Part 9

465 50 21
                                        

Sebelum baca vote dulu ya, part sebelumnya juga😚 terima kasih🫶




****
Cukup lama Krist berada di kamar mandi, sekarang dia keluar dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya, Krist melihat Singto sudah memakai pakaiannya dan sekarang sedang duduk di tepi ranjang dengan gelisah.

"Kenapa, phi?" Tanya Krist.

"Tidak, aku ingin pulang!" Ucap Singto sambil beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar Krist.

Padahal hanya satu jari yang masuk, itu juga tak lama tapi rasanya pantat Singto benar-benar tak nyaman, Singto berjalan perlahan sembari mengedarkan pandangannya menatap setiap sudut toko Krist, ini kali pertama dia melihat isi di dalam toko Krist, Singto mendengus kesal melihatnya entah apa sebabnya, saat Singto ingin membuka pintu, pintu lebih dulu di buka oleh Off dari luar.

Wajah Singto memerah saat bertemu Off, dia langsung keluar dari toko tanpa menyapa Off lebih dulu, berjalan sedikit cepat ke toko miliknya.

"Kamu apakan pemilik toko sebelah Krist?" Tanya Off saat melihat Krist berjalan ke arahnya.

"Aku tak melakukan apapun" Ucap Krist.

"Cih, jangan berbohong, aku melihat kiss mark di lehernya" Ucap Off.

"Ya, itu hasil karya ku, apa indah?" Ucap Krist bangga.

"Bodoh!" Ucap Off.

"Apa kamu membeli makanan?" Tanya Krist saat melihat Off memegang kantong plastik.

"Aku hanya membeli untuk ku sendiri" Ucap Off dengan nada mengejek.

"Kenapa kamu sangat jahat pada ku, Off!! Aku akan melapor pada phi new nanti!!" Ucap Krist kesal.

"Terserah" Ucap Off yang seakan tak takut pada Krist.

Di toko sebelah saat ini, Singto berjalan masuk ke tokonya, di lihatnya beberapa karyawannya sudah bersiap ingin membuka toko.

"Kamu masih memakai baju semalam?" Ucap Tay saat melihat kedatangan Singto.

"Huh, ya, kenapa?" Ucap Singto.

"Ku pikir kamu pulang" Ucap Tay.

"Aku..."

"Siapa yang memberi itu?" Tanya Tay saat melihat kiss mark di leher Singto.

"Apa?" Ucap Singto bingung.

"Bukankah Jane ku antar pulang semalam? Kapan kalian melakukannya?" Gumam Tay bingung.

"Apa, Tay!?" Ucap Singto.

"Kiss mark di leher mu, dari siapa itu?" Tanya Tay.

Singto mengusap lehernya saat mendengar itu, kapan Krist memberinya kiss mark? Dia bahkan tak sadar karna terbuai oleh sentuhan Krist.

"Aku--"

"Kamu selingkuh!?" Potong Tay.

"Diam! Aku, tidak. Maksud ku ini bekas di gigit nyamuk" Ucap Singto.

"Ayolah aku sudah sangat dewasa untuk membedakan mana bekas gigitan nyamuk, dan mana bekas di gigit seseorang" Ucap Tay.

"Phi Sing. Ikat pinggang phi tertinggal di kamar ku" Ucap Krist sambil memperlihatkan ikat pinggang milik Singto yang di bawanya.

Singto memejamkan matanya saat mendengar itu, sedangkan Tay terlihat sangat terkejut!

Krist berjalan menghampiri Singto dan memberikan ikat pinggang Singto sehingga membuat Singto mengambil itu dengan tatapan tajamnya.

"Aku mengerti sekarang" Ucap Tay sambil menatap keduanya.

"Apa!? Aku tak melakukan apapun dengannya!" Ucap Singto marah sambil menunjuk ke arah Krist.

"Benarkah? Nyamuk di kamar Krist sangat besar sehingga membuat lehermu membiru" Ucap Tay.

"Tak ada nyamuk di kamar ku, phi" Ucap Krist.

"Benarkah, Krist? Lalu apa yang menggigit leher Singto hingga membiru?" Ucap Tay.

"Aku.. sebaiknya aku pergi sekarang" Ucao Krist sambil berjalan keluar dari toko Singto.

"Sing?" Ucap Tay menuntut penjelasan.

"Diam! Aku ingin pulang!" Ucap Singto pada Tay, dia berjalan keluar dari tokonya.

Singto menatap toko sebelah sebelum masuk ke mobilnya, entah apa yang di pikirkannya sekarang, Krist yang kebetulan berada di depan toko menatap ke arah Singto. Singto mendengus kesal melihat Krist, dan masuk ke mobilnya, menjalankan mobilnya pulang ke rumahnya.




****
"Kamu baru pulang, Sing?' ucap mama Singto saat melihat kedatangan anaknya.

"Aku menginap di toko semalam, ma" Ucap Singto.

"Menginap di toko atau bersama Jane?" Tanya mama Singto.

Singto langsung menutupi lehernya dengan tangannya.

"Di toko" Lirih Singto.

"Bukankah sudah mama katakan jika kalian saling mencintai segeralah menikah, mama tak suka anak mama merusak wanita sebelum menikah" Ucap mama Singto.

"Ma, aku benar-benar dari toko, aku bahkan tak pernah mencium Jane, jangan berpikir seperti itu!" Ucap Singto.

"Lalu?" Ucap mama Singto.

"Aku, ini bekas di gigit nyamuk" gumam Singto sambil menundukkan pandangannya, dia benar-benar malu sekarang.

"Aku tak mungkin berbuat nakal seperti yang mama pikirkan" Lirih Singto.

Selain Jane memang selalu menolak di cium Singto, mama Singto memang selalu memperingati Singto agar tidak melakukan hal aneh pada Jane, kata mamanya, wanita itu di jaga bukan di rusak. Singto berusaha menjaga wanitanya tapi dia hampir di rusak oleh musuhnya sendiri, apa itu adil?

"Baiklah, mama percaya padamu" Ucap mama Singto.

"Aku ke kamar dulu, ma" Ucap Singto sambil berjalan pergi dari sana.

Singto duduk di tepi ranjangnya sambil mendengus kesal.

"Semua karna Krist!!" Ucap Singto, pantatnya juga masih terasa tak nyaman sekarang.

Singto merebahkan tubuhnya di ranjang, berusaha untuk merilekskan tubuhnya. Singto memegang bibirnya yang masih terasa bengkak, dia juga melihat lehernya melalui kamera ponselnya.

"Krist benar-benar keterlaluan!" Gumam Singto.








Tbc.

Enemies To LoversWhere stories live. Discover now