3

134 16 7
                                    

Ini hari kedua-ku. Ku harap akan ada hal indah di hari ini.

Terdengar nada line masuk di ponselku. Aku membukanya dan ternyata itu dari Niall.

Niall : Hallo Violetta Hudgens. Good morning x

Me : Morning too snail.
Me : *niall duh maaf typo.

Niall : Ah Viol mah gitu deh *emot monyet tutup mata*

Me : Neil kamu kenapa tutup mata? Tapi kalo tutup mata gitu kok kamu jadi tambah tampan yaaa, tampannya melebihi narji cagur. Eh narji sempruul.
Me : *sticker cowok rambut pirang niup love*

Niall : Yah kamu mah gitu:( aku nangis nih:(
Niall : *sticker moon nangis dipojokkan*

Me : duh jangan nangis dong, nanti kamu jadi kurus. Kan gak lucu kalo snail kurus.

Niall : [ just read ]

Yah kayaknya Niall beneran ngambek deh. Bahaya kalo Niall ngambek, bisa-bisa dia makan besar-besaran selama seminggu. Kan kasihan nanti dia jadi tambah gendut, nanti dia tambah jones karena gaada cewek yang mau sama dia. Yaampun Niall maafin aku ya.

Me : Niall, kamu jangan ngambek ya. Maafin aku, aku cuma bejanda:(
Me : *bercanda

Niall : Yah Viol kamu ga ikhlas minta maafnya. Aku gak mau maafin kamu.

Me : Niall yang tampan unyu-unyu, 11 12 sama JB, aku minta maaf yaaa dari lubuk hati yang paling dalam.
Me : *sticker moon megang pisau*
Me : Duh maaf salah sticker:(
Me : *sticker moon nangis darah*

Niall : Tuh kan kamu gitu.
Niall : Kamu mau bunuh aku?
Niall : Oke, bunuh aku dirawa-rawa sekarang.
Niall : BHAY!
Niall : *sticker cowok rambut pirang nangis megang tangkai bunga mawar yang kelopaknya terbang-terbangan*

Me : Yah Niall. AKU MINTA MAAAAAAAAAAAAAAF:"(

Niall : CIUM AKU!

Me : [ just read ]

Ih apaan sih Niall? Sejak kapan dia jadi kayak cabe-cabean gitu, minta cium mulu. Dia pikir aku cewek apaan? Dasar Niall cabe ew.

Aku membanting ponselku ke kasur. Lalu ikut merebahkan diriku ke kasur.

Aku teringat jika aku tak boleh menyiakan detik demi detik dalam kehidupanku, kuputuskan untuk membantu ibu yang pastinya sedang ada di dapur menyiapkan makan siang.

"Bu, mau aku bantu?"

"Boleh"

Aku membantu ibu memotong sayuran lalu menyeburkannya ke dalam panci yang sudah berisi air.

Setelah memasak, aku dan ibu makan bersama di meja makan.

Saat baru saja aku ingin menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutku, suara bel rumah berbunyi. Ibu yang mendengar suara bel rumah berbunyi, segera bangkit dari duduknya,
"Bu, biar aku saja" Aku bangkit dari dudukku sedangkan ibu kembali duduk dan menikmati makan siangnya.

Aku berjalan dengan langkah gontai menuju pintu. 'Tamu sialan! Ganggu orang makan siang aja sih' Batinku.

Aku membuka knob pintu, "Hm hai Viol!!!" Teriak tamu yang datang itu dengan suara yang melengking.

Duh dasar Niall, lama-lama telingaku bisa tuli karena suaranya.

"Duh, ngapain sih kesini? Ganggu aja deh"

"Eh? Aku ganggu? Emang kamu lagi ngapain?" Niall menaikan satu alisnya.

"Aku lagi mak-" aku segera menutup mulutku. Hampir saja aku keceplosan jika aku sedang makan. Kalau Niall tahu aku sedang makan ia pasti ikutan makan. Dan Niall itu tipe orang yang makannya banyak, bisa-bisa lauk dirumahku habis jika ia ikutan makan. Hm anehnya, Niall tak pernah gendut. Perutnya sangat fleksibel.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 23, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Last First Kiss // n.hTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang