Sudah 3 hari 3 malam Singto menginap di rumah Krist, hari ini Krist bertanggung jawab untuk mengantar Singto pulang ke kotanya.
Mereka tidak berdua, di belakang ada Off yang sedang sibuk dengan ponselnya mengabaikan keduanya yang terus bicara di depan. Kenapa Off juga ikut? Karna Krist sudah meminta ijin pada kedua orang tuanya dan New untuk membuka tokonya kembali, tentunya kedua orang tua Krist membiarkan Krist melakukan itu, Krist bertanya pada Off apa dia ingin ikut kembali ke toko, dan Off mau ikut Krist, itu sebabnya Off ada di belakang sekarang.
"Apa phi mau menikah dengan ku?" Ucap Krist sehingga membuat Off tersedak ludahnya sendiri saat mendengar itu.
Anak kecil itu berani sekali mengajak kekasihnya menikah mentang-mentang hubungan mereka sudah di restui oleh kedua belah pihak keluarga, tapi apa Krist sadar jika dia masih sangat miskin? Yang kaya hanya orang tuanya.
"Aku mau menikah dengan mu, tapi nanti, jika kamu punya uang" Ucap Singto.
"Apa menurut phi aku tak punya uang?" Ucap Krist.
"Tentu saja, kamu bahkan tak bekerja, kamu ingin memberi ku makan dengan apa, huh?" Ucap Singto.
"Ahh, ya. Aku mengerti. Aku akan menabung agar bisa segera menikahi phi" Ucap Krist.
"Itu artinya tak akan ada diskon besar-besaran untuk pertama kali buka nanti" Ucap Off yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Tentu saja tak ada, aku tak mau rugi lagi seperti dulu" Ucap Krist.
Singto tersenyum kecil mendengarnya. Akhirnya Krist mengerti untung rugi dalam berjualan.
Krist memegang tangan Singto kemudian mengecup punggung tangannya. Off menatap jengah ke arah mereka berdua dan kembali fokus ke ponselnya.
.
.
.
.
.
.
.
Ini hari pertama Krist buka, Singto membantu sang kekasih membereskan toko.
Off menyusun barang ke rak-rak yang kosong, Krist mengelap barang yang berdebu, sedangkan Singto menyapu lantai. Di sana tak hanya ada mereka bertiga, ada juga beberapa orang karyawan baru Krist yang mengerjakan tempat lainnya
Tay berdehem kecil sehingga membuat Krist, Singto, dan Off menatap ke arah Tay.
"Rasanya sedikit aneh saat melihat pemilik toko sebelah membantu saingan tokonya disini" Ucap Tay menggoda Singto.
"Dia bukan lagi saingan ku sekarang, tapi kekasih ku" Ucap Singto.
"Bahkan jika ada satu pelanggan datang ke toko, aku rela mengusir orang itu agar belanja ke toko phi" Ucap Krist.
Off melempar botol cabe yang di pegangnya ke arah Krist.
"Cinta boleh, Krist, bodoh jangan!" Ucap Off.
"Benar kata Off, jika kamu tak punya pelanggan dari mana uang mu untuk menikahi ku nanti?!" Ucap Singto.
"Uhh, ya. Itu hanya seumpama, maksud ku.. itu sebagai bukti cinta ku, aku rela melakukan apa saja untuk phi Sing" Ucap Krist.
"Jika New mendengar ini, aku yakin dia akan menyuruh mu menutup toko mu lagi" Ucap Tay dengan nada mengejek.
"Itu tidak akan terjadi, atau aku akan meminta biaya pernikahan ku padanya nanti" Ucap Krist.
"Tadi phi New mengirimi ku pesan, dia mengatakan akan kesini nanti malam" Ucap Off.
"Benarkah, kenapa tiba-tiba?" Tanya Krist.
Entahlah" Ucap Off.
****
Malam telah tiba, benar saja mobil New berhenti di depan toko Krist, New keluar dengan membawa kotak besar berisi banyak daging disana.
YOU ARE READING
Enemies To Lovers
FanfikceBerawal dari musuh, lalu berakhir menjadi sepasang kekasih (?) *Top Krist, Bot Sing.
