- 𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝑅𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔 -
Di ruang osis, Keira mendapat ceramahan panjang dari guru bk. Gadis itu mendengarkan dengan seperempat hati, masuk telinga kiri keluar telinga kanan, masa bodo lah. Ia menyenderkan tubuh nya santai, mengusap - usap telinga nya.
"Denger ga?!" sentak guru bernama Dina itu secara tiba - tiba. Keira sedikit terlonjak lalu dengan cepat menegakkan tubuh nya dan mengangguk. "Denger bu," jawab nya cepat.
Gabriel mengalihkan pandangan nya, pria itu mengulum senyum nya, menahan kekehan. Keira melirik sinis sekilas, sebelum akhirnya bu Rina kembali bersuara.
"Sekarang, kamu harus di hukum. Bersihin toilet perempuan di lantai satu!" ujar bu Dina tegas.
"Loh? Bu?!"
"Apa kamu?"
Keira menggelengkan kepala nya, kemudian mendengus kesal. Pandangan bu Dina beralih pada Gabriel. "El, kamu anter Keira ke kamar mandi lantai satu. Pastiin dia ga kabur dari hukuman nya," ujar bu Dina.
Gabriel menetralkan ekspresi nya, kembali menatap bu Dina. Pria itu menganggukkan kepala nya pertanda siap melaksanakan perintah. Mata nya beralih ke Keira, "Ayo," kata nya lalu beranjak pergi. Dengan amat terpaksa, Keira mengikuti ketua osis itu.
Gabriel mengantar Keira ke toilet perempuan di lantai satu. Setelah mengantar dan memastikan Keira mengerjakan hukuman nya, Gabriel pergi ke kelas nya meninggalkan Keira yang mulai membersihkan toilet.
Segala umpatan gadis itu keluarkan dari mulut nya. "Sialan banget, baru niat nya mau tidur," gumam nya lagi, yang entah sudah ke berapa kali.
--------
Kringgg.. Kringgg.. Kringg..
Bel pulang berbunyi, Keira berjalan menuju parkiran sembari memijat - mijat tengkuk nya sendiri. "Ini gue di tubuh remaja atau jompo sih. Baru kerja dikit udah mau encok rasa nya," gumam nya.
Tangan Keira hendak membuka pintu mobil, namun terhenti melihat sosok tak asing di tarik paksa ke dalam ruangan kelas kosong. Keira mengernyit, 'Itu Kenan kan?' batin nya.
Keira terdiam sejenak, mengingat kembali alur cerita nya. Lantas, gadis itu menarik tangan nya kembali, melangkahkan kaki nya mengikuti Kenan yang di tarik oleh beberapa orang ke dalam kelas kosong.
"Cepet anj*y!" kata si gadis yang memegang ponsel, merekam aktivitas mereka. "Sabar," gadis lain menaiki tubuh Kenan, melepaskan dasi pria itu.
Kedua tangan dan kaki Kenan di ikat, pria itu memberontak agar gadis di atas nya pergi, namun tak berhasil. "Lio, gausah lama - lama, langsung aja," kata salah satu pria dengan seragam acak - acakan itu. Pria itu memiliki rahang tegas, terlihat cukup tampan.
Liona menoleh pada pria bernama Theo itu. Senyum menyeringai muncul, "Siap."
"Vi, lo rekam semua ya," kata Liona pada gadis yang memegang ponsel. "Iya, udah gue rekam!" jawab gadis bernama Viona itu.
"Lepasin gue!" berontak Kenan. Ingin memiringkan tubuh nya agar gadis di atas nya jatuh, tapi gadis itu malah menduduki perut nya. "Santai dong, Kenan," kata Liona menyeringai.
Tangan gadis itu mulai mengerayangi tubuh Kenan yang masih mengenakan seragam. Kenan membulatkan mata nya, pria itu ingin menangis rasa nya. Cengeng memang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Antagonist [ TERBIT ]
Science FictionRevisi di versi cetak. VERSI CETAK BISA PESAN DI SHOPEE GRASS MEDIA. 𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬: Baru saja Kayla memaki tokoh antagonis dalam novel 'Fall in Love' yang ia baca, Kayla tak menyangka, setelah kecelakaan, ia malah terbangun sebagai Keira. Tokoh...
![The Antagonist [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/369936562-64-k593275.jpg)