The Battle Looms

311 26 3
                                        

Berita tentang perang yang akan segera pecah telah memicu kepanikan di setiap sudut istana, dari aula besar hingga koridor sempit. Kaisar Sasuke Uchiha berada di pusat pusaran ini, tenggelam dalam tugas-tugasnya dan persiapan untuk pertempuran yang mengancam di setiap perbatasan negara.

Di ruang dewan agung, kaisar dengan baju zirah seremonialnya yang megah sedang berdiskusi dengan para pejabatnya. Matanya yang tajam melirik peta-peta yang tersebar di atas meja kayu yang mengilap, jarinya menelusuri rute dan strategi pertempuran yang rumit

"Jenderal Juugo, divisi Anda harus menahan perbatasan timur," perintah Sasuke dengan suara yang dingin dan penuh otoritas. "Jika musuh berhasil menembus di sana, seluruh posisi kita akan terancam."

Juugo, seorang veteran berwajah ramah yang telah melalui banyak pertempuran, mengangguk dengan tegas. "Dimengerti, Yang Mulia."

Pandangan Sasuke kemudian beralih ke pejabat berikutnya, seorang pria muda yang tampak gemetar di bawah tatapan tajam sang kaisar. "Dan Anda," kata Sasuke, mengarahkan pandangannya dengan ketegasan yang tak tergoyahkan, "pastikan persediaan aman dan siap bergerak kapan saja. Kita tidak boleh mengalami keterlambatan sekecil apapun."

Pejabat muda itu tergagap, "Y-Ya, Yang Mulia, saya akan mengawasinya secara pribadi."

Saat sang kaisar terus mengeluarkan perintah, ketegangan di ruangan itu semakin terasa pekat. Aoma dupa menyengat dan suara gemerisik zirah resmi adalah pertanda bahwa perang yang akan datang adalah perang yang akan menentukan masa depan Kerajaan Uchiha. Oleh karena itu, semua orang di ruangan ini sama-sama mempunyai kecemasan yang setara.

.
.
.

Sementara itu, Naruko (Naruto) Uchiha (Uzumaki), sang ratu, berjalan mondar-mandir dengan gelisah di dalam kamarnya, pikirannya dipenuhi kecemasan. Berita tentang Sasuke yang memimpin perang membuat Naruto cemas. Naruto tak bisa menghilangkan ingatan tentang kematian Sai di medan perang, yang dimana medan perang adalah tempat yang bisa merenggut nyawa manusia.

Bertekad untuk bertindak, Naruto memulai mencari sang kaisar, berharap bisa meyakinkan Sasuke agar mengizinkan Naruto bergabung dalam pertempuran sebagai ahli strategi. Namun, menemukan Sasuke ternyata menjadi tantangan tersendiri.

Naruto pertama-tama mencoba ke taman, tempat di mana Naruto berpikir kalau kaisar mungkin mengambil momen untuk menenangkan pikiran Sasuke sendiri. Mengenakan kimono kerajaan yang kaya dengan warna biru dan emas, Naruto berjalan frustasi di jalur taman yang terawat rapi. Kicauan burung yang lembut dan gemerisik dedaunan tak banyak membantu meredakan kegelisahan Naruto

"Yang Mulia!" panggilnya, suaranya menggema melalui udara di taman yang tenang. "Apakah Anda di sini?"

Tak ada jawaban.

Selanjutnya, Naruto pergi ke lapangan latihan, di mana suara dentingan pedang dan teriakan para prajurit memenuhi udara. Naruto menghindari pedang yang berayun dan mengamati sekelompok prajurit yang sedang berlatih, matanya mencari-cari sosok Sasuke. Tapi tidak ada satupun sosok yang mempunyai kemiripan dengan wajah Sasuke.

Lapangan latihan itu ramai, dengan prajurit-prajurit yang terlibat dalam latihan terlihat intens dengan para jenderal yang berteriak memberikan perintah. Naruto, yang terjebak dalam arena latihan tersebut, iseng berpartisipasi untuk mengikuti gerakan latihan para prajurit. Tapi gerakan Naruto malah membuat dia merasa malu sendiri. Saat Naruto menunduk dan menghindar.....

plak!

kimono kerajaan Naruto berkibar sampai kain lengan kimononya tak sengaja memukul wajah seorang prajurit yang berhenti sejenak dari latihan

"Astaga maafkan aku!" Kata panik Naruto tidak enak hati

Akhirnya, setelah berjam-jam mencari Sasuke, Naruto menemukan Sasuke di ruang belajar kaisar. Ruangan itu dipenuhi rak-rak berisi buku dan gulungan kuno, dan sebuah meja kayu besar mendominasi ruang tersebut, penuh dengan peta dan rencana strategi. Sasuke duduk di belakang meja, perhatian Sasuke sepenuhnya tertuju pada dokumen-dokumen di depannya. Cahaya lembut dari lentera terdekat menimbulkan bayangan di wajah Sasuke yang tampak dingin dan fokus.

The New Queen -TAMAT-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang