5 • False hope

33 2 0
                                        

Setelah Arsena menyatakan perasaannya, ia dan Niscala sekarang begitu dekat sampai sampai orang mengira bahwa mereka sudah ada hubungan, tapi ternyata tidak. Arsena sama sekali tidak menembak Niscala, padahal Niscala sangat berharap padanya.

Maret, April, Mei, Juni. Sampai dibulan Juni, banyak sekali topik yang dibicarakan oleh Arsena dan Niscala. Niscala pun sampai berfikir bahwa Arsena tidak akan meninggalkan Niscala. Akan tetapi, feeling Niscala salah.

Di pertengahan bulan Juni, sikap Arsena pun mulai berubah. Ia sama sekali tidak pernah menyapa Niscala, bahkan menghubungi Niscala. Niscala yang menghubungi Arsena saja hanya dibaca, tidak di respon. Arsena benar benar membuat Niscala merasa "kayanya dia uda gasuka lagi deh sama aku, soalnya chat aku aja ga di bales." Arsena seperti tidak peduli lagi dengan Niscala.

Niscala berfikir "aku gabisa diem aja dengan harapan ini, aku harus minta tolong ka ila." Niscala pun menghubungi ka ila.

"Ka ila, masa ka sena kayaa ngejauh gitu dari akuu. Dia kenapa ya?" ketik Niscala kepada Seila dengan rasa resah

"MASAA SIHH?? emang dia ngapainn kamu?" balas Seila kepada Niscala

"Dia uda nyuekin aku beberapa hari ini, chat aku juga cuma dibaca, dia ga pernah nyapa aku sekarang" jelas Niscala kepada Seila

"Ohh, begituu. Cobaa deh nanti aku tanya ke Sena, dia nganggep kamu tuh apa, teman? kaya aku sama dia atau ada ruang lebih buat kamu. sabar yaa, dia mah emang gitu" balas Seila terhadap Niscala

Keesokan harinya saat Seila, Niscala dan Arsena bertemu di pengajian. Seila pun bertanya kepada Arsena.

"Sen, gue mau tanya deh. lu nganggep Cala tu apa si? kaya lu nganggep gue sebagai teman atau ada ruang lebih" tanya Seila kepada Arsena saat berjauhan dengan Niscala

"Hah? ya sama kaya gue nganggep lu lah, temen. emang kenapa?" balas Arsena

"gapapa, nanya aja." ucap Seila dengan rasa berat hatinya

Dan ternyata Arsena hanya menganggap Niscala sebagai temannya, tidak lebih. Tapi Niscala belum mengetahuinya. Di lain waktu, Seila pun menceritakan hal itu kepada Niscala dengan berat hatinya.

"Cal, kata Sena. Sena cuma nganggep kamu sebagai teman, ga lebih. mending kamu cari yang lain aja deh, dia mah gabisa di arepin" ucap Seila kepada Niscala

"Hah?? iyaa kaa? hahaha, okedee. nanti coba aku move on, pantes aja dia ga ngerespon aku. padahal waktu itu dia bilang kalo dia suka aku, tapi baru 50% ternyata 50% itu uda ilang"
balas Niscala dengan perasaan yang tak karuan itu

"Cari cowo baru aja Cal, masi banyak cowo yang lebih dari Sena. Sena mah kecil" ucap Seila kepada Niscala

Yahh, ternyata Arsena cuma memberikan harapan palsu kepada Niscala. Niscala pun merasa bahwa dirinya harus secepatnya melupakan Arsena. Tetapi, ada 1 hal yang ingin disampaikan Niscala kepada Arsena.

"Berjalanlah sesuai dengan alurnya, lupakan bahwa aku pernah menyukaimu. Dan sekarang rasa itu sudah hilang, mari berteman saja. terimakasih atas cara mu menghargai ku, saat itu." ketik Niscala di laman itu

"Surat terbuka untuk kamu, aku minta maaf atas kesalahan aku dan aku berterimakasih kepada kamu. yang paling penting aku meminta maaf kepada kamu sebesar besarnya" balasan Arsena kepada Niscala

Sedikit demi sedikit, perlahan Niscala sudah melupakan Arsena. Sekarang ia hanya fokus kepada dirinya sendiri dan merespon cowo cowo yang ingin mendekatinya.

Haii semuanya. bertemu lagi dengan aku di bab ke 5 ini, gimana ceritanya? seru kann, ada yang lebih seru loh di bab ke 6. ditunggu yaa, hahaha

Feedback Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang