Chapter 66 - Discovering

227 66 0
                                        

Sepulang dari kedai Yoongi Sajangnim, Soobin kembali ke asrama dan langsung memeriksa handphone Yongbin. Dia tertawa canggung sendiri, merasa bodoh setelah mengetahui kalau Yongbin menggunakan tanggal lahir Beomgyu sebagai sandinya. Dia membuka semua fitur dan aplikasi yang ada tanpa terlewat satu pun. Membaca semua pesan keluar dan masuk, catatan yang ditulis, juga melihat semua gambar dan video yang diambil.

Meski masih tak menemukan petunjuk soal siapa orang yang sudah melukai Yongbin sampai dia meninggal—sekarang Soobin yakin seratus persen kalau itu bukan bunuh diri—setidaknya Soobin menemukan satu hal penting lain, yaitu tentang Beomgyu atau yang sering Yongbin sebut sebagai Beomgyu kecil. Persis seperti yang Hayoung bilang, Beomgyu adalah putra dari teman sebaya perempuannya yang bernama Aeri.

Namun sepertinya perempuan itu bukan sekedar teman saja bagi Yongbin, Soobin bisa merasakan kalau saudaranya itu memiliki ketertarikan lebih pada Aeri—terbukti benar dari catatan harian dan isi chat yang ada. Mereka berdua hanya bisa terus menjadi teman sebab gadis itu menyukai lelaki lain, yang mana lelaki itu adalah Yeonjun, saudara angkatnya sendiri. Lalu fakta mengejutkan lainnya, Yeonjun ternyata adalah ayah dari bayi itu, dan pemuda itu tak mau bertanggung jawab hingga meninggalkan Aeri sendirian bersama Yongbin.

Kepala Soobin pening menyambungkan semua informasi yang dia dapat. Hatinya berdenyut sakit menyaksikan betapa pedulinya Yongbin terhadap Beomgyu. Setiap akhir pekan dia akan mengunjungi bayi tersebut, mengambil gambar atau video sebanyak mungkin, kemudian mengirimkannya ke nomor Aeri yang bahkan sudah tidak aktif.

Soobin juga memeriksa ruang chat Yongbin bersama dirinya, menemukan satu draft pesan panjang lebar yang belum sempat dikirim. Di sana Yongbin secara hati-hati menulis apa yang ingin dikatakan, dia berniat memberitahu Soobin soal Beomgyu, adik bungsu mereka. Bahkan tertulis di sana kalau Yongbin masih ragu dan tak tahu bagaimana cara menyampaikan itu pada Soobin tanpa harus menyakiti. Yongbin menuliskan segalanya, harapannya yang ingin Soobin segera mengingat Beomgyu lagi, dan ingin Soobin mengikhlaskan anak itu setelahnya.

"Kepergian Beomgyu itu bukan salahmu kok, walaupun aku tahu kau pasti akan menyalahkan diri sendiri, sama seperti yang kulakukan, tapi yang pasti itu bukan salah siapa-siapa. Beomgyu pergi karena sudah takdirnya, kita harus belajar untuk merelakannya, dan menjalani hidup tanpa rasa bersalah lagi. Lagi pun, Soobin, sekarang kita punya seseorang baru yang mesti kita jaga, ada Beomgyu lain yang mesti kita lindungi. Mungkin dengan merawat anak itu, kesalahan kita pada Beomgyu karena tak becus menjaganya dahulu bisa terampuni. Maka dari itu..."

Soobin tak dapat menemukan kelanjutan dari pesan tersebut, tapi semua itu sudah cukup membuat dirinya dibanjiri air mata. Dia tidak tahu kalau Yongbin ternyata sudah sedari dulu menghadapi duka ini, rupanya sudah lama dia menahan rasa sedih sendirian sementara Soobin malah melupakan semua itu seperti orang idiot.

Menangis sampai kelelahan, Soobin terlelap begitu saja tanpa sadar. Bangun-bangun, langit sudah terang. Pagi ini Soobin berangkat ke sekolah, sudah seminggu lebih semenjak semester baru dimulai, dia harus datang sebelum Pak Kim mengejar-ngejarnya lagi untuk masuk kelas.

Saat jam kosong, Pak Kim menyuruh Soobin menghadapnya, menanyakan ke mana saja dia pergi selama ini, bahkan sampai tak bisa dihubungi. Lalu Pak Kim menjelaskan keadaan Yerin, juga tentang gadis itu yang sekarang sudah pindah sekolah. Melihat Soobin hanya diam saja—itu karena dia sudah lebih dulu tahu fakta tersebut—Pak Kim menenangkan Soobin lagi kalau kecelakaan yang dialami Yerin itu bukan salah siapa pun, beliau ingat Soobin sempat menyalahkan diri sendiri waktu itu. Lalu menyarankan Soobin untuk menemui Yerin.

"Mungkin kalau itu kau, Yerin akan ingat lagi."

Tentu saja Soobin menolak, masih merasa tak pantas menemui gadis itu. Sepanjang pertemuan tersebut, mulutnya terus tertutup rapat.

절망의 그림자Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang