33

78 11 0
                                        




"iya, bu" Minju memutarkan bola matanya malas, melirik sebentar gadis yang berada di kursi penumpang di sebelahnya. "we just left the airport. Bentar lagi sampe kok"

"iya iyaa.... Bu, I told you" Minju menggigit pelan bibir bawahnya dan melirik Yujin sekali lagi. Gadis jangkung itu tersenyum manis ke arahnya

"baik bu, aku perlu menyetir. Jumpa nanti" Minju terkekeh pelan setelah mematikan panggilan bersama ibunya. Dia meletakkan hapenya di tempat minuman di mobil yang mereka sewa setelah itu mengambil tangan Yujin dan menggenggamnya dengan erat

"Minmin look nervous" kata Yujin, memiringkan kepalanya, melihat kekasihnya "are you nervous?"

Minju tidak menjawab pertanyaan Yujin, memfokuskan pandangannya ke depan karna lampu sudah bertukar ke hijau. Dia menyetir sambil bernostalgia, laluan ini adalah laluan yang selalu dia gunakan ketika dia masih berada di Daejeon. Bukan dia sahaja sih tapi Yujin juga...cumanya Yujin sepertinya tidak mengingat langsung karna dia sedari tadi kagum dengan pemandangan di luar sana

"ianya akan menyeronokkan, bukan?" kata Yujin, melihat ke arah Minju sambil mengelus pelan pergelangan tangannya

"sudah tentu" Minju tersenyum "kamu bisa berjumpa dengan keluarga ku yang tidak waras" canda Minju, Yujin tertawa mendengarnya. Dia membalikkan tangan Minju dan membuat pusaran kecil di telapak tangannya



sebaik saja Yujin sudah terlepas dari kesnya sebelum ini, dia memulakan rutin therapy appointments. Pada awalnya Yujin keliatan ragu2 untuk melakukan ini tapi disebabkan kata2 Minju, perlahan ianya menunjukkan progress

Dia memang tidak bisa kembali normal 100% tapi there as her doctor had said, there was always room for improvement

Tapi satu masalah yang mengganggu Minju ialah tentang hubungannya bersama Yujin. She talked to Yujin therapist right off the bat, firing question after question at middle aged woman

Dia hanya mendapat senarai nama2 khas tentang istilah perubatan tapi satu yang dia pasti adalah, iya. Yujin was capable of love and a relationship was fine as long as things were taken at a slow pace karna Yujin bisa merasakan apa yang sedang dia lalui

tiba2 saja Minju teringat dengan hubungannya bersama Yujin, setelah kejadian itu di kamarnya, Yujin semakin berani untuk meminta lebih dan Minju dibuat mati akal olehnya. Bukan kerana apa Yujin meminta lebih tapi... Yujin may or may not stumble upon a video? entahlah tapi yang jelas Yujin telah melihat adegan vulgar disebabkan... Yena :)



waktu itu Yena sedang menonton cerita yang pernah dia ceritakan kepada Minju, dia hanya melihatnya menggunakan ponselnya karna Yujin sedang menonton rancangan baru kesukaannya iaitu Victorious . Yena meninggalkan sekejap ponselnya di sofa mereka dan Yujin berpaling ke arahnya, dia ingin meminta bantuan Yena untuk menukar ke episod seterusnya tapi nihil, Yena tidak ada di sana, hanya ponselnya dan sayup2 suara dari cerita itu kedengaran

Dengan penuh tanda tanya Yujin mendekat dan memerhatikan ponsel Yena. Ternyata oh ternyata, Yena tidak pause kan ceritanya dan kini terpampanglah adegan panas di hadapan Yujin, gadis jangkung itu hanya memerhatikannya. Yujin seolah olah mempelajari dan pikirannya penuh dengan beribu soalan. Bisa terdengar desahan dari pelakon wanita itu apabila pelakon lelaki perlahan 'memakan' dirinya

Tidak tahu sudah berapa lama Yujin menonton yang pastinya Dia dengan cepat menolehkan kepalanya apabila mendengar Yena tiba2 saja teriak akan namanya. Dengan pantas Yena mengambil ponselnya dan membulatkan bola matanya apabila dia melihat adegan panas yang masih terpampang di ponselnya

Yellow (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang