HAPPY READING!
❤️🔥JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN!❤️🔥
💋KOMEN YANG BANYAKKK💋
‼️NO SPOILER PLEASE‼️
Selamat bertemu dengan Fourich!🚩
========
BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 34 | Hug ]
"Gak mungkin.."
Alex menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan sorot matanya yang terlihat tidak percaya.
Sementara Regaska dan Zirga sendiri, mereka berdua juga sama terkejutnya.
Kedua laki-laki itu tidak pernah mengira akan mendapatkan informasi semengejamkan ini tentang Luina.
Kenapa rasanya, hidup gadis itu menjadi berantakan setelah ayahnya terbukti terlibat dalam kasus penggelapan dana perusahaannya Ardanthe?
Atau mungkin lebih tepatnya... setelah mereka menariknya masuk ke dalam mansion besar ini(?)
Jujur mereka marah. Marah pada Ardanthe karena tidak memberitahu mereka tentang hal ini sejak awal. Tetapi melampiaskan kemarahan pada Ardanthe, sungguh tidak ada gunanya.
Thomas tetap bebas—dan Luina tetap tidak akan kembali pada Partha.
"Sekarang, kita harus cari jalan keluarnya. Luina gak boleh tau soal ini. Gak boleh." Sahut Alex, membuat Regaska yang berdiri di sebelahnya menatapnya tak terbaca.
"Kenapa gak boleh, Lex?" Nada Regaska terdengar menantang. "Kita kasih tau aja sekarang sekalian. Mumpung dia lagi emosi, biar tambah pecah."
Alex seketika berdiri. "Gas, lo masih gak ngerti juga?"
Alex mendekati Regaska dengan tatapan yang sama tajamnya dengan lelaki itu. Tatapannya terlihat mengintimidasi seseorang yang sayangnya tidak akan punya rasa takut terhadapnya.
"Ini bukan perkara sepele. Luina bisa gila tau gak?! Dia dibuang, Gas. She's alone now!" Sentaknya di akhir kalimat.
"Ya emang kenapa?! Bukannya ini yang lo mau?" Regaska menyentak balik. "Lo yang gak pernah mau berhenti dari permainan lo—lo yang selalu pengen dia hancur, bukannya seharusnya.. lo seneng dengar berita ini?"
Alex mengepalkan tangannya, dan— Bugh!
"Bangsat! Berhenti mojokin gue, anjing!"
Zirga berdecak, lalu menarik Alex mundur. Karena kalau dibiarkan, kedua temannya ini bisa adu hantam, dan malah sulit dihentikan.
"Beraninya main tangan, karena lo gak bisa nyanggah omongan gue, kan?"
"Gas!" Sentak Zirga.
Lelaki itu berusaha menyadarkan Regaska untuk mengerti situasi.
"Tau sikon dong. Kalau mau berantem ntar aja!"
Regaska mendecih.
"Kita gak akan nemu jalan keluarnya kalau lo-nya ngajak ribut terus. Tenangin diri lo dulu bisa?"
Masih dengan mulut yang terkatup rapat, Regaska membuang pandangan.
"Kalau aja kamar ini gak kedap suara, gue yakin Luina udah denger suara lo dari tadi. Dont you understand about it?!"
"Tapi—"
"Gas!" Sela Zirga.
"Kalau lo terus-terusan kayak gini, Luina bisa-bisa kesini dan dengerin omongan kita. Dan lo bisa bayangin gak seterpukul apa dia kalau tau?" Lanjutnya membungkam Regaska.
KAMU SEDANG MEMBACA
BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]
Jugendliteratur"You look so scared, baby. What's going on?" "Relax, L. We're not here to bite you." "Come on, Lui. You know there's nowhere to run, right?" "Lo takut, sayang?" *** Hidup Luina hancur dalam semalam. Ayah tirinya ditangkap karena menggelapkan triliun...
![BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]](https://img.wattpad.com/cover/370508211-64-k271214.jpg)