Suasana malam yang tidak ada apa-apanya dan terlihat seperti biasa saja, malam ini bukannya malam yang terbaik tapi malam dimana ia harus bertemu dengan seseorang yang mungkin saja yang tidak akan pernah ia temui lagi setelah berapa lama ia tidak bertemu, di hadapannya saat ini ia harus bertemu dengan mantan kekasihnya, memang benar berapa perusahaan saat ini sedang berkumpul untuk merayakan selesainya proyek dari teman perusahaannya itu
"Gavin."Rea tersenyum mendekati Gavin
Gavin tidak menatapnya selain menarik nafasnya dan memperhatikan tamu-tamu yang pada tiba, berapa menit lagi mereka akan membicarakan bisnis kemajuan mereka dan terlihat dimana Gavin melangkah untuk mendekati berapa teman-temannya tapi ia malah di tahan tangannya oleh Rea
"Sayang, kamu udah benar-benar melupakan aku?"Rea bertanya dengan mata berkaca-kaca
Cih, Gavin terlihat membuang wajahnya malas, wanita ini memang sangat pandai membuat dirinya muak.
"Kamu lupa sama janji kamu? Kita mau menikah Gavin!"ucap Rea
What? Gavin melangkah mendekati wanita itu menatapnya penuh rasa kebencian, apa dia tidak salah berbicara? Ya kali Gavin akan menikah dengan wanita murahan sepertinya, selama ini Gavin tidak pernah mencintaiku tapi hanya melampiaskan untuk melupakan Sheerin
"Menikah? Menikahi wanita seperti kamu?"Gavin menatapnya penuh dengan tatapan tajam
"Iya, kamu sudah janji—"
"Tidak sudi!"tekan Gavin
Rea menatap tidak percaya apa yang barusan ia denger, air matanya terjatuh menatap serius Gavin, sejahat itukah dia dengan dirinya?
Gavin meninggalkan Rea untuk masuk kedalam gedung besar ini tapi saat mau masuk dimana Rea memeluk Gavin dari belakang yang membuat Gavin sedikit marah dan memutar tubuhnya lalu mendorong Rea
"Berani kamu peluk saya!"emosi Gavin sembari menekan dagu Rea
"Aku cinta kamu Gavin, maafin aku hiks"ucapnya itu
Gavin terus menatapnya penuh amarah bahkan ia sama sekali tidak peduli dengan wanita itu, mau ia mengatakan cinta beribu kali ya tentunya Gavin tidak akan pernah mau kembali dengannya, walaupun ayah dia adalah sahabat dengan ayahnya tapi tetap saja Gavin tidak akan pernah mau kembali, ia ingat kata-kata ibunya bahwa Rea menikahi dirinya karena ia memiliki segalanya bukan?
"Gavin, hiks"
Rea memeluk tubuhnya menumpahkan segala tangisannya itu bahkan Gavin ia mencoba untuk melepaskan pelukannya tapi Rea kuat juga memeluknya, Gavin ia mendorongnya dengan kasar tapi saat ingin mendorong dimana matanya melihat seseorang wanita, ia tidak percaya apa yang ia lihat saat ini
SHEERIN!
Gavin meremas kuat tangannya matanya tidak lepas dengan dua pasangan itu, saling bergandengan tangan bahkan bisa dibilang malam ini Sheerin begitu cantik sangat cantik
Dari kejauhan bisa Sheerin lihat dimana orang yang masih ia cintai memeluk wanita lain, ia tidak perlu cemburu bukankah mereka memang punya hubungan? Sheerin menarik nafasnya mencoba untuk tenang tapi dimana sebuah tangan menggenggam tangannya dengan lembut. Sheerin dengan cepat menatap Skala yang menggenggam tangannya itu.
"Kak..."Sheerin tidak melanjutkan katanya saat mereka berdua melangkah masuk
Tatapan itu tidak lepas menatap wanita itu dan berbeda dengan Sheerin hanya menatap lurus sembari menundukkan kepalanya, entah kenapa sakit sekali hatinya tapi bayangan dimana jahatnya Gavin dengan dirinya membuat ia sulit untuk memaafkan lelaki itu, apa lagi ia harus kehilangan adik satu-satunya karena malam itu Gavin mengurungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My sekretaris (21+) (TAMAT)
Fiksi IlmiahPenghibur untuk boss sendiri! _ Sheerin Gabriella Gavin Mahendra
