PART SEBAGIAN SUDAH DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBIT !!!
"Tunggu, jadi ini bukan foto biasa melainkan karena mereka bertiga memang terlibat dalam pekerjaan?" Selama ini Hazel mengabaikan sosok ketiga di foto tersebut dan berfokus ke Surya Wilaga karena mengira hanyalah foto biasa saja tanpa ada kerjasama yang selama ini Hazel kira tidak saling bersinggungan.
Secepat kilat Hazel langsung mengambil gawainya dan berencana akan menghubungi kekasihnya untuk menanyakan ini. Tapi sayang hanya nomor tidak terjangkau yang menjawab panggilannya.
**
Rasa penasaran membuat Hazel seharian ini tidak lagi fokus sampai-sampai membuatnya tertabrak mahasiswanya sendiri.
"Aduh, Maaf Kak kami gak sengaja" Dua mahasiswa yang kebetulan mengambil kelas miliknya kini tertunduk meminta maaf karena menabrak bahunya namun untungnya barang bawaannya tidak terjatuh karena memang hanya tekanan kecil saja.
"Kenapa kalian sampai lari-larian di koridor, lagi ada apa sih? Kok Heboh?" Hazel mengedarkan pandangannya dan memang terlihat beberapa mahasiswa sedang berjalan cepat kearah Auditorium yang jaraknya dekat dengan posisinya sekarang.
"Ini, ada seminar khusus untuk Perlindungan Hukum untuk Perempuan dan sekarang cewek-cewek sedang berlomba ke seminar itu takut acara selesai karena sudah berjalan tiga puluh menit dan kami baru tahu sekarang" Mahasiswa yang berkacamata memberinya penjelasan soal kehebohan ini.
"Ohh, terus kenapa kalian semua dandan rapi dan rata-rata wangi? Kayak ada artis saja yang disambut" Hazel memperhatikan mahasiswi yang lewat didekatnya memang wangi-wangi padahal ini sudah mendekati jam makan siang dimana biasanya kalau jam pagi selesai, ini adalah jam-jam suntuk. Jangankan dandan, bawaannya sudah mau kekantin melulu.
"Ekhmm itu--" Mahasiswi yang dia tahu bernama Clara terhenti sejenak seakan segan mengungkapkan alasannya.
"Ada apa? ada influencernya juga?"
"Bukan sih, tapi ada cowok superganteng. Asisten Pembicara hari ini" Dengan wajah malu-malu kedua mahasiswinya bersemburat merah.
Kemudian Clara mendekat dan berbisik.
"Katanya pernah datang kesini jemput seseorang. Gak tahu pacar atau adiknya tapi sepertinya adiknya deh yang kuliah disini"
"Ada-ada saja kalian. Ya sudah kesananya jangan lari-larian lagi sayang parfumnya hilang dibawa angin"
"Siap Kak, kami duluan" Kemudian keduanya pun berlalu setelah mengucapkan salam perpisahan tapi karena penasaran akhirnya Hazel mengeluarkan Handphone miliknya dan mengecek forum Mahasiswa yang sebelumnya iseng dimasukin oleh Mahasiswanya sendiri kini ternyata berguna. Alasan lainnya kenapa Hazel dipanggil Kak bukan Bu karena meraka memang sedekat itu dan karena Hazel juga tidak keberatan di panggil Kakak Dosen hingga berlanjut sampai hari ini.
Dan benar saja banyak notif bermunculan sampai Hazel melewatkan notif chat dari pacarnya karena rasa penasarannya.
"Hah? Loh kok" Hazel kaget karena melihat foto yang terpampang hasil jempretan asal-asalan yang dimasukkan di forum diskusi yang kebanyakan cewek-cewek itu terlihat jelas sosok yang dia kenal.
Dengan terburu-buru Hazel ikut berlarian melupakan nasehatnya ke mahasiswinya tadi dan berdesakan untuk ikut masuk kedalam Auditorium seminar.
Lampu sudah dimatikan dan hanya bisik-bisik dan pembicara yang terdengar, Hazel hari ini melihat secara jelas laki-laki paruh baya yang baru semalam dia cari tahu kalau dialah salah satu orang yang mungkin saja bisa dia tanyai atau bisa dikatakan orang yang dikenal Papanya semasa hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN FROM HEAVEN (END) DITERBITKAN
RomanceTerinspirasi dari Couple Lovely Runner : Byeon Woo Seok & Kim Hye Yoon 💙 Biantara Warren Sujatmiko (Warren) 💛 Kagumi Hazeline Yogantara (Hazel) Jika ditanya soal cinta pertama di usiamu yang sudah berada di fase 'sangat dewasa' apalagi lewat Radio...
