Hari-hari berlalu, dan suasana di laboratorium semakin penuh dengan aktivitas. Dr. Ezra menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan itu, tenggelam dalam tumpukan catatan dan layar komputer yang menampilkan berbagai grafik dan data. Fokus utamanya adalah mencari cara untuk membalikkan transformasi Linnea atau setidaknya memahami proses yang telah mengubahnya dari ikan cupang menjadi manusia.
Di luar laboratorium, Linnea semakin terhubung dengan dunianya yang baru. Setiap hari, dia belajar lebih banyak tentang dunia manusia—dari warna dan bentuk hingga rasa dan suara. Ia menemukan kegembiraan dalam setiap penemuan kecil, dan rasa ingin tahunya yang tak terbatas mendorongnya untuk menjelajahi lebih jauh. Meskipun dia merasa lebih nyaman dengan tubuh manusianya, masih ada bagian dari dirinya yang terasa seperti ikan. Namun, dia mulai menganggap bagian-bagian itu sebagai bagian dari dirinya yang unik, bukan sebagai halangan.
Suatu pagi, Linnea memasuki laboratorium dengan semangat yang menyala di matanya. Dia baru saja kembali dari taman dan merasa perlu untuk berbagi penemuan terbarunya dengan Dr. Ezra. "Dr. Ezra, aku menemukan sesuatu yang menarik kemarin di taman!" serunya saat dia mendekati meja kerja Dr. Ezra. "Ada tanaman dengan daun yang berbeda dari yang lain. Aku pikir mungkin itu bisa membantu kita mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana tumbuh-tumbuhan berfungsi."
Dr. Ezra mengangkat kepalanya dari tumpukan catatannya dan tersenyum kepada Linnea. "Itu sangat menarik, Linnea. Mari kita lihat apa yang kau temukan."
Linnea mengeluarkan buku catatan kecil yang berisi gambar dan deskripsi tanaman yang dia temui di taman. "Ini adalah tanaman yang aku maksud," katanya sambil menunjuk gambar di dalam buku. "Daunnya berbentuk unik dan warnanya juga berbeda dari daun yang biasa kita lihat."
Dr. Ezra memeriksa buku catatan Linnea dengan teliti, matanya penuh perhatian. "Ini adalah jenis tanaman yang jarang ditemukan di daerah kita," ujarnya sambil melihat gambar itu. "Aku akan menambahkannya ke dalam penelitian kita. Ini bisa memberikan wawasan tambahan tentang ekosistem sekitar."
Linnea merasa bangga karena penemuannya dapat berkontribusi pada penelitian Dr. Ezra. "Aku senang bisa membantu," katanya dengan senyuman.
Sementara itu, Dr. Ezra kembali ke pekerjaannya yang lebih kompleks. Ia memeriksa data dari eksperimen sebelumnya, berusaha menemukan pola atau anomali yang mungkin menjelaskan bagaimana transformasi Linnea terjadi. Setiap hari, ia mencari cara untuk membalikkan proses tersebut, namun semakin dalam ia menyelidiki, semakin banyak pertanyaan yang muncul tanpa jawaban.
"Kenapa aku tidak bisa menemukan apa pun yang relevan?" gumam Dr. Ezra sambil menggeser beberapa grafik dan data di layarnya. "Ini seperti pencarian jarum dalam tumpukan jerami."
Linnea yang mendengar keluhan itu merasa prihatin. Dia mendekati Dr. Ezra dan meletakkan tangan di bahunya. "Apakah ada yang bisa aku bantu, Dr. Ezra?"
Dr. Ezra menatap Linnea dengan raut wajah yang lelah namun penuh rasa terima kasih. "Aku tahu kau ingin membantu, Linnea. Tapi ini adalah sesuatu yang sangat kompleks dan aku harus memastikan setiap langkahku benar. Ada banyak variabel yang harus dipertimbangkan."
Linnea mengangguk, meskipun dia merasa sedikit frustrasi karena tidak bisa membantu lebih banyak. "Aku mengerti. Tapi jika kau membutuhkan istirahat, aku bisa pergi ke taman dan belajar lebih banyak lagi. Aku ingin menjadi lebih berguna dalam proses ini."
Dr. Ezra tersenyum lembut, merasa terhibur oleh semangat Linnea. "Terima kasih, Linnea. Itu ide yang bagus. Terkadang, istirahat juga bisa memberikan perspektif baru."
Linnea meninggalkan laboratorium dengan semangat yang baru, memutuskan untuk menghabiskan waktu di taman. Dia mengambil buku catatannya dan memulai eksplorasi baru, mengamati tanaman dan hewan dengan penuh rasa ingin tahu. Setiap hari, dia mencatat pengamatannya dengan teliti, merasa bahwa ini adalah caranya untuk berkontribusi pada penelitian Dr. Ezra, meskipun dia tidak bisa terlibat langsung dalam pekerjaan laboratorium.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Kaca ke Dunia
FantasyDalam laboratorium Dr. Ezra, terjadi sebuah kecelakaan eksperimen yang mengubah seekor ikan cupang bernama Linnea menjadi manusia setengah ikan. Terjebak dalam tubuh barunya, ia sangat kesulitan beradaptasi dengan dunia manusia. Linnea yang baru saj...