Sebelum kamu baca, klik bintang dulu ya, sebelum kamu lupa, sudah? Sudah belum? Oke terima kasih
...
Terlahir tidak sempurna bukan dari impian seseorang, tapi kenapa selalu disalahkan?
...
Tidak memiliki siapapun untuk mengantarnya di hari pertama sebagai murid SMA, Karam secara mandiri menaiki bus dengan uang yang diberikan Janu. Dia duduk di kursi kedua paling belakang. Duduk sendiri dengan kepala yang disandarkan di kaca jendela.
Dari kaca itu dia dapat melihat anak-anak sebayangnya yang terlihat bahagia diantar ayah dan ibu mereka. Bahkan dia kalah dengan anak-anak kecil yang berangkat dengan didampingi ibu mereka. Melihat keberuntungan orang lain membuatnya meneteskan air mata.
Kenapa ya aku tidak seberuntung mereka? Kenapa ya aku harus terlahir cacat? Kenapa papa dan mama tidak membunuh aku saja? Aku anak yang memalukan dan menjadi beban. Kenapa Kau harus menciptakan anak semalang aku Tuhan?
Mungkin dia tidak akan sesedih ini jika masih ada saudaranya. Sayangnya pria itu tidak menginginkannya lagi. Melihat kursi di depannya yang diduduki gadis kecil bersama seorang pria muda yang dia yakini kakak laki-laki dari gadis kecil itu, mengingatkannya pada masa lalu.
Di bus yang sama yang pernah dia naiki bersama Janu 4 tahun lalu dimana mereka masih pelajar SMP saat itu. Di kursi yang dia duduki sekarang mereka bercanda seperti pemandangan di kursi depannya saat ini. Dia rindu sekali momen itu saat Janu mengantarnya ke sekolah dan Janu membohongi orang tua mereka dengan alasan sakit hingga bolos demi mengantarnya secara diam-diam tanpa diketahui papa dan mama.
Di masa itu Janu sangat menyayanginya. Janu akan melakukan apa saja untuknya. Tanpa ada rasa malu, rasa kesal, dan takut teman-temannya tahu jika dia memiliki adik cacat. Namun sekarang setelah pria itu dewasa semua yang dia lakukan di masa lalu justru kebalikan di masa ini.
Andai waktu bisa diputar kembali aku ingin kembali di masa itu saja dan tidak pernah ingin menjadi dewasa. Menjadi anak-anak sungguh menyenangkan. Tumbuh dewasa membuat beberapa orang berubah menjadi jahat dan terlalu banyak rasa sakit.
...
WELCOME TO JUANDA HIGH SCHOOL
Tulisan english serba kapital itu terpampang gagah di atas gerbang sebuah bangunan sekolah berlantai 5. Sekolah Internasional dengan kurikulum Cambridge itu adalah sekolah terbaik peringkat pertama di ibukota. Menjadi bagian dari Juanda High School impian semua anak-anak. Sekolah berbasis komputer itu sangat menjanjikan masa depan untuk semua muridnya. Diterima di Universitas terbaik di masa depan sudah di depan mata. Tetapi tentu tidak mudah menjadi bagian JGS karena para orang tua harus mengeluarkan banyak uang untuk menjadikan anak mereka salah satu penghuni sekolah ternama itu.
Banyak orang-orang hebat yang menyekolahkan anak-anak mereka di sana. Termasuk lah papa dan mama Janu. Janu sudah hampir 3 tahun berada di sekolah besar itu dan Karam masih merasa mimpi bisa menjadi bagian dari Juanda. Rasa bangga terpancar jelas di wajah Karam ketika melangkah memasuki gerbang. Rasa sedihnya seketika hilang ketika melihat betapa indah dan kerennya sekolah barunya.
Banyak wajah-wajah asing yang berlalu lalang. Mulai dari Asia hingga Eropa. Juanda bener-benar mengagumkan bagi Karam. Bahkan dia sempatkan mengambil selfie pertamanya untuk mengabadikan momen.
Setelah puas melihat-lihat Karam menaiki lift menuju lantai 3. Tiba di lantai itu dia melanjutkan langkahnya menelusuri koridor menuju kelas XB. Di kelas itu dia ditempatkan dan semakin dekat langkahnya semakin memelan. Dia tiba-tiba merasa gugup akan bertemu teman baru. First impressionnya apakah akan baik? Apa dia bisa beradaptasi dan diterima?
KAMU SEDANG MEMBACA
Dunia Sunyi Karam [TERBIT]
Ficção Adolescente"Apakah anak disabilitas tidak layak dicintai?" Ini tentang Karam Jisa Ambian, seorang gadis kurang beruntung yang ditolak keluarganya. Meskipun orang tuanya menolak kehadiran Karam, ia masih memiliki kakak laki-laki yang menerima kehadirannya. Namu...
![Dunia Sunyi Karam [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/302668797-64-k260644.jpg)