Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
"Sedang apa?"
Bukannya jawaban, justru pertanyaan lah yang kembali dilontarkan. Naruto yang kepalang gemas karena pernyataan nya tidak dijawab, memencet hidung mancung Sasuke sampai saat si raven bicara terdengar sengau. Dia juga mengusak surai kehitaman Sasuke hingga bentuk pantat ayam nya acak-acakan tak terbentuk.
"Gemas sekali anak ayam ini, ditanya balik bertanya."
"Jangan pencet hidungku! Kau kira ini tombol?!" Sasuke melotot kesal pada suami pirang menjengkelkan nya.
"Hehe, gomen Ai. Ini hanya segel kecil yang sempat terbengkalai." Naruto mengusap hidung Sasuke yang tadi ia pencet dengan pelan, hingga sampai ke sudut bibir sang submissive manis. Lalu merapikan lagi rambut Sasuke saat tatapan tajam itu masih menghunus padanya. Tapi kok malah imut?!
Kelakuan Naruto yang kembali membenahi helaian rambut nya membuat kekesalan Sasuke agak turun. Walaupun sekarang rambutnya jadi sedikit menjuntai ke bawah karena agak lepek, tidak mancung di belakang lagi.
"Ada yang kamu inginkan?"
Sasuke hanya menggeleng, yang dia mau sekarang hanya tidur lagi. Sepertinya julukan putri tidur untuknya dari Naruto memang cocok, buktinya dia sangat mudah tidur. Wajahnya semakin menyusup di dada naruto.
"Akhirnya selesai," ucap Naruto senang saat gulungan di tangan nya berhasil ia selesaikan, lalu satu klon muncul, "tau kan apa yang harus kau lakukan?"
"Ha'ik!" si bunshin mengangguk. Gulungan segel yang telah selesai ia ambil untuk dibawa ke kantor Hokage, lantas ia hilang dalam pusaran angin.
"Tidak mau bangun, Sasu?"
"Hnn, tidak. Begini nyaman,"
"Baiklah kalau begitu," Naruto mengeratkan pelukannya dengan satu tangan, dan satu tangan yang lain menggenggam jemari halus Sasuke dengan erat.
Kadang Naruto bingung sendiri, bagaimana bisa tangan lelaki Uchiha yang kini telah menjadi Uzumaki itu selembut ini? Bukannya mereka sama-sama Shinobi? Bukannya mereka sama-sama sering melakukan pekerjaan yang pasti akan membuat tangan jadi kasar? Tapi kok bisa??
Dia membandingkan tangannya dengan tangan Sasuke. Lihatlah perbedaan nya. Telapak tangan Sasuke bahkan jadi terlihat mungil saat disandingkan dengan miliknya, bahkan tertutupi sempurna. Tapi itu malah membuat kadar keindahan lelaki di dekapannya ke level yang lebih tinggi.
"Sasu, besok mau ikut denganku tidak?" tanya Naruto.
Sasuke mendongak, sehingga iris gelap dan terang saling bertemu tatap.
"Hnn, kemana?" Sasuke balik bertanya dengan raut bingung.
"Ke rumah klan Hyuuga."
"Soal Neji?"
Naruto bisa tau dengan jelas kecemasan yang tersirat dalam tatapan sang submissive, walau raut wajahnya masih datar. Naruto mengembangkan seutas senyum tipis, mengecup pelipis Sasuke lembut. Dia tidak mau Sasuke berpikir yang tidak-tidak, makanya Sasuke diajak nya.
Tenang saja Sasuke, Naruto bukan orang yang gampang terombang-ambing soal perasaan. Buktinya si pirang itu bahkan perlu waktu lama untuk melupakan Neji. Dan dia tidak akan melepas suami kecil yang dicintai nya itu karena masih terpaut pada masa lalu.
"Tentu saja, apalagi memang. Beberapa barang milik Neji masih ada di sini. Kamu tau, sejak aku mulai mencintaimu, benda-benda kenangan itu bukan lagi milik ku. Tentu harus ku kembalikan pada orang yang lebih berhak menyimpan nya, tidak mungkin akan tetap kusimpan."
Tatapan Sasuke berubah ragu. Dia ikut tidak, ya?
Tapi arti dari ucapan Naruto bukankah begitu jelas?? Lelaki yang telah menikah itu ingin melepas kenangan masa lalu nya dengan baik, tidak ingin Sasuke sakit sendirian karena menanggung beban pernikahan yang sebelumnya tak ada dalam daftar keinginan. Dan lagi, hati pemuda itu telah ia miliki, kan.
"Hnn, aku ikut."
~~
Keesokan harinya.
Seperti yang dikatakan Naruto, kini mereka ada dalam perjalanan menuju rumah klan tertua di konoha yang tersisa tersebut. Meski sempat berpikir untuk tidak jadi ikut, Sasuke tetap pada keputusan awalnya. Yah, mungkin dia akan sedikit minum cuka sebentar. Tak apa, daripada dia memilih tidak ikut lalu malah berpikir macam-macam.
Ada dua gulungan penyimpanan di tangan Naruto. Semalam Sasuke bahkan membantu si pirang berbenah barang-barang yang hendak diberikan. Empat potong pakaian khas Hyuuga Neji, yang sepertinya tersimpan di rumah Naruto karena lelaki Hyuuga itu menginap. Juga ada sebuah plat besi hittai-ate Konoha, kunai berlambang Hyuuga dengan nama Naruto dan Neji terukir di pegangannya, lebih tepatnya kunai yang pernah digunakan Sasuke untuk menyayat lehernya hari itu, sebuah kalung dengan liontin berlian kebiruan dan tiga buah shuriken. Itu semua ada dalam satu gulungan.
Sementara scroll kecil yang satu lagi, berisi banyak lembaran foto yang berisikan kegiatan Naruto dan Neji. Naruto bilang, foto-foto itu akan ia kubur.
Saat telah dekat dengan perumahan klan yang dituju, mereka berpapasan dengan dua gadis adik kakak pewaris Hyuuga.
"Hinata-chan, Hanabi-chan," sapa Naruto begitu mereka saling bertatap muka.
"Naruto-kun," Hinata ikut menyapa. Sementara gadis yang lebih kecil dari Hinata hanya mengangguk pelan.
"Kebetulan kita bertemu di sini,"
"Ada apa?"
"Apa ayahmu ada di rumah?"
"Tentu, tapi untuk apa Naruto-kun menanyakan Tou-sama? Apa ada keperluan mendesak?"
"Ie, hanya memiliki hal pribadi yang ingin ku sampaikan."
#........#
Vote and comment please 💗
Huehehe, Lin juga sebenernya udah seneng sama ritme update nya, biarpun dikit yang penting nongol, paling kalo lagi males Lin skip dulu😶😶
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me {Narusasu}
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
