Selamat membaca!
.
.
.
.
.
Meski tidak setuju, Ye Mi tidak mengutarakan penolakan. Dia hanya mengangguk senang dan menjawab, "Tentu, tapi setelah kamu sembuh total."
Xiao Sa merasa sedikit tidak puas. Bibir ranum maju beberapa centi ke depan, bagian telinga menelungkup seperti telinga anjing, serta serpihan kaca kembali menyatu di matanya, mengungkapkan permohonan, "Tidak bisakah sekarang?"
Ye Mi tidak mampu mematahkan hati istri kecilnya sehingga dia hanya menyalurkan godaan berupa, "Kamu ingin anak kedua atau ingin bercinta denganku?"
Hal tersebut sangat berguna, saat ini Xiao Sa mengalihkan pandangan ke arah lain, menyembunyikan lingkaran merah yang singgah di wajahnya. "Lelaki tua yang mesum. Siapa bilang kita akan memiliki anak kedua dengan cara bercinta? Aku hanya akan memasukkan spermamu ke dalam pantatku!"
Nada bicara Ye Mi terdengar sangat menjengkelkan ketika menanggapi, "Aku tidak yakin."
Xiao Sa berteriak, benar-benar dirundung rasa malu, "Katakan seperti itu lagi maka aku akan memotong penismu, Ge!"
Ye Mi tiada henti memberikan godaan yang berhasil membuat telinga Xiao Sa semakin memanas, "Aku masih punya jari untuk memuaskanmu."
"Ge!!!" Xiao Sa secara aktif mencari gunting di dalam dasbor yang beruntungnya dapat ditemukan dengan mudah. Seperti sama sekali tidak mengandung candaan, Dia dengan bersemangat mengarahkan gunting di depan resleting celana Ye Mi.
Sementara Ye Mi buru-buru menyelamatkan penisnya. Dia menutup bagian penis sembari memohon dengan sangat hati-hati, "Tolong, aku tidak serius."
"Tapi aku sangat serius!" sahut Xiao Sa dengan kemarahan yang berada di tingkatan tertinggi.
Ye Mi tidak bisa menghindar dari amukan Xiao Sa. Beruntung dia melihat Chun Sheng yang masih tertidur. Dia dengan jahat mengganggu tidur anak mereka agar fokus Xiao Sa teralihkan. Dia menyempatkan diri untuk mencubit sedikit lengan Chun Sheng, kemudian tidak lama kemudian mulai terdengar tangis bayi yang sangat nyaring. Sang ibu melotot sebab mengetahui siasat suaminya yang cukup tidak manusiawi.
Xiao Sa tidak lagi bersuara, tetapi mengisyaratkan ancaman melalui tatapan mata berupa, Kamu akan mati setelah ini. Kemudian, dia menepuk-nepuk lembut pantat Chun Sheng agar bayi mereka itu kembali tertidur. Alih-alih tidur, si kecil justru terjaga dengan mata bulat besar yang sangat mirip dengan milik Xiao Sa.
Chun Sheng duduk di pangkuan Xiao Sa sembari menunjuk-nunjuk ponsel yang tergeletak di pintu mobil. Xiao Sa menyadari bahwa Chun Sheng ingin melihat ponsel. Pada dasarnya, mereka tidak pernah mengajari anak mereka untuk menyentuh benda tersebut agar tidak kecanduan. Namun, yang menjadi fokus Chun Sheng adalah foto yang ada di kunci layar ponsel Xiao Sa. Dalam foto itu terdapat Xiao Zhan yang sedang tersenyum manis, dia menunjuk sang nenek sembari tenggelam dalam gelak tawa mematikan. Dengan demikian, Ye Mi menyadari bahwa Chun Sheng mungkin saja merindukan Xiao Zhan. Alih-alih membawa mereka ke rumah, dia membawa anak dan istrinya ke kediaman Wang.
Ketika baru saja memasuki halaman kediaman Wang, mobil mereka sudah dihampiri oleh kepala keluarga Wang yang pada saat itu tengah menemani sang istri berkebun. Dia dengan semangat membuka pintu mobil, meraih Chun Sheng, dan berkata, "Lihat, siapa ini yang datang? Chun Sheng anak Papa."
Xiao Sa bersungut mendengar penuturan Wang Yibo dan segera menimpali, "Chun Sheng adalah cucu Papa. Tidak mungkin Papa memiliki anak sekecil Chun Sheng." Kemudian, pandangan Xiao Sa tertuju pada uban yang menggantung di kepala Wang Yibo, seolah-olah tengah menyadarkan bahwa ayahnya itu sudah tua.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE GLOOM S.2 (YIZHAN) ✔
FanfictionThe Gloom Season 2, jangan lupa mampir ke The Gloom Season 1 dulu. Tentang perjalanan hidup si kembar, Chen Yu dan Xiao Sa, dalam menggapai impian. Kebersamaan Chen Yu dan Xiao Sa harus terhalang oleh cita-cita. Keinginan untuk menjelajahi negeri or...
