BAB 19 | NAUGHTY GIRL

2.3K 215 21
                                        

Jasminies, jangan lupa
Tinggalkan jejak ya setiap kalian selesai baca. Biar semangat nulis revisiannya juga ☺️🤍

.
.

"Kenapa bos?"

Marvin menoleh, tepukan bahu dari Robin menyadarkannya dari lamunan.

Hari ini, Marvin sedikit berbeda. Ia lebih banyak diam dan melamun, membuat heran para anggota blackmoon.

"Kalau ada masalah, lo bisa cerita. Gue kan temen lo juga, bukan cuma temen Max," ucap Robin lagi dan mendapat sorotan tajam dari kembaran bos blackmoon tersebut.

"Gue gak ada masalah," jawab Marvin, lalu menghempaskan punggung tegapnya bersandar pada sofa. Di pikirannya saat ini adalah Jasmine.

Setelah kejadian di pantai dua hari lalu, Marvin menghindari Jasmine. Tidak bermaksud untuk membuat gadis itu uring - uringan, hanya saja Marvin butuh waktu untuk menata perasaannya lagi.

Kembarannya, Ketua blackmoon —Max, turun dari ruangan atas. Ia juga ikut merasakan frustasi dan gelisahnya Marvin. Selayaknya anak kembar, Max dan Marvin juga bisa saling berbagi perasaan meski tidak di ungkapkan sekalipun.

"Bos, bos. Di depan ada bu bos," lapor salah satu anggota blackmoon, sontak saja Marvin dan Robin saling memandang.

"Siapa?" Tanya Max mewakili Marvin yang sudah membenarkan posisi duduknya.

"Itu bu bos yang matanya biru, gila cantik banget cewek bos kembar! Gue baru liat langsung secara deket gitu!" Heboh beberapa anggota yang lain.

Zayden memang tidak pernah mengajak Jasmine ke markas blackmoon, inilah yang mereka tidak mau; para buaya darat akan heboh dan kegirangan.

Peraturan Max juga tidak boleh ada yang membawa perempuan ke markas blackmoon, kecuali sewaktu mereka masih SMA —ada Alissya.

"Gimana Vin?" Tanya Max, Marvin terlihat ingin menolak namun ragu. Sebagai kakak, Max tidak mau menekan Marvin. Ia akan mengantarkan Jasmine pulang saja.

"Marvin?"

Belum sempat Max bertindak, suara lembut Jasmine membungkam semua mulut yang menganga di ruangan ini, termasuk Marvin sendiri.

Marvin diam, ia memejamkan mata. Entah mengapa ucapan Jasmine ketika di pantai selalu terdengar di telinga, sangat mengganggu perasaannya.

"Ma—" panggil Jasmine lagi, kini gadis itu bahkan sudah memegang tangan Marvin.

"Ngapain?" Tanya Marvin dengan suara rendah, tanpa bergerak sedikit pun meski Jasmine menarik - narik tangannya.

"Marvin bangun dulu!"

"Lepas!"

Marvin tidak sengaja sedikit meninggikan suaranya, hingga Jasmine takut dan melepaskan tangannya. Gadis bermata biru itu pun mundur satu langkah menjauh, lalu menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Hmm kak Max, abang Zayden ada?" Tanya Jasmine hati - hati, ia melirik Marvin yang masih menatapnya penuh.

"Gak ada. Dia tadi ada kelas tambahan, mungkin nanti abis itu ke sini," jawab Max sambil meneliti ekspresi Jasmine, gadis itu seperti ada yang sedang di sembunyikan atau di rencanakan.

Max sangat tahu, Jasmine tidak bisa berbohong. Jadi saat ia akan atau sedang berbohong, gestur tubuhnya sangat ketara.

Seperti sekarang; mendengar jawaban Max, Jasmine gelisah. Kelihatan sekali.

"Kenapa, Jas?" Tanya Robin, anggota blackmoon dari tadi menyaksikan dari tempat duduk masing - masing.

Jasmine menanggapinya dengan gelengan, melirik Marvin sebentar, sebelum akhirnya melangkah mundur lagi.

LOVE LANGUAGE [ END | REVISI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang