BAB 1 | PRINCESS JASMINE

7.7K 333 51
                                        

Ini adalah sequel dari cerita JASMINE.
Bagi kamu yang baru bertemu disini, dianjurkan untuk mengunjungi JASMINE dulu. Agar mengerti alur cerita lanjutan ini dengan baik ya teman - teman. ☺️
.
.
.

🐣🐣🐣
.
.

Pagi di Alexandrea High School selalu datang dengan cahaya yang lembut, menyusup di antara deretan jendela tinggi dan memantul di lantai marmer yang mengkilap.

Suara langkah kaki, tawa ringan, dan sapaan antar siswa berpadu menjadi simfoni kecil yang hidup. Namun di antara riuh yang biasa itu, ada satu titik yang tanpa disadari menjadi pusat gravitasi. Jasmine Azheera Pramoedya.

"Selamat pagi, kak Jasmine."

"Pagi, kak Jas!"

"Kak Jas, pagi-pagi cantik banget nih!"

"Kak Jas, nanti sore ada latihan memanah enggak?"

Jasmine berhenti melangkah, "ada tapi saya izin, jadi sama yang lain dulu ya."

"Yaah, gak seru dong," jawab adik - adik kelas di lorong sekolah.

Jasmine sekarang sudah menginjak tahun kedua di SMA, ia siswi paling populer. Sudah cantik, pintar —sering dilibatkan olimpiade Matematika dan Fisika, baik hati, aktif di club memanah sebagai Ketua Club dan yang lebih mencengangkan lagi Jasmine menjadi Ketua OSIS!

Jasmine perlahan menjadi gadis yang memiliki kepercayaan diri yang cukup —meski belum sepenuhnya kokoh, tapi perubahan-perubahan kecil yang tumbuh seiring langkah kakinya berayun adalah sebuah harapan besar dan kebahagiaan yang sudah lama di tunggu oleh Jasmine serta orang-orang terdekatnya.

Perlahan, tidak ada lagi gadis kecil yang menunduk ketika berjalan, tidak ada lagi gadis kecil cantik bermata biru yang akan terkejut dan menghindar dari orang-orang yang mendekatinya, tidak ada lagi gadis kecil yang akan meringkuk karena sebuah bentakan yang memutar kenangan buruk di kepalanya.

Pamela sempat terkejut waktu itu, sepulang sekolah Jasmine mengadu sambil menangis. Gadis bermata biru itu kelimpungan karena teman-teman kelasnya 'berkomplot' mencalonkan dirinya sebagai penerus Zayden sebagai Ketua OSIS dan saat dirinya yakin tidak akan ada yang memilih, Jasmine harus menerima fakta bahwa sebagian besar murid sekolah milik keluarganya itu mendukungnya.

Hasil voting ketua OSIS benar - benar diluar nalar Jasmine, ia menang dengan perolehan suara 70%. Saingannya hanya mendapat 30% saja, menjadikannya otomatis sebagai Wakil Ketua OSIS—karena dengan keheranan, Jasmine didaftarkan oleh teman-temannya menjadi Ketua OSIS tidak berikut dengan Wakilnya.

Jasmine menangis semalaman, sampai Isaac harus turun tangan. Kakak sulungnya yang baru menikah satu minggu kala itu, membawa Istrinya menginap di mansion Pramoedya hanya untuk menenangkan Jasmine dan memberikan pengertian bahwa tidak ada yang perlu ditakutkannya lagi.

Semua yang terjadi di masa lalu, belum tentu akan kembali terulang di masa depan. Dan Jasmine harus belajar dari pengalamannya; jangan menjadi pribadi yang mempunyai celah untuk diinjak orang lain. Ia harus menampilkan sisi kuat, percaya diri, lawan semua ketakutan, kegugupan, angkat kepala dan yakinlah tidak akan ada yang 'berani' padanya lagi.

Dan memang sih, ada campur tangan Robert disana. Robert diam-diam selalu memberikan peringatan halus di setiap pidatonya atau selembaran - selembaran yang di sebar di seluruh area sekolah —untuk acara apapun, ia menyelipkan peringatan bahwa jika ada yang berani pada Jasmine maka ia akan berurusan dengan pihak Yayasan langsung.

LOVE LANGUAGE [ END | REVISI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang