17:32

5 1 0
                                    

"Guys ada berita yang lagi HOT, HOT, HOT, buangetttttt, kyaaaaaa!" Teriak salah satu siswi yang habis berlari sampai terengah-engah.

"Berita apaan?" Tanya Rijal.

"Khaled ditembak Meisya anak Excellent! Dilapangan basket! OMG TBL TBL TBL!" Lanjut siswi itu seperti lambe turah.

"Cewek nembak cowok?" Tanya siswi yang sedang makan cilok yang terganggu karena kericuhan mendadak ini.

Brak

"Hah aseli?" Rijal bangun dari tempat duduknya setelah menggebrak meja. Ia berlari menuju kelapangan basket dan diikuti oleh teman-temannya.

Benar saja, sesampainya dilapangan basket anak-anak sudah berkumpul mengelilingi Khaled dan Meisya ditengah-tengah lapangan. Rijal memperhatikan yang sedang terjadi, Meisya tampak sedang memberikan sekotak coklat kepada Khaled. Semuanya penasaran setengah mati apakah Khaled akan menerimanya, namun wajah Khaled yang sangat datar benar-benar tidak bisa diprediksi sama sekali. Hanya dengan menerima kotak coklat itu maka sudah cukup untuk menjelaskan bahwa pernyataan cinta Meisya diterima. Banyak sekali yang merekam kejadian itu untuk digibahkan digrup angkatan sekaligus diviralkan.

"Ahabbakalladzi ahbabtani lahu." Jawab Khaled dan tidak mengambil coklat itu, ia menurunkan coklat itu dari hadapannya.

"Apa artinya?" Tanya Meisya penasaran apakah ia sedang ditolak atau diterima.

"Itu artinya lo ditolak!" Teriak Risky yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.

"Maaf ya, tipe gue yang tau apa arti dari kalimat yang gue ucapin tadi." Balas Khaled lalu tersenyum singkat dan pergi meninggalkan tempat itu saat itu juga, meninggalkan keramaian.

Teman-temannya Meisya yang sudah standby dibelakang Meisya segera berlari menuju Meisya ketika tahu Meisya teman mereka ditolak begitu saja oleh Khaled. Mereka mengusap-usap kepala Meisya yang terlihat matanya sudah menggenang air mata tidak bisa menahan kesedihan.

"Makannya masih kecil gak boleh pacaran, dosa! Haram hukumnya!" Ucap salah satu siswi yang sedari tadi menonton kejadian ditembaknya Khaled.

"Yaudah kali, udah ditolak juga kan!" Balas temannya Meisya membela Meisya.

"Udah nangis nih anaknya!" Balas temannya yang satu lagi.

"No comment, itu sih derita lo, aduh aduh kasian deh lo!" Balas siswi yang menegur itu kepada teman-temannya Meisya.

"Lagian lo Mei, gaya-gayaan nembak cowok Arab, dibalas pake bahasa Arab kelar kan." Ucap temannya Meisya sambil menenangkan Meisya.

"Tapi gue kirain dia juga suka sama gueeee." Balas Meisya sambil merengek tidak jelas.

"Kok lo bisa berpikiran begitu?" Tanya temannya yang satu lagi.

"Kemarin kan gue ketemper bola basket sama Risky, nah terus Khaled dateng ambil bola basketnya sambil ngucapin maaf ke gue, dan itu keren banget sumpahhh." Jelas Meisya sambil mengusap air matanya.

"Yah, itu mah lo yang kege'eran!" Balas temannya Meisya lalu menuntun Meisya meninggalkan keramaian dan kembali menenangkan Meisya.

***

Khaled berjalan menuju kantin yang masih diikuti oleh anak-anak dari kelas lain dibelakangnya, entah apa yang mereka ingin cari tahu. Bukankah sudah jelas Khaled telah menolak Meisya? Tiba-tiba Rijal dan temannya yang lain datang dan berjalan bersampingan dengan Khaled.

"Itu baru temen gue! Gak kena goda sama anak konglomerat. Masya Allah tabarakallah." Puji Rijal kepada Khaled.

"Keren banget lo Led, bales confess pake bahasa Arab, auto kelar." Puji Risky.

"Kita gak boleh mendekati perzinaan." Jelas Khaled kepada Rijal dan Risky.

"Tapi kalau gue jadi lo kayaknya gue terima deh, masa depan gue terjamin hehe." Ucap Anton mantan anggota geng Sultan.

"Ampe dilanjutin omongannya gue selepet mulut lo pake dasi nih." Tegas Imran.

"Pake gesper aja bang!" Sambung Rijal.

"Emangnya lo tahu kalau ortunya gak korupsi? Kan gak lucu nanti pas nikah didatengin polisi, hahaha!" Ujar Risky.

"Iya juga ya kalau gue pikir-pikir." Balas Anton lalu tertunduk malu.

"Allah number one bro!" Ucap Imran.

"Cewek kayak dia mah banyak bro kalem ae." Ucap Rijal.

"Lo tau kan hukumannya apa kalau berzina? Rajam men." Tukas Khaled.

"Serem bro, ampun." Balas Anton semakin terpojok.

Nampaknya Anton salah berbicara dan ditempat yang sangat tidak tepat. Disini pemuda anti maksiat bukan kadang maksiat kadang tobat. Geng sultan benar-benar geng yang membenci maksiat sekecil apapun dan berusaha untuk menghindari maksiat sekuat tenaga. Anak-anak yang sedari tadi mengikuti menguping obrolan mereka, mereka juga setuju dengan ucapan Khaled dan teman-teman. Memang sudah seharusnya kita tidak mendekati perzinaan.

Khaled mengingat sebuah sabda yang berbunyi: Jika kau ingin menghancurkan sebuah generasi, maka buatlah anak mudanya kecanduan dengan hal-hal yang berbau dengan zina.

Khaled mengingat tujuan geng Sultan diciptakan itu untuk memerangi para penyembah hawa nafsu, dan sudah kewajiban kita mengikuti suri tauladan nabi besar Muhammad Saw. Khaled juga mengingat kejadian pandemik virus Corona kemarin dengan sebuah hadist Rasulullah Saw.

"Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya -dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya- (1)Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha'un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya, (2)Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezaliman penguasa atas mereka. (3) Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan. (4)Tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan menjadikan musuh mereka (dari kalangan selain mereka; orang kafir) berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebagian apa yang mereka miliki(5) Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (al-Qur'an) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah (syariat Islam), melainkan Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih)."

Juga salah satu hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu yang artinya: “Zina itu menyebabkan kemiskinan.” 

ARENATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang