BAB 9 | SPECIAL DINNER

2.7K 190 36
                                        

"Honey, ada tawuran di depan."

"Ya ampun, gimana ini?"

Brug!

"Sial. Anak muda itu,."

"Ya ampun, sayang gimana ini?! Mereka lari kesini!"

"Anj—"

Prang!

"Ya Tuhan!"

Kap mobil Zaven penyok akibat kayu yang terlempar dari salah satu anak yang sedang beradu kekuatan di perempatan jalan, begitu juga dengan kaca mobil bagian samping kemudi atau lebih tepatnya dimana Pamela duduk.

Salah satu anak menyadari bahwa yang berada di dalam mobil yang terjebak tawuran itu adalah mobil milik Pramoedya, ia kenal.

Umpatannya pun terhenti begitu saja kala sorot matanya dibalas oleh tatapan tajam mata biru Zaven.

"WOY BERHENTI! BERHENTI!"

Instruksinya tidak begitu di dengar karena tawuran masih berlangsung, Pamela semakin ketakutan di dalam mobil. Mereka terjebak saat ini, tidak bisa mundur ataupun maju.

Zaven yang ingin keluar pun tidak bisa, ia harus menjaga Istrinya. Bahaya jika mobil di buka dan anak - anak yang sedang kalap itu masuk.

Dengan segera anak yang bertatapan dengan Zaven itu melipir dari gerombolan, dahinya terdapat darah namun tidak ia hiraukan.

"Halo bos, bos gawat bos. Gue lagi beresin geng motor di perempatan tapi tiba - tiba ada mobil Pramoedya nih, kejebak bos."

Suaranya bergetar ketakutan, ia takut dengan Zaven dan ia juga takut dengan seseorang yang sedang di teleponnya, —Marvin, bos kembar blackmoon.

"Oke bos," jawabnya lalu menutup telepon.

Marvin memerintahkannya untuk menjaga Zaven dan Pamela, mengalihkan perhatian geng motor yang brutal itu kalau bisa. Dengan sesegera mungkin Marvin menuju ke lokasi.

30 menit kemudian, Marvin datang dari arah belakang mobil. Ia memarkirkan motornya tepat di sebelah mobil Zaven, hingga kedua orang tua sahabatnya itu menoleh menyadari kehadirannya.

Dengan tatap mata tajam, aura dingin Marvin menguar membekukan lokasi tawuran begitu saja. Ia belum mengeluarkan sepatah kata atau pun bertindak, tawuran itu tiba - tiba saja berhenti hanya mendengar deruman motor Sang Ketua—kembar blackmoon.

"Bos," ucap beberapa anggota blackmoon yang lukanya tidak separah lawan, mereka berdiri berjajar sedangkan geng lawan di belakang hanya memandang heran.

Mereka tahu siapa Marvin dan sebenarnya malas sekali berurusan dengan kembaran ketua blackmoon yang tidak bisa di usik sama sekali itu, mereka berani tawuran karena hanya bersama anggota blackmoon saja.

Daripada Marvin, mereka lebih memilih berurusan dengan Max. Yaa walaupun keduanya tiada beda sih.

"BUBAR!" Teriak Marvin kencang hingga menakuti semua orang yang ada di sana, bahaya jika Marvin lebih marah lagi, bisa - bisa satu persatu dari mereka masuk IGD.

"Ngurus geng motor kecil aja gak becus lo pada," desis Marvin pada anggotanya yang menunduk ketakutan, tugas mereka gagal.

"Gak ada pergi-pergi, langsung ke markas. Max nunggu disana," sambung Marvin memerintah.

Pamela menceritakan kejadian tawuran tadi hanya sampai situ, ia juga menunjukkan lukanya tidak parah dan tidak dalam jadi Jasmine tidak perlu cemas lagi.

LOVE LANGUAGE [ END | REVISI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang