Hari-hari berlalu sejak transformasi Linnea menjadi manusia, dan meskipun ia masih beradaptasi dengan tubuh barunya, rasa penasaran yang tak terbendung mulai tumbuh di dalam dirinya. Setiap kali ia menatap keluar dari jendela kecil di sudut laboratorium, ia merasakan dorongan kuat untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia di luar. Dulu, ia hanya bisa melihat dunia dari dalam kaca akuarium—terkurung, terbatas, dan tanpa banyak pilihan. Namun sekarang, sebagai manusia, ia merasa dorongan kuat untuk menjelajahi dunia baru yang terbentang di hadapannya.
Suatu pagi, saat Dr. Ezra sibuk dengan catatannya, Linnea memberanikan diri untuk bertanya, "Dr. Ezra, apakah... apakah aku bisa keluar dari sini? Maksudku, keluar dari laboratorium?"
Dr. Ezra, yang terkejut mendengar permintaan itu, menghentikan apa yang ia lakukan dan menatap Linnea dengan penuh perhatian. "Keluar?" ulangnya, seolah-olah ia tidak yakin apakah ia mendengar dengan benar. "Maksudmu, keluar ke dunia luar?"
Linnea mengangguk pelan. "Ya... aku ingin melihat dunia di luar sini. Selama ini, aku hanya bisa melihatnya dari dalam akuarium, tapi sekarang... aku ingin merasakannya sendiri. Aku ingin tahu bagaimana rasanya berada di luar sana."
Dr. Ezra menghela napas panjang, memikirkan permintaan Linnea dengan serius. Ia tahu bahwa membawa Linnea ke luar laboratorium adalah keputusan yang penuh risiko. Tubuh Linnea masih dalam tahap penyesuaian, dan dunia di luar sana bisa menjadi terlalu overwhelming untuknya. Namun, ia juga memahami rasa ingin tahu Linnea, sesuatu yang alami bagi setiap makhluk hidup.
"Linnea," Dr. Ezra memulai dengan suara tenang, "aku mengerti keinginanmu untuk menjelajahi dunia luar. Tapi kau harus mengerti, ini bisa menjadi pengalaman yang sangat menantang. Tubuhmu masih dalam tahap penyesuaian, dan dunia di luar sana tidak selalu seindah yang kita bayangkan."
Linnea menundukkan kepalanya sejenak, memikirkan kata-kata Dr. Ezra. Ia tahu ada banyak hal yang belum ia ketahui tentang menjadi manusia, tetapi keinginan untuk melihat langit biru, merasakan angin di wajahnya, dan mendengar suara-suara yang hanya ia bayangkan selama ini, sangat kuat.
"Aku tahu ini mungkin sulit," kata Linnea akhirnya, menatap Dr. Ezra dengan mata penuh tekad. "Tapi aku ingin mencobanya. Aku ingin melihat dan merasakan dunia dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Jika aku tidak mencoba, aku akan selalu bertanya-tanya."
Dr. Ezra terdiam sejenak, menimbang-nimbang kata-kata Linnea. Ia bisa melihat bahwa Linnea sudah sangat yakin dengan keputusannya, dan ia tidak ingin menghalangi keinginan Linnea untuk menemukan jati dirinya di dunia yang baru ini. Akhirnya, dengan berat hati, ia mengangguk.
"Baiklah, Linnea. Kita akan keluar hari ini," kata Dr. Ezra dengan lembut. "Tapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Aku akan menemanimu dan memastikan semuanya berjalan lancar."
Namun, sebelum mereka pergi, Dr. Ezra membawa Linnea ke lemari besar di pojok laboratorium. "Kita harus memastikan bahwa tidak ada yang mengenali perbedaanmu. Kau harus berpakaian dengan hati-hati," katanya sambil membuka lemari itu, memperlihatkan berbagai pakaian yang tergantung rapi. Ia memilihkan sebuah mantel panjang berwarna gelap dan kerudung lebar untuk menutupi rambut Linnea yang mencolok.
Linnea melihat pakaian itu dengan sedikit bingung, tetapi mengikuti instruksi Dr. Ezra. Setelah ia mengenakan mantel dan kerudung itu, hanya wajahnya yang terlihat, menyembunyikan sebagian besar keunikannya sebagai makhluk setengah manusia.
"Ini terasa... aneh," kata Linnea saat melihat pantulannya di cermin. "Tapi jika ini membuatku bisa keluar, aku akan memakainya."
Dr. Ezra tersenyum menenangkan. "Ini hanya untuk sementara, Linnea. Yang terpenting adalah kau bisa menikmati pengalaman di luar sana tanpa harus khawatir tentang pandangan orang lain."

KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Kaca ke Dunia
ФэнтезиDalam laboratorium Dr. Ezra, terjadi sebuah kecelakaan eksperimen yang mengubah seekor ikan cupang bernama Linnea menjadi manusia setengah ikan. Terjebak dalam tubuh barunya, ia sangat kesulitan beradaptasi dengan dunia manusia. Linnea yang baru saj...