32. ENDING

358 51 3
                                        

Happy Reading💛

***

Jangan pernah berbicara prihal sakit dan luka dihadapan Atlanta, sebab dia sudah terlebih dahulu merasakan itu semua.

***

Sama seperti cerita yang lain. Setiap cerita pasti mempunyai akhir. kadang ia bertemu bahagia dan kadang kala bertemu kesedihan. Terkadang rasa sesak didada membuat kita kerap kali meremas atau memukul dada berharap sumber rasa nyeri itu hilang atau setidaknya sedikit berkurang. tak ada sebuah jaminan untuk akhir sebuah cerita.

Kisah atlanta dimulai dengan banyaknya kepahitan dalam sebuah kehidupan, sesekali dihampiri bahagia yang tak sebanding dengan luka yang ia terima. Lukanya memang tak nampak. Atau biasa kita sebut sakit tapi tak berdarah. Mencoba bertahan dalam rumitnya sebuah kehidupan dengan harapan menemukan akhir kisah yang bahagia. Saat ini kebahagiaan itu bukan hanya sekedar harapan tetapi  sudah berada dalam genggamannya.

Prihal rumah yang dulunya tak cukup ramah dalam menerimanya kini semua sudah terganti. Kini ia benar-benar memiliki rumah untuk tempatnya pulang, tempatnya berbagi keluh kesah, merasakan hangatnya kasih dalam sebuah keluarga dan kenyamanan-kenyamanan lain yang ia terima.

Ah ya, jangan lupakan soal cidera teliga yang di alaminya. Kerusakan pada gendang telinga yang pernah ia alami hingga mengharuskannya memakai alat bantu pendengaran kini telah sembuh. Saat itu tak ada yang mengatakan bukan, jika gangguan pendengaran yang dialaminya bersifat permanen? Seiring dengan berjalannya waktu ia menjalani beberapa pengobatan untuk cidera pada telinganya. Hingga saat ini ia sudah tak lagi memakai alat kecil yang membuatnya tak nyaman untuk  membantu pendengarannya. Kini ia bisa mendengar secara normal seperti sebelumnya.

Hari, bulan, tahun terus bergulir. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Waktu menjadi obat terampuh untuk menyembuhkan luka.

Masih ingat ucapan Atlanta "Tapi Atlanta akan berusaha untuk menerima dan berdamai atas semua yang sudah terjadi." Dia sudah membuktikan itu semua, tak peduli seberapa besar luka dan rasa sakit yang diterimanya, atau seberapa sulit dia berusaha menerima, mengikhlaskan dan berdamai atas semua itu. yang terpenting, jika Atlanta mengatakan "semua akan berlalu" Maka semuanya akan benar-benar berlalu suatu saat nanti.

Kini Atlanta tumbuh menjadi lebih dewasa. Belajar dari banyaknya kejadian yang telah lalu dan mensyukuri takdir yang sekarang ia terima.

Atlanta menerima akhir kisah yang bahagia. Hidupnya tak lagi ada dibawah kendali sang papa dan bunda serta tak pernah lagi menerima kekerasan fisik. Kini hidupnya penuh kebahagiaan menerima banyak limpahan kasih dari 3 keluarga yang begitu menyayanginya.

Atlanta senang bisa tinggal bersama sang ayah menghabiskan waktu bersama Alexa, memiliki ibu sambung seperti mama Rianti, tentunya juga memiliki abang seperti samudra. Hubungannya dengan keluarga sang bunda juga kian membaik, sesekali menginap di kediaman Frederick ketika weekend. Keluarga genandra, keluarga yang tak memiliki hubungan darah dengannya tetapi selalu melimpahkan kasih sayang secara cuma cuma untuknya. Keluarga yang dengan sabar membantunya keluar dari keterpurukan pasca kecelakaan bahkan segala ketakutan dan trauma yang dialaminya.

Hidup Atlanta yang dulunya tak seindah dan seberwarna lukisannya kini telah berubah, bahkan kini kehidupannya lebih indah dan berwana dari lukisan-lukisan yang ia buat.

Berbicara tentang lukisan, kini Atlanta memiliki galery lukisnya sendiri. Tempat untuk sekedar memamerkan hasil karyanya ataupun menjual hasil karyanya.

Tentang gitar dan piano, kini Atlanta bisa memainkan keduanya secara bebas, tak lagi di bayangi rasa takut dan trauma ketika bermain piano, dan tak ada lagi larangan ketika akan bermain gitar. Semua bakat dan hobinya kini di dukung penuh oleh semua keluarganya.

Jika aku berpegangan tangan dengan mu

Bekas luka pun akan berubah bercahaya menjadi terang

Setelah memutari semesta berulang kali

Akhirnya orbit kita saling menemukan

pertemuan kita bagai sebuah keajaiban

sputnikku akhirnya aku menemukanmu takdirku

Sputnik adalah satelit buatan pertama yang diluncurkan ke orbit bumi. Dan bulan adalah satelit alami bumi , ia sendirian dan kesepian. sampai pada akhirnya sputnik diluncurkan untuk menemani sang rembulan. Sputnik sebuah cerita yang terinspirasi dari sebuah lagu Dear Seputnik dari Tomorrow x Together. Dear sputnik menggambarkan bertemunya pasangan kekasih ditengah kesepian di dunia tanpa kehangatan.

Tetapi dalam cerita ini di kemas dalam hubungan persaudaran. Sepasang anak kembar yang terpisah dengan kehidupan yang berbanding terbalik. Si sulung yang hidup dengan kenyamanan dan limpahan kasih sayang dari keluarga barunya dan si bungsu yang melewati lika-liku kehidupan pahit dengan keluarga baru sang bunda.

Jangan pernah merasa iri dengan kebahagiaan yang saat ini Atlanta miliki, karena ada  harga yang begitu besar yang harus ia bayar sebelum meraih bahagia.

Bab perjalanan Atlanta telah usai, mari ucapkan terima kasih karena telah bertahan sejauh ini. Atlanta you deserve to be happy...

Sampai jumpa kembali dalam cerita yang lebih menarik...

-END-

Terima kasih buat semua pembaca setia sputnik🙂

Cerita ini pertama kali di publish 6 juli 2024 dan akhirnya bisa selesai di 22 maret 2025.

Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan🙏.

Salam hangat  dari author, dan sampai jumpa👋👋

SPUTNIK (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang