BAGIAN 35

45.8K 2.9K 393
                                        

HAPPY READING!

❤️‍🔥JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN!❤️‍🔥

💋KOMEN YANG BANYAKKK💋

‼️NO SPOILER PLEASE‼️

Selamat bertemu dengan Fourich!🚩

========

BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 35 | Suspecious ]

Ardanthe merapikan helaian rambut Luina yang tertidur di atas lengannya dengan hati-hati.

Semalam, Luina mendusel mencari kehangatan. Maka dari itu dengan baik hati, Ardanthe menarik tubuh gadis itu untuk ia lingkari dengan pelukan, setelah menyelipkan tangannya di lekukan leher.

Namun, siapa yang menyangka bahwa Luina akan membalas pelukannya.

Pemuda itu tersenyum melihat wajah tidur Luina yang damai. Meski begitu, Ardanthe tetap lebih suka saat gadis itu bangun. Karena ekspresi marah, tertawa, malu, salting--semuanya, lebih menarik untuk dilihat.

Ardanthe mengecup bibir merah muda yang terkatup itu dengan senyuman.

Namun sayang, meski sudah berusaha dilakukan selembut mungkin, tindakannya tetap berhasil membangunkan si pemilik bibir.

"Eunghh.."

Ardanthe seketika reflek memejamkan matanya, pura-pura masih tidur. Menikmati teriakan dan kesalahtingkahan Luina kala menemukan mereka telah tidur bersama.

***

Hari Senin adalah hari yang cukup dibenci oleh sebagian orang karena selalu menjadi hari pertama dimulainya beragam kegiatan yang melelahkan.

Namun, berbeda dengan Fourich. Mereka justru menantikan Hari Senin ini dari Hari Minggu kemarin. Ada sesuatu yang mereka siapkan, untuk seseorang yang saat ini terlihat salah tingkah karena tatapan yang Zirga berikan tanpa putus.

Luina yang berdiri di sebelah lelaki itu terlihat tidak bisa menahan senyum salting hingga hidungnya kembang kempis.

"Stop looking at me with those eyes!"

Kedua sudut bibir Zirga terangkat membentuk senyuman saat melihat tingkah gadis itu.

"What eyes?"

Sialan!

Apa laki-laki itu tidak merasa bahwa tatapan yang ia berikan benar-benar.... ah sudahlah!

Daripada terus bersinggungan dengan Zirga dan tatapannya tersebut, Luina memilih memalingkan wajahnya yang merah ke arah lain.

Namun naas, dia malah jadi bersitatap dengan Alex yang tiba-tiba menoleh ke arahnya sambil mengemut permen kaki.

Dengan seulas senyuman kecil, Alex mengeluarkan permen tersebut dari mulutnya, lalu menawarkannya pada Luina.

"Mau?"

"Engga—"

Hap! Luina terkesiap ketika permen tersebut tiba-tiba dimasukkan Alex ke mulutnya. Bukannya marah, gadis itu justru terdiam sembari mencerna keadaan.

"Enak, kan?"

Luina tersadar, lalu mengeluarkannya dengan ekspresi kesal.

"Gak!"

"Yaudah mana," rebut Alex lalu melahapnya kembali.

Lelaki itu kembali pada kegiatannya bermain ponsel. Tanpa disadari siapapun, satu sudut bibir Alex terangkat samar.

BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang