*SHANIA POV*
Huft apa ini. Musibah lagi musibah lagi. Huffft aku mau tobat deh. Ya tuhan.. Apa yang telah kuperbuat? Aku telah menuduh adik kelas yang belum ku kenal. Alias nuduh ke yang bukan orangnya. Bel istirahat berbunyi. Gak ada teman disampingku. Mungkin ini tanda semua orang bakal ngejauhin aku. Aku ajak Maureen ke kantin ah!.
" Rin.. Kita ke kantin yuk, gue laper " ajak ku kepada Maureen
" Apasih, lo kalo mau ke kantin ke kantin aja deh. Kalo gue ga mau ke kantin yaudah. Apa lo ga punya duit? Mau gue pinjemin? Engga? Yaudah lah ke kantin kek sendiri! punya kaki kan! " kata Maureen kesal
Aku hanya menunduk
Eh tapi, Maureen malah pergi ke kantin bersama Citra dan Daisy. Aku hanya sendirian di kelas. Semua orang pergi istirahat. Sesekali aku mondar mandir dari balkon ke kelas. Balkon kelas balkon kelas. Kebetulan kelasku ada di lantai dua.
Sampai sampai orang yang lewat di depanku bisik bisik dengan temannya. Aku langsung masuk kelas dan sedih, tidak ada yang memperhatikanku.
Saat aku di balkon, aku melihat Carissa, Christie dan Tania lewat di depan kelasku, sepertinya mereka ingin pergi ke kantin.
*CARISSA POV*
Aku mulai menenangkan Tania dan Tania juga telah tenang. Di peristiwa tadi pagi,ia tidak kena imbasnya. Yang kena imbasnya hanya aku,Kak Maureen,dan Shania cabe.
Tadi pagi setelah kejadian itu, kami di panggil ke ruang BP oleh Mrs. Sabatini. Dan kami diberi hukuman pengawasan wali kelas selama seminggu.
" Kalian saya beri hukuman pengawasan wali kelas selama seminggu. Apabila kalian berulah lagi, saya beri nilai D+ di nilai sikap pada rapor kalian! "
Mendengar perkataan Mrs. Sabatini membuatku merinding. Apalagi mengingat aku murid baru di sekolah ini. Kalau aku bisa merubah sikapku menjadi seperti Tania, mudah mudahan perkataan Mrs. Sabatini tadi tidak terjadi padaku.
Bel istirahat berbunyi. Aku mengajak Christie dan Tania ke kantin yang berada di lantai satu. Ketika kami melewati lantai dua, kami melihat Shania cabe sedang merenung. Lalu aku nyeletuk.
" Makanya jangan licik. " celetuk ku.
Setelah kami jajan dari kantin, kami melewati lantai dua dan berpapasan dengan Shania. Tiba tiba saja Shania menarik tangan Tania dan meminta maaf.
" Tania, aku minta maaf " kata nya.
Saat Tania belum menjawab, aku langsung tarik tangan Tania.
" Udah ah,ngapain juga kita disini. Gak penting Tan sumpah. "
Aku, Christie, dan Tania langsung ke kelas. Saat aku ingin naik ke lantai tiga, aku menoleh ke belakang dan ternyata Shania sepertinya menyesal. Sesekali ia tarik nafas dan buang napas serta memelas (baca. Memasang muka melas)
*SHANIA POV*
Aku menyesal. Aku harus berbuat apa? Aku tak mau seperti ini. Aku harus bangkit. Gak mau harga diriku hancur karena perbuatanku sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
Trio Joms
RandomCarissa, Christie, dan Tania adalah tiga sahabat yang menamai sahabatnya itu " Trio Joms " karena mereka bertiga culun,lugu, tapi gaul. Mereka tuh solid banget. Saling membutuhkan satu sama lain. Sampai akhirnya. Mereka bertiga difitnah karena pacar...