Episode 5

21 1 7
                                        

"Wow, kemarin tuh rasanya kayak abis dipijet. Lega gitu rasanya, ternyata tim biru emang berniat ngelindungin Omi makanya dia jadi satu-satunya anggota tim merah yang tersisa. Shuhua, Eunchae, dan Hyeju tentu saja langsung dikirim keluar oleh tim biru walaupun saat ngevote Hyeju ternyata banyak yang ngelempar vote satu sama lain. 3 orang lagi untuk dikeluarkan sebelum kita masuk tim gabungan. Siapakah yang bisa masuk ke tim gabungan? Apakah Omi beruntung untuk menjadi satu-satunya tim merah yang berhasil bertahan?"

***

Di area tim merah...

"Tasuku beneran tidur di sini kah? Oh, di area ini ternyata banyak bumbu dan deket sungai juga. Tapi kita kudu ijin Omi dulu ya kan?" Gumam Liz yang datang ke area tim merah. Gadis itu tahu Tasuku semalam pindah ke tenda tim merah untuk menemani Omi. Tim biru sebenernya sudah curiga jika Tasuku menyukai Omi lebih dari sekedar teman, mungkin itu sebabnya kenapa Tasuku benar-benar serius soal aliansi. Liz tiba-tiba mendengar suara dari arah tenda. Dia bergerak perlahan mendekati sumber suara, sebelum berhenti tepat di sebelah tenda. Dia melihat tenda itu bergerak-gerak, disertai suara... Yang terdengar mencurigakan. Namun satu suara membuat wajah Liz memerah.

"Ahhh, sakit... Pelan-pelan, Tasuku—aahh!"

Interview Session

Liz: Hah? Gue gak salah denger kan? Itu Omi ngedesah anjir. Pagi-pagi buta kok... Waduh, gue gak nyangka aja ternyata Tasuku sebucin itu. Padahal kita masih di Tipiskaw, tapi ya begitulah kalo udah kebelet sange

Interview Session End

Liz yang merasa malu itu pun segera memutuskan untuk pergi sebelum isi otaknya kotor. Beberapa saat kemudian Tasuku mengeluarkan kepalanya dari tenda dan melihat Liz yang melipir pergi. Sementara Omi masih berbaring di dalam tenda... Ternyata Tasuku sedang memijat pergelangan kaki Omi yang terkilir semalam. Hal itu diperkuat dengan tangan Tasuku yang memegang botol krim kulit yang dikasih oleh Wonyoung.

"Kenapa?" Tanya Omi bingung.

"Liz barusan ke sini, trus pergi lagi. Aneh, ngapain dia pagi-pagi buta ke sini?" Jawab Tasuku bingung.

Di tenda tim biru...

"Anjing, lu serius Liz? Tasuku ngejebol Omi?" Tanya Jay penasaran. Liz mengangguk cepat, merasa apa yang dia dengar barusan tidak salah.

"Udah ketebak sih, Tasuku suka sama Omi makanya kalo mereka ngentot di tenda juga gue gak bakal kaget. Tapi ya kali harus di sini njir? Ntar kalo diliat Wendy sama Jisoo—"

"Lebih ngeri diliat Jessi sis." Potong Yuki mengoreksi kalimat Sakura. Liz hanya menghela napas panjang, tidak mau terbayang oleh suara tadi. Namun suara Jay kembali menarik perhatiannya.

"Kalo gini mah semua orang yang ngecrush Omi bakal patah hati gak sih? Gue denger di tim kuning ada yang suka dia."

"Iya, si Wonyoung bro. Gue udah tau dari dia sendiri."

"Di tim biru sendiri ada Tasuku dan udah nyuri start malahan. Tapi kalian jujur, siapa yang sebenernya suka sama Omi?"

Semua terdiam dengan pertanyaan Sakura yang langsung tersenyum licik. Perlahan Liz menggaruk kepalanya sementara Juza pura-pura batuk kering.

Interview Session

Jay: Juza sama Liz kok rada aneh tingkahnya? Apa mungkin mereka juga suka Omi trus cemburu sama Tasuku?

Sakura: Nah kan, udah gue duga Liz sendiri juga suka dia

Interview Session End

Ketika tim biru minus Tasuku sedang sibuk mencari tahu siapa yang suka Omi, ada suara interkom nyala. Dan... Sudah tertebak, pasti ada suara Wendy dan Jisoo yang gelut. Dan lagi-lagi Jisoo yang berhasil menguasai interkom.

Disventure Camp: Kpop And Gacha GameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang