agak panjang hehe ;)
Surprisingly, everyone seemed more than welcoming to Yujin. Except for Minju's mother, that was. Throughout the entire meal, she would barely look in their direction. Minju was thankful that Yujin didn't notice this
"Bagaimana dengan kuliahmu, Minju?" Ayahnya bertanya kepada anaknya. Minju meminum airnya dan berdehem
"Professor ku telah memindahkan aku ke kelas hadapan" Dia tersenyum malu. Yujin melihat Minju dengan senyuman bangga
"Dia pikir kalau dia tidak bagus tapi dia sebenarnya sangat bagus" Kata Yujin, "aku memperhatikannya"
"I think that's a common trait among most artists" her dad chuckled. Minju crinkled her nose at Yujin, who giggled and looked away
"You better be focusing on your education, Minju" Akhirnya, Ibu Minju berbicara ke arah mereka. Di memperhatikan Yujin dan Minju, menaikkan kedua alisnya
"oh, sudah tentu" Yujin duluan berbicara sebelum Minju membuka mulutnya "dia tidak mendapat pelukan sebelum dia menyiapkan tugasnya, aku berkata seperti itu" Muka Minju memerah, hatinya berdegup kencang mendengarkan perkara itu dari Yujin
Setelah itu Ibu Minju tidak bersuara lagi. Minju bahkan menahan ketawanya karna Yujin tanpa dia sadari telah menghancurkan rasa curiga ibunya terhadap Yujin
"Ibu, bolehkah aku dan Hitomi ke taman?" Nako meminta izin kepada ibunya
"please?"
"You cant go all by yourself and I don't think a–"
"I can go" Tzuyu stood up, wiping off her hands. Nako and Hitomi squealed excitedly, hoping out of their chairs and running towards the back door
"Nako, dengarin kakakmu ya!" Kata Mrs Kim. Mereka bertigas pun keluar dari rumah itu
Makan-makan pun berakhir, Ibu Minju perlahan lahan membersihkan meja makan, mengangkat piring itu ke dapur. Perlahan Yujin berdiri dan mengikuti Ibu Minju. Gadis cantik itu penasaran dan mengikuti kekasihnya, dia berhenti di hadapan pintu ruangan dapur
"Boleh ku bantu?" Yujin bertanya malu, menyentuh pelan bahu ibu Minju. Ibunya berpaling dan mengangkat sebelah alisnya ke arah Yujin
"Tidak perlu" katanya dingin. Berpaling semula dan meninggalkan Yujin berdiri diam sendirian di tempatnya berada. Minju dengan segera mendekat ke arahnya
"ayuh kita keluar, yudings" katanya lembut sebelum menggenggam tangan kekasihnya "cuaca kelihatan baik hari ini" Yujin cuma menganggukkan kepalanya dan menuruti Minju
"Dia tidak suka aku" kata Yujin lembut setelah mereka keluar dari rumah Minju "Apa aku telah lakukan kesalahan?"
"sudah tentu tidak" Minju menghiburkan kekasihnya, menggenggam erat tangan Yujin "dia hanya perlu masa"
"Kita bisa memberikannya" Yujin berkata dan duduk di ayunan yang berada di halaman belakang rumah Minju. Yujin mencari tangan Minju dan mengaitkan jemari mereka bersama "aku hanya ingin membantunya"
"aku tahu, yudings" Minju mengeluh "ayahku kelihatan menyukaimu, dan Tzuyu unnie, dan Nako dan semuanya" dia mengeratkan pegangan mereka membuatkan Yujin terkekeh pelan
"Aku belum memberikan Minmin hadiah" Yujin baru menyadarinya, dia berdiri dari ayunan dan bergerak ke hadapan Minju
"hadiah?"
Yujin mengangguk, meletakkan sebelah tangannya di lutut Minju dan mendekatkan wajahnya. "Yes. You won tag, so you get a kiss" katanya pelan disertai kekehan kecil, dia mendekat dan mencium bibir Minju. Gadis Cantik itu tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Yujin, melumat bibirnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Yellow (END)
RomanceKim Minju membeci Ahn Yujin, semudah itu. Minju berpindah ke Seoul bersama 3 sahabat baiknya selepas dia tamat sekolah, dia berfikir dia dapat terlepas daripada sosok Ahn Yujin jika dia berpindah ke sana. Anehnya, Ahn Yujin sesosok gadis dia benci t...
