The End

404 44 1
                                    

📌Make sure you press the star button.

_________________________________________

Malam itu gatau kenapa Seulgi gabisa tidur. Mungkin efek dari kepikiran fakta bahwa pagi ini Irene bakal ninggalin dia buat lanjut studi nya di Amerika kali ya.

Kepala Seulgi ga pernah diem semenjak kejadian tadi siang. Semua yang mereka lakuin dan omongin kembali berputar dikepala Seulgi.

Sesekali Seulgi memijat pelan keningnya, sambil buang buangin napas.


"Haaahhh! Gue harus gimana ya?" teriak Seulgi dalam kamarnya



Diambilnya handphone berlogo apel miliknya, terus dia buka aplikasi chatting. Dibukanya room chat miliknya dan Irene. Gaada apa apanya, toh mereka jarang berkomunikasi lewat chat. Mereka lebih sering bertemu langsung, telepon, ataupun videocall. 

Lagi lagi Seulgi buang napas nya secara kasar, terus ngusap mukanya kasar juga yang bikin muka dia merah.


"Ga pernah chatting, foto bareng juga jarang. Terus besok kalo pisah, apa dong peninggalannya Irene? Ahhhh!"






Karena frustasi, akhirnya Seulgi coba coba scroll galeri handphone nya. Siapa tau nemu foto dirinya sama Irene. Dan bener aja! Seulgi nemuin foto dimana dirinya dan Irene foto bareng waktu ada acara sekolah. 

Seulgi diem lama sambil lihatin itu foto, dia juga ketawa sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seulgi diem lama sambil lihatin itu foto, dia juga ketawa sendiri. 

Foto itu beneran diambil setelah Seulgi berusaha memberanikan diri buat nyelonong gitu aja diantara cowo cowo yang antri buat foto bareng Irene.

Kalo bukan karena Irene yang manggil Seulgi, udah pasti Seulgi dikeroyok sama cowo cowo sekolah.


"Lucu" pikir Seulgi


Di scroll nya lagi galeri miliknya, dan nemu! Nemu foto dimana Seulgi minta tolong sama Wendy buat fotoin candid dia sama Irene, dan lagi lagi Seulgi ketawa.

IT'S A LOVE STORYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang