Selamat membaca!
.
.
.
.
.
Usai berdamai, Chen Yu dan Gu Wei tampak seperti kembali ke masa-masa baru mengenal cinta. Mereka menjadi lengket sepanjang waktu, seperti pasangan surga yang tak terpisahkan. Mereka sama-sama mengambil cuti untuk menikmati kebersamaan berharga. Melakukan perjalanan ke beberapa kota hingga ke luar negeri, mereka berniat untuk menyegarkan kembali pikiran yang sempat keruh. Jika saja Gu Wei memiliki rahim seperti Xiao Sa, mungkin sudah ada puluhan janin di perutnya akibat digempur oleh Chen Yu setiap malam. Menjadi lelaki yang tidak bisa hamil merupakan suatu keberuntungan jika memiliki suami sejenis Chen Yu.
Ketika kembali dari perjalanan panjang, mereka dikejutkan oleh pemandangan di mana Xiao Zhan sedang mendorong kursi roda yang diduduki oleh Xiao Sa. Hari itu, Xiao Sa tampak sangat pucat dan kelelahan. Di sisi lain, mereka merasakan keanehan pada penampilan lelaki manis itu, meneliti dari ujung rambut hingga kaki, betapa terkejutnya mereka ketika melihat perut buncit menjadi rata dalam sekejap mata.
"Di mana bayi Xiao Sa?" tanya Gu Wei, dengan dipenuhi kekhawatiran yang tiada dua.
Chen Yu segera berpikir jika Xiao Sa sudah melahirkan, saat ini pasti terdapat seorang bayi di dalam dekapan salah satu lelaki manis itu. Pikirannya menjadi berkelana ke arah sesuatu yang mengerikan. Tidak kalah khawatir, Chen Yu sangat panik ketika menyuarakan, "Xiao Sa keguguran?!"
Bersamaan dengan kalimat tersebut berakhir, Chen Yu dihadiahi sebuah pukulan di bagian tengkuk. Menatap horor kepada sang pelaku, dia menuntut alasan dari kenapa dirinya mendapatkan pukulan maut. Si pelaku, Wang Yibo pun berkata dengan sedikit kemarahan yang menggumpal di rahangnya, "Berbicara omong kosong!"
"Jadi, Xiao Sa tidak kegugu---" belum sempat pertanyaan tersebut dikeluarkan secara utuh, Chen Yu mendapatkan pukulan untuk yang kedua kali.
Agar tidak terjadi keributan yang lain, Xiao Zhan dengan baik hati menjelaskan, "Keponakanmu sudah lahir. Hanya saja si kecil harus menetap di rumah sakit selama beberapa minggu karena dia lahir sebelum waktunya."
Kemudian, Wang Yibo melanjutkan setelah menerjunkan dagu di pundak Xiao Zhan, "Si kecil tidak sabar ingin melihat neneknya yang cantik." Dia pun mulai mengambil kesempatan untuk mencuri kecup pipi sang istri tanpa tahu malu.
Seolah tersihir, Chen Yu dan Gu Wei tidak dapat memikirkan hal lain selain bertemu dengan si kecil. Usai mengetahui di rumah sakit mana anak Xiao Sa berada, mereka segera meluncur ke lokasi. Mereka melihat ada begitu banyak orang kekar yang memakai baju serba hitam sedang berjaga di depan ruangan. Chen Yu dan Gu Wei disambut dengan sopan, semua orang membungkuk sebelum akhirnya mempersilakan mereka masuk. Ketika berada di dalam ruangan, mereka melihat Ye Mi yang sedang tertidur dengan posisi duduk. Mereka saling berpandangan dan memberi tanda agar tidak membuat kebisingan. Bagaimanapun, Ye Mi pasti lelah telah berjaga selama satu minggu penuh. Mereka sudah mendengar cerita dari Xiao Zhan yang selalu membanggakan Ye Mi, mengatakan bahwa lelaki tampan itu tidak pernah pergi meninggalkan si kecil, kecuali saat mandi. Itu pun dia mandi di dalam ruangan. Dia sengaja menyewa ruangan khusus, ruangan besar yang hanya diisi olehnya dan si kecil.
Mata Chen Yu mengitar ke segala sisi ruangan yang tampak sangat kosong, tidak ada tanda-tanda kehadiran si kecil. "Di mana dia? Kenapa hanya ada Ye Mi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE GLOOM S.2 (YIZHAN) ✔
FanfictionThe Gloom Season 2, jangan lupa mampir ke The Gloom Season 1 dulu. Tentang perjalanan hidup si kembar, Chen Yu dan Xiao Sa, dalam menggapai impian. Kebersamaan Chen Yu dan Xiao Sa harus terhalang oleh cita-cita. Keinginan untuk menjelajahi negeri or...
