BAGIAN 23

47.6K 2.8K 124
                                        

HAPPY READING!

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN!❤️‍🔥

💋KOMEN YANG BANYAKK💋

❗️NO SPOILER PLEASE ❗️

Selamat bertemu dengan Fourich!🚩

========

BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 23 | Special Gift ]

Efek dari obat yang terpaksa Alex berikan, berhasil membuat Luina tidur dengan sangat amat pulas. Bahkan sedikitpun dia tidak terusik ketika Regaska naik ke atas tempat tidur.

"Dia beneran tidur, kan? Gak pingsan?"

Tidak ada yang mau menanggapi karena terlalu malas.

Namun seolah diciptakan terus aktif, Regaska dengan iseng menoel-noel pipi dan hidung Luina, membuat ketiga temannya menatapnya penuh permusuhan.

"Gas, lo ngapain sih?" Desis Zirga seraya menepis tangan Regaska dari wajah Luina.

"Ngecek, dia tidur apa pingsan."

"Jangan lo gituin, ntar kebangun, bego. Turun."

"Bentar. Gue masih betah ngeliatin dia. Dia lucu kalau lagi tidur."

Zirga berdecak. Benar-benar melelahkan kalau berhadapan dengan Regaska.

"Gue gak ngerti sama apa yang ada dalam pikiran lo, Lex."

Perhatian Zirga dan Regaska kompak berpindah pada Ardanthe yang memulai pembicaraan serius dengan Alex yang terlihat enggan menanggapi.

"Lo tau kita tadi ngapain, kan? Kita coba buat dia berhenti, tapi lo malah kasih dia minum. Lo emang sepengen itu dia hancur ya?"

Alex menurunkan ponselnya, lalu menoleh pda Ardanthe dengan sorot dingin. "Lo jangan sembarangan kalau ngomong."

Ardanthe mendekatkan wajahnya, lalu mendesis, "Itu fakta."

Grep! "Lo gak tau apa-apa, sialan."

Alex langsung mencengkeram kerah kaos Ardanthe, membuat Zirga bergerak mendekat—memisahkan mereka berdua.

"Woi, woi, calm!"

Alex melepas kasar kerah Ardanthe.

"Bilangin sama temen lo, gausah sok tau jadi orang." Ketus Alex.

"Yaudah kalau gitu kasih tau dong, tujuan lo ngasih obat itu apa!" Balas Ardanthe.

"Gue cuma mau dia tenang. Lo mau jawaban apa lagi?"

"Itu sama aja lo buat dia jadi makin ketergantungan sama obat itu, Lex! Lo sadar gak, sih?"

Di saat Zirga, Alex, dan Ardanthe terlibat bersitegang. Regaska dari atas tempat tidur hanya memandangi mereka sambil menguap, sembari tangannya mengusap kepala Luina tanpa sadar.

"Kalau dia cari obat itu besok—tinggal minumin lagi aja kayak tadi."

"Lex!" Zirga menegur kesal.

Alex terkekeh seolah tak bersalah. Tatapan Ardanthe padanya semakin sinis, seolah tidak senang dengan jawaban Alex yang terdengar menyepelekan segalanya.

"Gue tau lo emang masih mau lanjut soal rencana itu. Tapi modus lo tadi, itu bukan di waktu yang tepat, Lex." Ungkap Zirga.

"Terus kapan waktu yang tepat? Waktu dia gila?" Serobot Alex. "Waktu dia stress, dia gak fokus, dia gak tenang, dia emosi, dia gak waras. Itu waktu yang tepat buat lo?"

BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang