Sebelum baca, gue mau jujur dulu..
Gue ga expect akan ada yang baca awalnya. Karna gue yakin genre awal 2012, dimana gue datang pertama ke wattpad, dan genre sekarang (2024) itu beda, beda jauh. Tapi gue gamau nyerah dengan cerita gue, dan gue berterimakasih dengan sangat. Serius.
Mungkin kalo ga ada yang baca juga gue gapapa, karna kan perkembangan cerita selama 1 dekade itu banyak ya dan mungkin ada yang gasuka alur cerita dulu dibanding sekarang, gitu. Tapi gue apresisasi antusias kalian yang sudah mau baca. Gue usahain untuk nulis lebih giat lagi ya.
Thank you, semuanya! -y
*****
Yeona sampe sekolah dan dia jalan dari lobby ke sekolah sebelum di sambut lagi sama pak Harris, "Selamat pagi, Yeona," ucap Harris.
Yeona senyum, "Pagi, pak," ucapnya balik.
Harris noleh, "Kamu keliatan beda hari ini. Apa karna rambut kamu di urai?" Tanya Harris sambil noleh ke arahnya.
Yeona juga baru sadar kalo dia lupa sama ikat rambutnya. Yeona ngangkat bahunya, "Mungkin, pak," ucapnya samhik senyum malu.
Harris cuma ngangguk sebelum Yeona melewatinya dan jalan menuju kelas. Yeona sampai pas saat bel berbunyi. Dan waktu dia mau masuk kelas, ada yang mau masuk kelas juga sambil bawa buku.
Yeona lari menghampirinya dan bawa setengah bebannya, "Sini gue bantu," ucapnya.
Lelaki itu noleh ke Yeona, "Makasih," ucapnya sambil tersenyum. Dia berhenti sejenak dan noleh ke Yeona, "Lo anak baru itu kan? Yeona kan, nama lo?" Tanyanya.
Yeona noleh ke lelaki tersebut dan ngangguk, "Iya. Lo tau nama gue dari mana?" Tanya Yeona.
Lelaki itu cuma mengangkat bahunya, "Temen gue. Oh iya, gue Haruto," ucapnya sebelum dia masuk ke kelas Yeona dan simpan buku bukunya di meja guru. Haruto noleh ke Yeona, "Salam kenal, Yeona," ucapnya sambil natap matanya Yeona.
Yeona cuma ngangguk sebelum dia duduk ke kursi biasanya yang dekat jendela, sebelum akhirnya pelajaran pertama dimulai. Di tengah pelajaran, tiba tiba ada yang masuk. Murid itu berdiri di depan pintu dan bicara, "Permisi, pak. Saya mau ngasih slip SPP untuk Han Yeona," ucapnya.
Yeona noleh ke sumber suara dan bertatapan dengan lelaki tersebut. Pak guru yang di depan bicara sejenak sebelum ngasih aba aba untuk Yeona. Yeona berdiri dan bicara, "Buat Yeona?" Tanyanya.
Lelaki itu ngangguk perlahan, "Iya. Ini slip SPP nya," ucapnya sambil ngasih selembar kertas. Yeona dan lelaki tersebut saling tatap lagi sebelum lelaki itu bicara, "Itu aja sih,, gue juga tadi di mintain tolong sama pak Harris," ucapnya.
Yeona ngangguk, "Makasih," ucapnya singkat sebelum lelaki itu ga ada kata apa apa lagi sebelum dia jalan ke arah lain. Yeona cuma berdiam, dan baru sadar juga kalo dia ngeliatin lelaki itu sampe akhirnya dia masuk kelas lagi.
Setelah pelajaran matematika selesai, Jay narik kursi dan duduk samping Yeona, "Bawa bekel lagi?" Tanya Jay.
Yeona ngangguk, "Iya. Tapi gue nanti ikut ke kantin kok gue duduk sama lo lagi," balasnya.
Jay cuma senyum tipis dan ngangguk, "Oke kalo gitu. Oh iya, tadi gue mau nanya soal materi," ucap Jay sambil bukain buku paket punyanya. Yeona ngangguk dan Jay mulai bertanya, Yeona juga mencoba untuk menjelaskannya dengan singkat, padat, dan mudah di mengerti sama Jay.
Jay ngangguk aja, walau sebenernya Jay sudah mengerti, tapi dia ngerasa seneng saat di jelaskan dan di ajak ngobrol sama Yeona. Selesai Yeona menjelaskan, pas juga bel istirahat bunyi. Jay noleh ke Yeona dan Yeona ngangguk sebelum akhirnya ikut Jay ke kantin.
Sesampai di kantin, Jay duduk di kursi yang kosong dan Yeona duduk di depan Jay. Niki duduk di samping Yeona, buat Yeona sedikit kaget, tapi pada akhirnya mereka bertiga makan dengan tenang. Begini lah setengah dari hari keduanya Yeona. Belum ada apa apa yang terjadi juga, kan ?
*****
Yeona yang fokus ke jalan tiba tiba ada dapet kabar kalo supinya harus pulang mendadak. Yeona garuk kepala sebelum dia ngabarin mamanya dan baru jalan menuju perpustakaan. Pas dia sampe di sela sela salah satu rak, Yeona tarik nafas dan buang perlahan sebelum dia ngerasa dunia seketika berputar 180°.
Yeona berlutut dan nahan dirinya sebelum dia ngeliat ada orang yang megangin dia dari depan. Dia gabisa denger seketika orang itu ngomong apa. Tapi dia tau kalo wajahnya khawatir banget. Tapi Yeona kaya pernah liat dia sebelumnya.
Perlahan setelah pusingnya mereda, Yeona berkali kali coba buat fokus ke satu hal dulu. Dia coba buat beraba, kebetulan lelaki itu megangin tangan Yeona. Setelah Yeona meraba, dia coba turup mata sebelum dia fokus ke suara.
"Hey, tenang aja. Lo ga sendirian kok, gue bantuin lo ya? Lo butuh apa?" Tanyanya.
Setelah Yeona bisa mendengar lelaki itu, dia buka matanya perlahan dan coba buat menatap lelaki itu. Mereka berdua saling tatap, terlihat jelas dari wajah lelaki itu kalo dia khawatir sama Yeona. Yeona tarik nafas sebelum dia bicara, "Lo disini?" Tanya Yeona yang masih linglung itu.
Lelaki itu seketika tau kalo Yeona lagi ga baik baik aja. Lelaki itu jawab, "Iya, gue disini," jawabnya dengan lembut.
Yeona ngangguk perlahan, lelaki itu ngangguk juga sebelum dia cuma menemani Yeona duduk. Yeona masih tarik nafas sebelum dia akhirnya punya energi buat minum. Dia minum dan dia noleh ke arah lelaki itu lagi, "Lo yang ngasih slip SPP ke gue itu bukan?" Tanya Yeona.
Lelaki itu noleh ke Yeona dan ngangguk, "Iya, itu gue. Gue belum ngasih tau nama gue, gue Jake. Temen temen gue manggil Jake, nama di sekolah gue Sim Jaeyun," ucapnya sambil ngulurin tangnnya.
Yeona nerima tangan Jake dan jabat tangannya, "Gue Yeona," ucapnya.
Jake ngangguk dan masih natap Yeona sebelum dia nanya, "Lo udah baik baik aja? Atau lo masih pusing? Lo minum obat ga?" Tanya Jake yang masih terlihat khawatir itu.
Yeona geleng geleng, "Gue baik baik aja. Makasih ya udah mau bantu gue. Maaf kalo gue ganggu waktu lo," ucap Yeona sambil ngerasa bersalah itu.
Jake geleng, "Gapapa kok. Gue juga tadi lagi beresin buku aja sebentar. Ada yang lo cari disini?" Tanya Jake sambil berdiri dan bantuin Yeona beridiri juga.
Yeona berdiam sebelum dia geleng geleng, "Sebenernya gue kesini cuma nyari tempat tenang," gumamnya sambil lirik ke hal lain.
Jake yang dengar alasan Yeona ga heran, dan dia ngangguk. Jake mengerti perasaan Yeona saat itu juga. Jake noleh ke Yeona, "Lo mau disini dulu?" Tanya Yeona.
Yeona ngangguk, "Boleh kan?" Tanyanya.
Jake senyum sambil ngangguk, "Boleh kok. Gue juga masih disini dulu. Eh iya, lo balik sama siapa? Biasanya kalo gue beres, sekolah udah lumayan sepi," ucapnya dengan sedikit khawatir. Yeona cuma geleng sebelum Jake akhirnya berinisiatif, "Mau balik bareng gue?" Tanya Jake dengan polosnya itu. Yeona rasanya malu, tapi Yeona ngangguk juga sambil nunduk. Jake senyum, "Lo gausah ngerasa ga enak ya, gue disini kok," ucap Jake.
Yeona cuma ngangguk dan duduk di kursi yang mejanya panjang. Jake yang lagi kembaliin buku buku sesekali noleh ke Yeona, dia senyum tipis sebelum dia lanjutin kerjaannya lagi. Pas Jake udah selesai, dia ngeliat Yeona senyum senyum sendiri sambil nonton. Jake yang ngeliat dari jauh cuma senyum tipis sebelum dia ngambil tas nya, biar Yeona ga malu, dia biasa lagi sebelum jalan menuju Yeona, seakan akan dia ga liat.
Jake mendekat, "Pulang?" Tanya Jake.
Yeona noleh dan ngangguk, "Iya, ayo," jawabnya dengan senyum tipis.
Sampe di parkiran, Jake ngeluarin motornya, yang buat Yeona kaget juga karna Yeona baru liat motornya Jake, ya macam motor besar gitu. Jake ngegas menuju Yeona, dia pake jaket dan helm nya sebelum dia noleh ke Yeona, "Yuk? Nanti arahin aja ya," ucap Jake.
Yeona ngangguk sebelum dia naik ke motornya Jake. Yeona awalnya agak sedikit canggung sebelum dia akhirnya pasrah dan megang jaket Jake dari samping sebelum akhirnya Jake berangkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Sides [J•S]
Fanfiction'The classic high school love story' Ya, namanya juga masa masa sekolah. Berharap apa sih? Mungkin berharap hidup ga terlalu drama, iya kan? Saat ini, itu yang di harapkan seorang Jake Shim AKA Sim Jaeyun. Di sisi lain, kenal sama mantan siswa korba...
![Two Sides [J•S]](https://img.wattpad.com/cover/373084866-64-k241095.jpg)