Atlanta Putra Mahardika, yang gak pernah ngerasaain apa itu arti "tenang" dalam hidupnya berada dalam dekapan luka, bertemankan rasa takut dan sesuatu yang dianggapnya seolah mimpi buruk, yang nyatanya itu adalah kenyataan yang ada, di dewasakan ole...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING 💛
***
Semesta, tolong beri tahu aku bagaimana caranya menutup luka yang kian hari kian menganga lebar karna adanya luka yang baru setiap harinya. Aku sudah cukup muak dengan luka yang menumpang hidup dan menyiksa batin setiap saat.
***
Srekk
Tiba tiba saja Atlanta datang dan menarik tangan Alexa yang sedang duduk berdua dengan sang bunda. Kedua matanya memerah penuh akan amarah.
"Apa-apaan sih lo" Ucap Alexa, dan menghempaskan cekalan tangannya.
Atlanta menatap tajam mata Alexa. "Kenapa lo bisa ada di sini? "
"Harusnya gue yang nanya kayak gitu, ngapain lo dateng kerumah bunda gue"
Atlanta tidak menjawab tetapi kembali menarik tangan Alexa.
"Lepas At, apaan sih lo"
"Ayo gue anter balik"
"Lo kenapa sih, gue baru ketemu bunda gue" Menghempaskan kembali cekalan Atlanta.
Sang bunda hanya memperhatikan pertengkaran yang terjadi diantara keduanya.
"Jangan keras kepala Al" Untuk pertama kalinya Atlanta membentak Alexa.
"Atlanta, biarkan Alexa disini dulu, kamu tidak merindukan bunda setelah beberapa hari kabur dari rumah"
Alexa menegang mendengar ucapan sang bunda, apa maksudnya ini?
"Perkataan bunda seolah kita begitu dekat" Sinis Atlanta
"Bunda, apa maksudnya ini?, kenapa Atlanta juga panggil bunda? " Tanya Alexa
Sang bunda kini berdiri di samping Alexa, membelai lembut rambut panjang yang terikat rapi.
"Mungkin kalian sudah saling mengenal dan Atlanta sudah pasti tahu siapa kamu. Kalian berdua saudara kembar" Jelas sang bunda.
Alexa memandan Alexa dengan sorot penuh akan kecewa.
"At" Suaranya melirih, nafasnya tercekat. "Kenapa lo rahasiain ini dari gue. Lo tau kan seberapa pengennya gue ketemu bunda?"
"Kenapa lo se-egois itu At, kenapa?! " Teriak Alexa meluapkan semua emosinya.
"Lo takut gue bakal ambil bunda dari lo At? Tanya Alexa.
" Gak, At. Gak akan, gue gak seserakah itu buat ngerebut bunda dari lo. Gue cuma mau tau gimana rasanya bisa hidup sama bunda, kayak apa yang selalu gue bayangin"
"Tapi ternyata, lo. mau nyimpan bunda cuma buat lo sendiri"
"Lo egois At, lo egois nyimpan semua yang lo tau demi kebahagiaan lo sendiri."