana Sarah ulang tahun
"Maafin kakak Sarah, kamu bahagia kan ketemu ibu, bilang sama ibu kakak kangen"
Tidak ada yang bisa berbuat apa-apa selain melihat tangisan Sheerin, tidak tau gimana nanti hidup Sheerin bukankah selama ini yang memberinya semangat cuma adiknya itu? Melia menghapus air matanya lagi dan menatap Sarah dengan lembut
"Maafin kakak hiks, m-maaf hiks"Sheerin sudah tidak bisa berkata-kata selain meminta maaf pada adiknya itu
Hari dimana sudah mulai terlihat matahari, semua orang terbangun untuk menutup peti Sarah tapi terlihat Sheerin tidak mau bahkan ia menyuruh untuk tidak membawa adiknya tapi Melia sebagai sahabatnya terus menenangkan Sheerin agar untuk mengikhlaskan Sarah
"Mel, kamu lihat kan, KAMU LIHAT KAN AKU SEKARANG SENDIRI! Hiksss"
Melia hanya menangis dan memeluk tubuh Sheerin, ia benar-benar tidak tega bahkan Melia ingin sekali melihat sahabatnya itu bahagia tapi banyak orang-orang ingin menghancurkan hidupnya, seperti saat ini dimana kedua sepasang orang kaya itu seenaknya membuat Sheerin menderita. Gavin manusia iblis bukan?
"Tenang Sheer bukan salah kamu, ini sudah takdir kamu yang tenang ya aku yakin Sarah ikut sedih lihat kamu seperti ini"
Sheerin hanya diam dan menangis di pelukan sahabatnya itu, tidak lama ia melihat peti itu sudah tertutup bahkan mereka membawa Sarah untuk menunju pemakaman. Sheerin tidak bisa menahan tangisannya dan matanya terasa rabun tak lama wanita itu terjatuh
"SHEERIN!"teriak Melia
Mata Sheerin tertutup tidak bisa melihat apa-apa, ya wanita itu terpingsan karena ia belum siap harus kehilangan keluarganya itu, dari tadi Melia ataupun Skala mencoba membawa tubuh Sheerin ke sofa dan mencoba untuk membangunkan Sheerin
"Sheerin bangun"
Sheerin hanya bisa mendengar suara itu dan tidak lama ia sudah tidak bisa mendengar apa-apa, ia benar-benar menutup matanya
°°°°°
Gavin meletakan berkas itu diatas meja dan ia menyenderkan tubuhnya kebelakang kursi dan tidak lama seseorang masuk dan mencium bibirnya. Gavin langsung membuka matanya dan mendorong itu dan tentunya orang itu terkejut dan meringis karena Gavin secara tiba mendorongnya
"GAVIN!"pekik wanita itu ya siapa lagi kalo bukan Rea
Gavin sedikit terkejut karena ia sudah mendorong Rea, lelaki itu terbangun dan membantu tunangannya itu terbangun dan tidak lama membawanya ke sofa dan mereka berdua duduk bersama
"Kamu kenapa sih tiba-tiba dorong aku, kamu sakit?"tanya Rea
Gavin diam dan mengurut keningnya dan tidak lama menatap Rea yang mengelus tangannya dan mengapa ia merasa ia tidak sudi Rea menyentuhnya apa karena ia memikirkan perasaan Sheerin? Tidak, Gavin tidak mungkin mencintai Sheerin kembali karena benar-benar membenci wanita itu dan ia masih mengingat apa yang membuatnya membenci Sheerin
Setelah bertahun-tahun ia berpisah dengan Sheerin ia tentunya mencari Sheerin kemana-mana bahkan ia sudah menjadi seorang CEO, cintanya itu masih tulus bahkan ia sama sekali tidak pernah berselingkuh ataupun melupakan Sheerin tetapi seketika cinta itu berubah menjadi kebencian pada wanita itu
Saat ia mencari seluruh kota ini ia berhasil menemukan wanita itu tetapi ia melihat secara matanya itu, bahwa Sheerin sudah melupakan cintanya bahkan ia berciuman dengan lelaki yang tidak tau itu siapa, saat ia sudah mencoba untuk setia tapi Sheerin mengkhianati hatinya
Ia tidak akan pernah bisa melupakan itu, sampai dimana ia benar-benar memutuskan untuk keluar negeri dan mencari suasana baru tapi ia malah bertemu dengan Rea yang mengobati lukanya dan saat itu lah ia memutuskan untuk menjalani hubungan dengan Rea walaupun sampai detik ini rasa cintanya tidak ada.
Lalu seketika ia harus kembali ke Indonesia untuk meneruskan perusahaan ayahnya itu dan dirinya dijadikan seorang CEO bahkan bos besar di perusahaan ini tapi tidak kelamaan ia harus bertemu dengan masa lalunya, Sheerin berkerja di kantor nya bahkan menjadi sekretaris dirinya
"Sayang"Rea memanggil lelaki itu lagi berharap menjawab katanya
"Kenapa?"bales Gavin
"Kamu kenapa sih Gavin, kamu mikirin dia!"kesel Rea
Gavin menaiki alisnya dan menatap Rea dalam-dalam, apa maksudnya?
"Hahaha, sekretaris kamu itu iya kan! Kamu cinta sama dia kan—"
"GAK!"tekan Gavin
Rea tersenyum tipis, jika Gavin tidak mencintai wanita itu untuk apa ia terasa pusing apa karena wanita itu hari ini tidak masuk? Rea benar-benar sakit hati bahkan ia terbangun dan meninggalkan Gavin tapi saat pergi Gavin menahan tangan Rea
"Rea, aku sama sekali tidak memikirkan dia untuk apa?"ujar lelaki itu
Rea hanya diam dan memperhatikan matanya, Rea tersenyum sudah terbukti dari matanya Gavin memang benar-benar memikirkan wanita itu. Gavin segitunya dengan wanita itu sampai-sampai ia tidak fokus berkerja, siapa dia? ada masa lalu apa Gavin dengan wanita itu. Rea harus cari itu semua
"Kamu beda hari ini Gavin, kamu saat ini memang memikirkan wanita itu, iya aku tau sekali!"tekannya dan meninggalkan Gavin
Gavin hanya diam dan menatap kepergian, ya memang bener ia memikirkan wanita itu apa salah? Gavin kembali duduk di kursinya sembari membayangkan apa yang sudah terjadi pagi tadi, menyiksa Rea dan sengaja mengunci wanita itu tapi saat ia kembali ternyata Sheerin lebih pintar dengan dirinya karena wanita itu keluar melalui jendela
Ia juga bingung kenapa Sheerin tidak masuk apa dia memang ingin berhenti berkerja? Cih sampai wanita itu berhenti kerja ia akan terus mencari lalu membuatnya menderita
Tok tok tok
Seseorang mengetuk Gavin lalu masuk. Gavin yang masih terdiam karena memikirkan Sheerin dan tidak lama matanya perlahan menatap seseorang masuk sembari memberikan sebuah berkas..
WAIT!
Gavin benar-benar mengenal wajahnya tapi dimana? Gavin terbangun dan melangkah maju lalu memperhatikan matanya
"Saya menerima kerja sama dengan anda, saya Skala"
—TBC—
KOMEN 30 UP HARI INI
VOTE 30 UP HARI INI
BANTU SPAM NEXT DISINI BOLEH YUK
KAMU SEDANG MEMBACA
My sekretaris (21+) (TAMAT)
Fiksi IlmiahPenghibur untuk boss sendiri! _ Sheerin Gabriella Gavin Mahendra
