Bab 6. Kabar Buruk

267 11 0
                                        

Sebelum baca sebaiknya vote dulu, ya. Nggak susah dan nggak bayar kok, kalian tinggal klik bintang yang ada di sebelah fitur komentar. Terima kasih.

—oOo—

—oOo—

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

—oOo—

"Apa kamu yang menemani Aruna masak tadi pagi?" tanya Arshaka sambil menatap gadis yang berdiri di hadapannya bersama Aisyah.

"Inggih, Gus," jawab gadis itu dengan wajah yang menunduk.

"Apa rasa masakan Aruna enak waktu kamu mencicipinya?"

"Enak, Gus."

"Lalu kenapa rasanya bisa berubah sangat asin saat para santri memakannya?"

"Saya ndak tahu, Gus. Saya juga bingung kenapa rasa masakannya bisa berubah," tutur gadis itu masih dengan wajah yang ia tundukkan.

Arshaka terdiam. "Apa setelah selesai memasak ada orang yang masuk ke dapur?"

"Ngapunten, Gus, saya ndak tahu. Setelah Mbak Aruna selesai masak, saya dan Mbak Aruna langsung pergi dari dapur umum."

Arshaka mengangguk. "Ya sudah, kalau begitu kamu boleh pergi."

Santri itu mengangguk. "Terima kasih, Gus," ucapnya yang langsung membungkuk dan pergi dari ruangan Arshaka.

"Gimana, Shaka?" tanya Aisyah.

"Aku juga ndak tau, Kak."

"Coba kamu cek kamera CCTV di dapur."

"Tadi aku juga udah ke ruang keamanan, Kak, tapi kamera CCTV di dapur rusak."

"Kok bisa gitu."

Arshaka menggelengkan kepalanya. "Sepertinya ada yang ndak suka sama Aruna," ucap Aisyah.

"Jangan su-udzon, Kak."

"Astaghfirullah hal'adzim." Aisyah beristighfar saat sadar akan kesalahannya. "Terus sekarang kamu mau gimana?" tanya Aisyah.

"Aku juga belum tau, Kak. Tapi aku akan menyelidiki masalah ini."

Aisyah mengangguk, ia juga setuju dengan apa yang dikatakan Arshaka.

—oOo—

Kesibukan para santri yang terlalu Lalang menjadi pemandangan Aruna pagi ini. Rasa bosan dan tidak suka berada di pondok masih mendominasi perasaannya. Ia saat ini tengah duduk di bangku yang ada di depan asrama. Tiba-tiba ada seorang santri yang menghampirinya membuat Aruna terkejut.

Suamiku Gus GalakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang