2.100

419 52 40
                                        

Selamat membaca!

.

.

.

.

.

Chun Sheng tumbuh sehat selama lima tahun ke depan berkat cinta dan kasih sayang dari semua orang. Apa pun yang dia mau pasti akan dikabulkan, tetapi dia tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu. Dia tahu dengan baik yang namanya tantangan. Ketika menginginkan sesuatu, dia secara otomatis menunjukkan kerja kerasnya. Seperti contoh, Chun Sheng ingin mainan baru. Dengan demikian, dia datang pada semua orang untuk menunjukkan gambar yang telah susah payah dia buat. Beberapa hari yang lalu, dia menjelma sebagai anak yang sangat rajin. Dia membantu Xiao Sa merapikan mainannya sendiri, membersihkan kamar sendiri, bahkan membantu Ye Mi membuang berkas-berkas yang tidak dipakai. Namun, ada satu keanehan yang mereka rasakan.

Meski telah melakukan hal yang menunjukkan tanda-tanda bahwa dia tengah menginginkan sesuatu, Chun Sheng sama sekali tidak mengutarakan jenis keinginan tersebut.

Pada akhirnya, Xiao Sa berinisiatif untuk bertanya terlebih dahulu, "Apa itu? Chun Sheng menginginkan apa?"

Chun Sheng yang sedang memegang sapu kecil pun menjeda segala aktivitas, menatap penuh harap pada Xiao Sa sembari menunjukkan benih-benih keraguan. Kemudian, dia kembali fokus menyapu seiring bibir kecil bergumam lirih, "Mommy janji tidak akan marah?"

Suara khas anak kecil itu terlalu imut. Coba katakan, bagaimana Xiao Sa bisa marah?

Xiao Sa meraih tubuh kecil Chun Sheng untuk dilemparkan ke udara. Hanya sekali lempar saja dia sudah bisa merasakan keretakan pada punggung. Dia sadar bahwa anaknya itu sudah tumbuh besar dengan kelebihan daging di sekujur tubuh. Dia yang merasa gemas pun mulai melahap pipi gembul Chun Sheng. Jika biasanya anak kecil akan marah jika diperlakukan demikian, jawaban yang diberikan oleh sang anak adalah, Aku tidak suka marah, apalagi kepada Mommy.

Benar-benar keturunan Ye Mi. Sempurna, bukan? Wajah menawan yang diturunkan oleh Xiao Sa dicampur dengan sikap elegan milik Ye Mi. Tidak salah dia mengejar lelaki tampan itu mati-matian.

Setelah melepaskan gigitan halus, Xiao Sa merengek seperti bayi kala mengutarakan, "Ahhhh ... Mommy sangat ingin memakanmu!!!"

Chun Sheng segera menangkup wajah Xiao Sa, mengusap lembut seiring menjawab, "Mommy bebas melakukan apa saja yang Mommy inginkan. Tetapi ... jika aku benar-benar dimakan, Mommy akan kehilangan anak yang imut sepertiku."

Jiwa centil juga tidak luput diturunkan kepada Chun Sheng, benar-benar sempurna. Pasangan lelaki imut itu kelak akan menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini. Xiao Sa mulai merencanakan niat memilih sejak dini pasangan untuk Chun Sheng. Dia akan meneliti anak-anak kecil di sekitar mereka mulai dari sekarang. Kualifikasi pertama adalah anak itu harus lebih tua dari Chun Sheng. Jika ditanya alasannya, Xiao Sa ingin pasangan dewasa yang bisa membimbing dan melindungi Chun Sheng. Meski dia memiliki banyak sifat Ye Mi, tidak menutup kemungkinan ada celah bagi sisi naif Xiao Sa juga dia miliki.

"Chun Sheng menginginkan ..." Chun Sheng menjeda sedikit perkataannya demi meneliti ekspresi yang menggantung di wajah Xiao Sa. Setelah tidak menemukan apa yang dicari, bibir kecil bergerak lembut, bergumam dengan hati-hati, "A ... adik."

Xiao Sa jelas terkejut, tetapi tidak marah. Dia telah menebak hal tersebut melalui sikap Chun Sheng yang beberapa kali mengatakan, Chun Sheng sudah dewasa, ingin dipanggil Gege.

Dari situ keinginan untuk memiliki adik diungkapkan samar-samar. Ye Mi dan Xiao Sa mengetahui dan berpikir bahwa mereka juga menginginkan hal tersebut. Xiao Sa pun mengajak Chun Sheng pergi ke kantor Ye Mi. Dia masuk sembari menebarkan senyuman yang mekarnya lebih indah dari bunga musim semi. "Gege!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 25, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

THE GLOOM S.2 (YIZHAN) ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang