"kerja bagus semuanya!!" Teriak pelatih dance yang melatih Noeul dan James dan aktris lain yang sedang mempersiapkan untuk konser yang digelar tidak lama lagi.
James membaringkan tubuhnya di atas lantai sambil mengatur nafasnya "Lelah?" Noeul duduk di samping nya sambil menyugar rambut merahnya menggunakan jemarinya "Yahh tapi ini menyenangkan" ujar James sambil tersenyum
Drttt drtt
Ponsel James bergetar tanda panggilan masuk. 'yim' James mengernyitkan dahinya bingung ada apa dengan Yim tiba-tiba menelponnya
"Halo Yim, ada apa?" Tanya James 'ai phi, apakah aku bisa ke apartemenmu malam ini?'ujar Yim dengan suara yang tidak semangat "Ouhohh apakah kau bertengkar dengan Tutor?" Tanya James to the poin 'hahhhh' Yim menghembuskan nafasnya berat, mendapatkan respon yang seperti itu James hanya tertawa kecil jika sudah seperti ini pasti mereka bertengkar entah siapa yang salah.
"Baiklah aku akan menjemputmu" Ujar James 'tidak perlu phi aku akan pergi sendiri saja' timpal Yim "Apa kau yakin?" Pasti James 'heumm' setelah itu mereka memutuskan panggilan.
"Ada apa?"tanya Noeul "Ahh hanya masalah kecil" timpal James ia tidak ingin membahas masalah sahabatnya pada orang lain "Ouh baiklah" Noeul mengangguk paham ia jugaa tidak ingin terlalu ikut campur
"Hei lihat siapa yang datang?!!" Teriak ma Chen melihat tamu tak diundang memasuki ruang latihan, semua yang mendengar teriakannya melihat ke arah si tamu yang tidak diundang itu.
"Boss!!" Noeul dengan semangat bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Boss dan langsung berhamburan ke dalam pelukan Boss, Boss membalas pelukan Noeul tak kalah erat ia tertawa melihat tingkah laku Noeul yang menggemaskan ini.
"Bagaimana harimu tuan rambut merah?" Tanya Boss sambil mengacak rambut Noeul setelah melepas pelukannya "Sangat lelah~"ujar Noeul manja sambil kembali berhamburan ke dalam pelukan Boss
"Ahahh kau jadi begitu manja ketika dia datang ya Eun!"teriak ma Chen sambil bertolak pinggang dan yang diteriaki hanya membuat wajah mengejek seolah tidak peduli "Heiii lihat anak ini sangat tidak sopan!!" Kesal ma Chen dengan sikap Noeul dan Boss hanya tertawa melihat tingkah lakunya.
"Hei James! Apa harimu menyenangkan?" boss menghampiri James sambil menggandeng tangan Noeul dan kemudian keduanya duduk di samping James "Tidak terlalu buruk" jawab James sambil tersenyum "Apa kalian akan melanjutkan latihan?" Tanya Boss pada keduanya "Tidak, kurasa sudah cukup untuk hari ini"jawab Noeul "Lagipula aku sudah sangat lelah dan lapar" lanjutnya sambil bersender di tubuh Boss "Baiklah kalau begitu apa kau ingin makan sesuatu? Aku akan membawamu ke sana" ujar Boss sambil mengelus kepala Noeul lembut "Benarkah?!"tanya Noeul semangat dan Boss mengangguk sambil tersenyum.
James yang melihat itu tersenyum tipis ia mengingat saat dimana Net yang dulunya juga sama seperti Boss yang selalu bertanya tentang hari-harinya dan apa yang ingin dia lakukan.
"Kau ikut James?" Tanya Boss "Hmmm itu benar ayo pergi bersama"ujar Noeul semangat "Haha terima kasih tawarannya tapi aku harus segera kembali ke apartemen, temanku menunggu" tolak James "Yah sayang sekali, aku harap kita bisa melakukannya lain kali" ujar Noeul dan James mengangguk menimpali.
"Baiklah kalau begitu aku pamit duluan" ujar Noeul "Heummm nikmati waktu kalian" Ujar James sambil bertos dengan Noeul dan Boss "Ma Chen aku akan pergi bersama dengan Boss" teriak Noeul "Yaaa pergilah jangan terlambat untuk kembali naaa" ucap ma Chen sambil memberikan keperluan Noeul "Khab" ujar Noeul dan Boss.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🤍
"Ai Yim kurasa sudah saatnya kita tidur bukankah besok kau memiliki jadwal?" Ujar James sambil membereskan meja yang berantakan karena bekas makanan
"Akhhh aku masih kesal padanya" timpal Yim dengan mulut yang dimayunkan "Hei dengarkan aku bukankah dia sudah meminta maaf?" Tanya James "Eumm" timpal Yim "Lalu apa yang membuatmu masih merasa kesal padanya?" "Aku hanya tidak suka dia seperti itu, kenapa dia harus membeli sesuatu yang tidak diperlukan padahal jika dia tidak membelinya dia bisa menyimpan uang itu" ujar Yim panjang lebar "Kau tau itu caranya untuk membuatmu senang" ucap James sambil mengelus tangan Yim "Tapi aku tidak suka dia seperti itu, tidak perlu membeli sesuatu yang mahal untuk membuatku senang cukup dia peduli padaku saja aku sudah sangat senang" ucap Yim lesu "Baiklah tapi apa kau sudah mengatakannya pada Tutor?" Tanya James dan Yim menggeleng James yang mengetahui itu menghembuskan nafas kasar "Yim kau harus katakan perasaanmu pada orang lain apa yang kau rasakan supaya tidak membuatmu dan pihak lain berada di situasi yang sulit" ujar James "Baiklah aku akan berusaha"timpal Yim, dan James yang mendengar itu tersenyum "Lalu kapan kau akan menghubungi Tutor dan berbaikan dengan nya?"tanya James tak lama setelahnya ponsel Yim berdering nama Tutor tertampang di layar ponsel Yim "Ouhh kebetulan sekali bukan?" Ucap James "Berbicaralah padanya, aku akan membersihkan wajah dulu" ujar James meninggalkan Yim sendiri di ruang keluarga.
🤍
James yang sudah selesai membersihkan wajah sedang berbaring di kasur sambil menunggu Yim yang masih menelpon Tutor, ia membuka aplikasi x melihat berita terbaru dan ingin membaca balasan para penggemar di beberapa postingannya akhir-akhir ini
*Wah jamesu sangat imut *Sangat tampan *Susu sangat lucu *Haha bagaimana kalian bisa mengatakan dia imut, apa kalian tidak lihat wajahnya itu sedang cemburu karena phi Net telah menemukan pasangan barunya *Hei itu kesalahannya sendiri yang telah meninggalkan phi Net *Hahahaha kau benar ku rasa sekarang ia menyesal haha *Hei bisakah kalian tidak mengetik sesuatu yang membuat orang lain bersedih? *Jika kalian tidak suka silahkan pergi jangan ganggu James *Hahaha apa kalian tidak bisa melihat fakta bahwa Netjames telah berakhir? *Ouh ayolah mereka telah selesai
James yang membaca beberapa komentar di postingannya merasa campur aduk ia sedih dan senang dalam satu waktu matanya berkaca-kaca rasanya ia ingin menangis namun itu tidak mungkin untuk apa ia menangis atas keputusannya sendiri bukankah seharusnya ia sudah bisa menebak kalau akan seperti ini
"Ai phi aku su.." ucapan Yim terhenti ketika melihat wajah sedih James, James yang menyadari kedatangan Yim segara menormalkan ekspresinya "Ahh kau sudah selesai berbicara dengan Tutor? Kalau begitu istirahatlah" ujar James segera menutupi dirinya dengan selimut ia tidak ingin Yim bertanya apa yang terjadi
'tidak bisakah kau membagi kesedihanmu padaku phi?' ujar Yim dalam hati, ia meninggalkan kamar James dan masuk ke kamar yang biasanya Yim gunakan ketika menginap di rumah James.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.