Typo?
◯ Single
◯ Taken
◉ Idk wtf is going on
──────────────────
"Ahh! Sialan!"
[Name] terbangun dari tidur lelapnya setelah memimpikan dirinya mati tertikam. Napasnya terengah-engah lalu meraba-raba area dimana ia ditusuk, dan ternyata tidak ada luka tusuk sama sekali.
"Oh, astaga ternyata hanya mimpi?" ucapnya pada dirinya sendiri setelah menyadari bahwa ia hanya bermimpi buruk. Tapi kenapa.. Rasa sakitnya nyata?
Matanya menganalisis setiap sudut ruangan, "lho? Tunggu? Ini bukan di kamarku?!"
[Name] memandang tak percaya pada ruangan yang ia tempati ini, rumah kayu yang kumuh dan kotor. "Apa-apaan ini?! Kok aku disini? Rumah siapa ini?!"
[Name] bangkit dari duduknya dan menoleh ke samping untuk melihat pantulan dirinya di cermin.
[Name] terpaku ketika melihat dirinya bak seorang putri.
"I-ini beneran aku...? Cantik banget, gilaa!!"
[Name] meraba-raba wajah putih mulusnya ketika melihat sosok wajah dirinya yang berbeda. Dia terlihat lebih muda, seperti gadis berumur 17 tahun. Mengingat dirinya yang dulu berumur 26 tahun dan kini kembali menjadi 17 membuatnya senang, apa lagi memiliki wajah yang paripurna cantik ini.
Iris ruby yang cantik serta surai kuning cerah yang lembut, kulit mulus seputih salju dan tubuh yang ramping. Apakah ini bidadari?!
"Yaampun!! Kenapa wajah ini cantik sekali?!"
[Name] terus saja mengagumi wajah barunya tanpa menyadari pintu dibelakangnya terbuka.
"[Name]?"
Wanita paruh baya sekitar 40 tahunan memasuki kamarnya dengan pandangan bingung.
"Apa yang kau lakukan? Cepat mandi dan cat rambut mu, kita akan kepasar." ucapnya dan beranjak pergi.
[Name] mematung mencerna perkataannya, untuk apa ia menyuruhnya mengecat rambutnya? Padahal cantik. Dan siapa pula wanita itu?
Oke, dari pada bingung seperti orang gila, lebih baik ia turuti saja ucapan wanita tadi. Lalu setelahnya ia ingin mencari tau dimana dia sekarang, dan siapa orang yang ia rasuki tubuhnya ini.
Omong-omong, nama orang yang ia rasuki tubuhnya ini ternyata memang sama denganya, ya?
Kini [name] dan wanita tua itu atau bisa dibilang ibunya tengah berada di pasar untuk membeli kebutuhan ekonomi mereka.
Iya, [name] mengecat rambut kuningnya menjadi warna hitam, selaras dengan rambut ibunya.
Setelah ia mencari tau sedikit, ternyata ia berada di dalam sebuah novel yang terakhir dibaca sebelum tertikam. Iya, kok. Tau, kalau sekarang ia sudah mati dan merasuki tubuh seorang gadis cantik. Seperti transmigrasi.
"Ternyata bukan mimpi?..." helaan napas keluar dari bibir mungil [name], ternyata ia benar-benar mati, bukan hanya bermimpi buruk.
Padahal kan ia belum menggapai cita-citanya dan menikah. Cita-citanya ia ingin menjadi seorang pengangguran kaya raya, lalu menikah dengan duda kaya raya. Beuhhh.. Betapa nikmatnya dunia jika cita-citanya tergapai.

KAMU SEDANG MEMBACA
Je t'aime, ma chérie
Storie d'amore「Ahn [name], ber reinkarnasi kedalam novel yang terakhir ia baca sebelum mati terbunuh tanpa tau akan lanjutan cerita tersebut 」 ⪻ bagaimana kedepanya? Akankah ia masuk kedalam konflik utama, ataukah menghindari konflik dengan memilih pergi dari neg...