Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaemin meninggalkan pasar malam dengan perasaan campur aduk. Pertemuan tak terduga dengan Minjeong mengingatkannya pada masa lalu yang penuh kenangan indah. Ketika dia kembali ke apartemennya, pikirannya masih terjaga oleh percakapan mereka malam itu.
Setibanya di apartemen, Jaemin meletakkan tasnya dan langsung menuju meja kerja di sudut ruangan. Proyek kuliah yang harus dia kerjakan terletak di meja, tapi malam ini, ide-ide desain seakan menghilang dari pikirannya. Alih-alih fokus pada tugasnya, Jaemin terus memikirkan Minjeong dan pertemuan mereka yang kebetulan.
Dia memutuskan untuk mengambil napas sejenak dan duduk di sofa. Malam itu terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun, dia akhirnya bertemu lagi dengan Minjeong, seorang teman dari masa kecil yang sudah lama tidak dia temui. Jaemin merasa ada sesuatu yang belum selesai, sebuah rasa penasaran tentang bagaimana hidup Minjeong berubah sejak mereka terakhir kali bertemu.
Jaemin mengingat kembali percakapan mereka, terutama saat Minjeong menyebutkan bagaimana dia berusaha menghibur diri. Jaemin merasa tergerak untuk mengetahui lebih banyak tentang hidup Minjeong saat ini, bagaimana dia mengatasi tantangan, dan apa yang membuatnya bahagia. Namun, Jaemin juga sadar bahwa dia tidak bisa langsung melibatkan dirinya dalam kehidupan Minjeong tanpa alasan yang jelas.
Dia memutuskan untuk mengejar inspirasi yang mungkin bisa membantunya dalam proyek kuliah. Jaemin membuka laptopnya dan mulai meneliti lebih dalam tentang budaya lokal dan desain urban yang dia butuhkan. Namun, pemikirannya masih teralihkan oleh ingatannya tentang Minjeong. Ia merasa seperti pertemuan malam itu bukanlah kebetulan semata, melainkan kesempatan untuk menyambung kembali hubungan yang lama dan mungkin bahkan menjalin persahabatan yang baru.
Saat malam semakin larut, Jaemin menyadari bahwa ia harus menyusun rencana untuk bertemu Minjeong lagi.
"Mungkin aku bisa mengundangnya untuk bergabung dalam proyek kuliahku sebagai bagian dari penelitian," pikirnya. "Setidaknya, itu bisa jadi alasan yang baik untuk bertemu lagi dan mengetahui lebih banyak tentang hidupnya."
Dengan semangat baru, Jaemin mulai menulis pesan untuk Minjeong, berharap bisa mengatur waktu untuk pertemuan berikutnya. Dia ingin memastikan bahwa kali ini, pertemuan mereka tidak hanya menjadi kenangan indah dari masa lalu, tetapi juga awal dari sesuatu yang lebih berarti.
Jaemin menekan tombol kirim pada pesannya dan merasa lega. Dia tahu bahwa pertemuan mereka mungkin akan membuka pintu untuk banyak kemungkinan baru. Dengan perasaan optimis, Jaemin akhirnya menutup laptopnya dan bersiap untuk tidur, siap menghadapi hari esok dengan semangat yang baru.
Tentu, berikut kelanjutan Chapter 2 dari sisi Jaemin:
🕊️
Keesokan paginya, Jaemin terbangun dengan rasa semangat baru. Setelah mengirim pesan kepada Minjeong malam sebelumnya, dia merasa antusias menunggu balasan. Dia memulai harinya dengan rutinitas pagi yang biasa—sarapan sederhana dan mengecek email dari kampus.