Usai kejadian besar di universitas saat itu, seketika banyak orang tua menarik anak mereka dan memindahkan nya ke Perguruan Tinggi lainnya
Beberapa bahkan mencoba membuat universitas itu viral namun gagal karena dengan cepat semuanya dihilangkan oleh berbagai pihak anonim
Akhirnya Kampus itu perlahan kehilangan 10% donatur karena berita tersebut, membuat sistem nya jadi goyah dan berakhir diliburkan cukup lama
Mitha, Aneska, Felly, Megan dan Naomi ditransfer ke kampus terkenal lainnya sementara waktu langsung oleh pihak pemilik kampus asal mereka
Akibat hal itu, mereka jadi terpisah dan berpencar hingga sulit bertemu
Beberapa kali mereka berusaha bertemu namun ada saja yang menghalangi, akhirnya mereka hanya bisa tetap melakukan kontak lewat HP
Berpindah ke sudut pandang Naomi, ia sibuk nge-date di cafe bersama pacarnya, Nico
"Nico, kamu ada kontak Alaric gak sih? Itu loh anak psikolog"
"Ada, buat apa?"
"Mau nanyain kabar Mitha, akhir-akhir ini dia gak aktif"
"Si bontot itu? Yaudah bentar"
Alaric D.T ( Faculty of Psychology) .
Online
Anda (Nico)
Ric, cewek ku nanyain si Mitha
Alaric -. -(----)
Mitha? Gak tau juga
Anda (Nico)
Serius? Gebetanmu loh
Alaric -. -(----)
Aku di block kocak
Anda (Nico)
Laaahhh, lu bikin salah?
Read
"Idih, Alaric gak tau tuh"
Naomi yang sedang minum kopi langsung tersedak, "ehem, serius? Kenapa?"
"Di block"
"Hah? Di block? Bukannya mereka sohib?"
"Mana ku tau , Mon Amour"
Saat mereka lanjut bercanda tawa, seseorang yang begitu dikenali Naomi datang dan itu adalah Alvara
"Loh? Vara?! Udah keluar kamu?" tanya Naomi dengan heran
Alvara sendiri tampak begitu memprihatinkan dan berantakan, seolah dalam keadaan depresi berat
"Kenapa lu... Disini?" ucap Alvara dengan parau
"Lagi nge-date.... Kenapa emang?"
"Cowok gua mana?"
"Alvaro? Aduh, aku juga gak tau...kamu kapan bebasnya?"
"Aku kabur"
"Oh kabur... HAH?!" Dua sejoli alias Naomi dan Nico jelas kaget bukan main
Mendadak Alvara tertawa aneh dan menendang meja hingga terbanting
Meja yang bahannya dari kayu menimbulkan suara keras saat terbanting, membuat pengunjung kafe yang lainnya mengalihkan atensi mereka pada Alvara dan meja itu
"Eh itu orang kenapa dah?"
"Gatau, gila kali"
"Eh guys liat, itu bukannya baju tahanan? Oren-oren gitu"
"Eh iya dong! Itu baju tahanan kepolisian disini kan? Gila, napi dong dia?"
Banyak pengunjung langsung heboh bahkan sampai memanggil pemilik kafe serta staff lainnya
Mengejutkan nya ada Aneska yang baru datang bersama pacarnya Aditya, jelas mereka pun kaget saat melihat sosok Alvara yang begitu jelas
Aditya yang memang peka langsung berdiri di depan Aneska untuk melindunginya, tahu kalau Alvara kondisi mentalnya tak stabil seperti yang pernah diberitahu oleh Alaric
Namun mau bagaimana pun, Aditya hanyalah anak Sastra Indonesia, dia tak benar-benar tahu cara mengatasi orang yang terganggu mentalnya
"Vara? Itu lo? Sumpah cowok lu kangen sama lu" celetuk Aneska
Mendengar itu, Alvara menoleh dan tersenyum lebar
Aneska yang melihat itu berteriak histeris dan mengatakan Alvara pasti sedang ke sambet
Semua orang kebingungan harus melakukan apa sedangkan mereka ragu Alvara itu sakit mental atau tidak
Satu orang dengan segera menghubungi polisi, "halo? Pak! Tolong di cafe chill way ada napi kabur!"
"Napi? Perempuan ya?! Pasti itu Alvara, kami akan segera kesana, pastikan gadis itu tetap disana!"
"Siap pak!"
Nico yang telinganya tajam itu langsung tahu semua pembicaraan orang tersebut dengan pihak berwajib, ia dengan tenang memberi kode pada semua orang untuk tetap tenang dan buat Alvara merasa tak perlu kabur
Cara tersebut berhasil, pengunjung-pengunjung mulai bersifat seolah tak terjadi apapun, membuat Alvara lengah sesaat
Disaat itulah beberapa pria dewasa yang sepantasnya disebut para bapak-bapak langsung mengikat Alvara di kursi
Alvara yang kaget langsung berusaha berontak namun gagal karena bapak-bapak tersebut mengikat talinya dengan simpul mati
"Lepas bangsat! Lepas!"
Ia terus menggerutu, mengeluarkan berbagai perkataan yang tidak ramah untuk masuk ke telinga anak-anak
Tak berselang lama, sirine mobil tahanan terdengar mendekat dan beberapa polisi akhirnya turun dari mobil tersebut dan segera membawa Alvara masuk
Saat pintu belakang mobil ditutup, dari celah kecil Alvara menatap lurus ke arah Naomi, terus menerus bahkan sampai mobil itu berjalan cukup jauh
Karena ketakutan, Naomi langsung terjatuh ke bawah lututnya gemetar hebat karena tahu alasan Alvara menatapnya seperti itu
Jelas 3 orang yang kenal dekat terutama pacarnya kebingungan, berusaha meraihnya namun ia menepis tangan-tangan yang hendak membantu seperti anak kecil yang ketahuan bersalah dan gengsi meminta tolong
....
TBC!
Wuhuuuuu utk chap pertama, singkat aja dulu wkwk
Buat selanjutnya pasti panjang kok, seribu kata ato berapa gitu
Pokoknya ditunggu aja zheyengk :b
Adswari
CCookiessweet
Naovanilla
chan_wifeu
aide_lyn
Ainianime29
Buat kalian wkwk, lihat berapa berbakti nya diriku ini :v
Jumat, 13-09-2024
Malem WIB :v
See y'all
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐥𝐭𝐡𝐞𝐚 𝐄𝐩𝐡𝐞𝐦𝐞𝐫𝐚𝐥
Ficción GeneralAlthea Ephemeral.. - Dibuat dan dikembangkan oleh @Rezynctheormy_
