Istana megah ramai disetiap sudut, karena para pelayan yang sedang mengenakan seragam putih dan biru bersih sedang bergegas ke sana kemari untuk memastikan bahwa semuanya sudah siap dalam menyambut kedatangan Raja dari kerajaan barat laut. Aula megah, dihiasi dengan tiang-tiang tinggi dan permadani rumit yang menggambarkan pertempuran bersejarah tampak lebih mewah di bawah sinar matahari pagi yang mengalir melalui jendela shoji.
Naruto berdiri di samping Sasuke dengan sikap anggun dan wibawa. Kimono merahnya disulam dengan burung phoenix emas sehingga tampak berkilauan saat Naruto bergerak. Kaisar, Sasuke, berdiri tegak dan wibawa dalam jubah biru gelapnya. Ekspresi Sasuke tetap tenang seperti biasa. Saat pintu istana terbuka....
TAP
Sosok agung melangkah masuk. Kehadiran sosok itu mengundang perhatian Sasuke dan Naruto. Sosok itu adalah Raja dari kerajaan Barat Laut, seorang pria jangkung dengan tubuh lebar dengan sikap yang berwibawa. Raja itu masuk diikuti oleh seorang wanita muda dengan rambut merah mencolok yang mengalir di punggungnya.
Raja itu dan wanita itu memberikan hormat kepada Sasuke dan Naruto
Sasuke dan Naruto membalas dengan anggukan kepala yang anggun.
"Kaisar Sasuke, Empress Naruko," sapa Raja dengan suara yang tegas tapi juga ramah, "Perkenankan saya memperkenalkan putri sulung saya, Karin Uzumaki."
Mata Naruto membelalak kaget, hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Wajah Karin, wanita yang berdiri di depan Naruto nyaris identik dengan wajah sepupu Naruto dari masa depan. Bahkan nama mereka pun sama. Naruto tidak bisa membayangkan bahwa Naruto sedang berhadapan dengan nenek moyangnya sendiri di masa lalu. Namun, penampilan feminin Karin membuat Naruto kesulitan menahan tawa. Naruto berpikir, kalau Karin di masa depan yang tomboy akan sangat terhina melihat versi Karin di masa lalu yang begitu feminin.
"Pftftt!!" gumam Naruto, tak mampu menahan geli.
"Ehem!"
Sasuke, yang menyadari reaksi Naruto, langsung memberi deham yang tegas,
Tatapan mata Sasuke tajam, penuh peringatan.
Naruto segera berusaha menenangkan diri. Naruto menggigit bibir untuk menahan tawa yang hampir pecah. Deham Sasuke seakan mengingatkan Naruto untuk menjaga kesopanan, terutama di hadapan wanita yang jelas-jelas tidak memahami apa yang sedang dipikirkan Naruto.
"Maaf," bisik Naruto dengan suara sedikit bergetar. Naruto berusaha keras menyembunyikan senyum yang masih tersisa. Wajahnya memerah sedikit, mencoba untuk tetap tenang di bawah tatapan Sasuke yang mengisyaratkan agar Naruto lebih hati-hati.
Karin, mengenakan kimono hijau zamrud yang menjuntai dan menonjolkan rambutnya yang merah menyala, melangkah maju dengan membungkuk anggun.
"Merupakan suatu kehormatan bertemu dengan Anda, Yang Mulia," katanya, suaranya manis dan merdu.
Naruto menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. Bahkan suara Karin terdengar persis sama dengan sepupunya. Naruto merasa terkejut melihat bahwa nenek moyang Karin (Sepupu Naruto) ternyata adalah seorang wanita yang begitu anggun. Dalam benak Naruto, Naruto membayangkan kalau wanita itu akan terkejut—atau bahkan menderita migrain dan serangan jantung—jika mengetahui bahwa salah satu keturunan wanita itu mempunyai sikap yang jauh dari kata anggun.
'Sial... ini akan sangat lucu kalau mereka berdua bertemu... hahaha!' pikir Naruto geli, nyaris tak mampu menahan tawanya.
Namun, Sasuke mulai memperhatikan tahan tawa pada Naruto. Sasuke menyipitkan mata dengan tajam saat melihat bibir Naruto masih berusaha keras menahan tawa. Wajah Sasuke yang tegas seolah memperingatkan Naruto untuk segera mengendalikan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
The New Queen -TAMAT-
FanfictionNaruto Uzumaki, Pria Mahasiswa berumur 20 tahun time traveled ke masa lalu dan malah menjadi seorang Ratu, namanya Naruko Uchiha. Naruto yang tidak tau bagaimana bersikap seperti wanita, apalagi seorang ratu, malah menimbulkan kekacauan dalam istana...
