Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Seruan Naruto membuat beberapa orang bersuara dengan gemuruh. Beberapa orang yang mengharapkan kematian Uchiha terakhir itu karena terlalu banyak mengetahui keburukan dewan desa. Sedikit banyak mereka mengeluh dalam hati. Tapi pilihan telah ditetapkan.
"Jadi, kau memilih untuk melakukan pernikahan, Uzumaki Naruto? Tidak akan mengambil tiga jalan lain?" Inoichi kembali bertanya.
"Ya!" Sahut nya tanpa keraguan.
"Kalau begitu, segera bawa Uchiha Sasuke kemari. Kau lakukan saat ini juga."
"A--apa?!" Mata Naruto membulat tak percaya.
"Kenapa harus secepat ini?!" Protes nya tak terima.
Inoichi hanya menatap nya tajam, seolah mengatakan ada sesuatu yang terjadi. Membuat Naruto menghela nafas panjang dan memilih mengalah.
"Baik."
Segera, Kakashi memerintahkan Anbu untuk membawa Sasuke dari penjara, juga seseorang untuk menikahkan keduanya. Seorang Anbu bertopeng kelinci pergi setelah mendapat perintah.
"Benar ucapan Naruto. Kenapa harus secepat ini? Masih ada hari esok, bukan?" Seorang dewan ikut bertanya. Dalam hati dia ingin pernikahan itu ditunda setidaknya hingga besok. Karena dia masih memiliki waktu untuk melakukan sesuatu jika hal itu tertunda.
"Tidak, bukan kah lebih cepat lebih baik?" Sahut Inoichi separuh tak acuh.
Inoichi menginginkan pernikahan itu segera dilakukan saat ini juga, karena dia tau apa yang terjadi. Dia tau ada seorang dewan yang selalu mendatangi Sasuke dan memberi pemuda itu sesuatu yang merusak. Tapi dia tidak melakukan apapun sebelum nya untuk membantu. Bukan karena tidak mau, tapi tidak mempunyai cukup bukti. Inoichi sebenarnya tidak ingin mengusulkan pernikahan paksa ini, tapi melihat Naruto yang begitu gigih membela Sasuke, dia tau pemuda pirang itu tak kan berhenti jika Sasuke belum bebas.
Tak lama kemudian, Anbu bertopeng kelinci itu kembali dengan Sasuke.
Penampilan Sasuke nampak kacau. Dia diikat dengan tali kain penyegel chakra di semua bagian tubuh nya, bahkan mata nya juga ditutup. Yang bebas hanya bagian mulut pemuda itu. Meringis tanpa terdengar.
Anbu melepas Sasuke saat pemuda Uchiha itu ada di tengah-tengah perkumpulan, beberapa langkah jaraknya dari Naruto. Dan saat pegangan pada lengannya dilepas, Sasuke langsung tersungkur ke lantai.
"Sasuke!!" Naruto berseru, hendak menghampiri, tapi Kakashi lebih dulu menahan nya.
"Lepaskan aku!"
"Tahan dirimu, Naruto. Hanya ini yang bisa kita lakukan. Kau akan segera menghampiri nya. Tapi tahan dulu untuk sekarang." Desis Kakashi.
"Tapi Sensei!?"
"Tahan, atau mereka akan langsung mencap mu sebagai pemberontak juga," bisik nya, "beberapa dari mereka akan melakukan apapun untuk membunuh Sasuke, bahkan jika itu artinya harus mengorbankan mu juga. Tunggu hingga kalian telah terikat. Dia bebas bersama mu."
Ucapan Kakashi sukses membuat Naruto terdiam dengan tatapan geram.
"Dimana Pendeta nya?" Tanya Tsunade setelah lama tak bersuara sejak tadi.
"Sedang dalam perjalanan kemari, Godaime-sama."
Naruto tetap berdiri, menatap Sasuke khawatir, tapi tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Hanya bisa membiarkan pemuda itu tertelungkup di lantai tanpa ada bantuan. Dia masih ditahan oleh Kakashi, yang takut Naruto berbuat nekat untuk segera mendatangi Sasuke.
Si pemuda Nara berjalan mendekati ke-dua nya, lalu menepuk pundak Kakashi, meminta waktu untuk bicara pada Naruto. Kakashi hanya mengangguk, lalu mundur kembali ke tempat dia duduk sebelumnya.
"Nar.." panggil Nara pemalas itu.
Naruto menoleh, tapi tak ada jawaban.
"Kau, yakin dengan pilihan mu untuk menikah dengan pengkhianat seperti dia?" Tanya Shikamaru ragu-ragu. Bagaimana pun juga, dia tau dengan jelas kalau mereka memang mendapat kerugian besar karena Sasuke yang berkhianat dari desa.
"Dia bukan pengkhianat, Shika," desis Naruto, "dia hanya sedang salah jalan sebelum nya."
"Ya, apapun itu. Tapi kau yakin? Kau masih bisa meralat keputusan mu sebelum semua nya terlambat."
"Dan membiarkan Sasuke mati?! Tidak!! Aku sudah kehilangan kekasih ku dalam perang, dan aku tidak akan membiarkan Sasuke menyusul nya!!" Seru Naruto tak terima.
Ucapan Naruto tentang kekasihnya yang tiada dalam perang jelas menarik perhatian banyak orang disana. Kakashi yang terdiam bak patung, Tsunade yang melebarkan mata nya tak percaya, Shizune yang secara tak sadar memeluk Tonton lebih erat hingga babi pink itu memekik, para dewan yang melotot kaget. Bahkan Shikamaru sampai mundur beberapa langkah dari tempat nya.
"A--apa katamu?? Ke--kekasih?!" Tanya Shikamaru terkejut.
Raut malas yang biasanya selalu terpampang di setiap keadaan, kini hilang dari lelaki berkuncir nanas itu. Yang ada hanya pelototan kaget dan mulut yang terbuka.
"Ya! Kekasih ku sudah mati kini!! Dan kau ingin aku secara tak langsung membunuh sahabat baikku juga?!"
Shikamaru mencoba menetralkan keterkejutan nya, lalu kembali bicara, "tapi orang yang kau sebut sahabat baik itu berkali-kali mencoba membunuh mu, kau tentu ingat itu."
"Ya, aku ingat. Aku tidak lupa. Tapi dia tetap sahabat ku. Aku tidak pernah menginginkan kematian nya!"
"Dia mengkhianati kita semua, Naruto," Shikamaru masih bersikukuh. Dia tak rela si pirang yang telah dia anggap adik itu menikah dengan seorang pengkhianat.
"Terserah apa kata mu, tapi aku tidak akan pernah meninggalkan teman ku. Lebih baik kau mundur, aku tidak akan mengubah keputusan ku, Shika!"
Shikamaru menghela nafas berat, "Nar, apa kepergian kekasih mu yang mengubah mu?" Tanya nya lirih.
Naruto tidak menjawab, justru mengalihkan pandangan ke arah lain. Pertanyaan Shikamaru hanya membuat dia kembali ingat cara Neji mati dalam pelukan nya. Mata nya kembali terpejam.
'Neji, apa yang kulakukan ini sudah benar? Mengorbankan perasaan kita demi temanku? Mengorbankan kesetiaan ku padamu?'
#........#
Bener gak ya Nar??
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me {Narusasu}
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
