Kedua tangan terlipat di depan dada, postur tubuh membulat di atas sofa, bagian bibir maju beberapa centi ke depan, sementara matanya tiada henti menerorkan tatapan tajam. Semua orang harusnya takut ketika melihat pemandangan tersebut. Namun, lapisan embun di manik rusa membuatnya tampak seperti anjing lemah. Alih-alih nyali menciut, semua orang merasa gemas ingin memakan buntalan daging itu, tidak terkecuali Ye Mi yang saat ini sedang mencoba untuk mencubit pipi Xiao Sa yang menggembung lucu. Namun, hal tersebut tidak dibiarkan terjadi. Xiao Sa lebih dulu menepis tangan Ye Mi. Mengalihkan tatapan ke arah lain, dia berseru, "Jangan sentuh aku!"
Ye Mi tidak lagi membujuk menggunakan tindakan, tetapi berupa kata, "Berhenti marah, aku akan memberikan apa pun yang kamu mau, oke?"
Umumnya, orang-orang akan senang jika mendengar perkataan seperti itu. Namun, tidak bagi Xiao Sa yang semakin dirundung kemarahan hebat. "Oh, apakah aku adalah simpananmu? Dibelikan apa pun setelah dicicipi dengan ganas?"
Ye Mi mengangguk dengan asal. Siapa tahu itu akan semakin menyumat kemarahan Xiao Sa yang saat ini telah berdiri, menjatuhkan pukulan berkali-kali pada pundak sang suami. "Bagus! Lalu, siapa istrimu?"
Jika demikian, jawaban sejenis apa pun tidak akan ada yang benar. Dia sadar bahwa dia telah masuk ke dalam tim Wang Yibo dan Chen Yu yang berpikir bahwa selamanya mereka tidak akan pernah menang dari pihak bawah. Beberapa menit ke depan, tidak ada lagi pukulan yang diberikan, Xiao Sa menjadi lelah sendiri sebab memukul tubuh kaku milik Ye Mi. Dia lagi-lagi menerjunkan diri di atas sofa. Menatap ke arah lain, dia duduk di ujung sofa yang tidak lagi bisa dijangkau oleh Ye Mi.
"Berhenti ma---"
Satu kalimat utuh belum berhasil disalurkan, Xiao Sa sudah lebih dulu memotong, "Aku tanya, apa tujuanmu membawaku ke tempat ini?"
Ye Mi dengan cepat mengutarakan, "Agar rasa lelahmu hilang."
Xiao Sa memukul pahanya sendiri dengan tangan terkepal kuat, kali ini menghadap ke arah Ye Mi sembari menyahuti, "Itu benar. Tapi kamu justru membuatku semakin lelah. Tidak bisakah kamu menahan hasratmu di rumah?" Xiao Sa pun mendekati Ye Mi, mengecilkan suaranya agar hanya mereka berdua yang bisa mendengar, "aku yakin mereka pasti mendengar suaraku tadi."
Lingkaran merah pun menyambar pipi Xiao Sa yang saat ini berusaha mengubur rasa malu. Tak selang lama, dia menarik kembali badannya, menjauhi Ye Mi yang dirundung rasa gemas. Ingin sekali Ye Mi membawa Xiao Sa kembali masuk ke dalam ruangan pijat untuk bercinta sekali lagi. Namun, dia harus mengubur jauh-jauh keinginan tersebut jika tidak ingin berakhir mengenaskan malam ini. Dia tidak tahu harus merayu dengan kata apa. Dia pikir berita yang akan dia bawakan sebentar lagi mampu mengurangi sedikit demi sedikit kekesalan Xiao Sa. Dia memberi kode kepada seorang pegawai untuk membawakan apa yang telah dipersiapkan.
Meski kode diberikan hanya melalui tatapan mata, si pegawai mengangguk dengan sopan. Kemudian, pegawai itu masuk ke dalam salah satu ruangan dan keluar membawa serta map berwarna merah. Berjalan menuju Xiao Sa, dia menyodorkan map tersebut sembari membuat posisi sedikit membungkuk.
Xiao Sa sendiri mulai meraih map dan membukanya. Lembar demi lembar dia baca hingga menemukan namanya tertera di samping tulisan "pemilik properti". Dia tidak terlalu terkejut sebab sudah mengetahui sejak awal. Dia juga tidak berekspresi apa pun yang membuat Ye Mi sempat berpikir bahwa lelaki manis itu tidak puas hanya dengan diberi tempat spa. Dia mulai memikirkan hadiah lain yang setidaknya bisa menampakkan senyum pada bibir ranum sang istri.
Sebenarnya, Xiao Sa cukup senang. Namun, ada sedikit keluhan yang menetap di dasar hati. Dia tidak terlalu memerlukan hadiah besar seperti itu. Dia takut Ye Mi akan berpikir bahwa dirinya adalah orang yang gila kekayaan yang setiap saat harus diberi hadiah-hadiah besar. Fakta mengenai dia adalah orang yang gila kekayaan itu memang benar, tetapi seiring bertambahnya waktu sisi tersebut mulai memudar, digantikan oleh keinginan untuk terus hidup bersama Ye Mi. Xiao Sa tidak peduli lagi dengan kekayaan. Asalkan hidup bersama Ye Mi, dia tidak peduli sekali pun mereka jatuh miskin.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE GLOOM S.2 (YIZHAN) ✔
FanfictionThe Gloom Season 2, jangan lupa mampir ke The Gloom Season 1 dulu. Tentang perjalanan hidup si kembar, Chen Yu dan Xiao Sa, dalam menggapai impian. Kebersamaan Chen Yu dan Xiao Sa harus terhalang oleh cita-cita. Keinginan untuk menjelajahi negeri or...
