Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

20. You're such a fucking bastard!

3.7K 255 18
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Naruto menatap langit-langit kamar dengan bingung. Kenapa rasanya dingin, ya??

Seingatnya sebelum tak sadar apapun, dia kalap minum, lalu pulang dengan langkah terhuyung-huyung, masuk rumah sambil memaksa agar tetap sadar, lalu pergi ke kamar. Tapi hanya sampai situ. Tidak mungkin kan, dia loncat ke sungai saat mabuk hingga saat bangun rasanya dingin seperti telanjang begini?

Tunggu, telanjang??

Naruto mengalihkan pandangan ke bawah, hanya untuk terbelalak dengan mata melotot kaget. Bagaimana mungkin dia bisa telanjang bulat?!

"Astaga?! Apa yang terjadi?! Apa-apaan ini?!" teriaknya kaget sambil duduk tiba-tiba.

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun??

Dia ingat kalau dia di ambang batas sadar saat masuk ke dalam rumah, sebab dia mati-matian menahan mabuk saat pulang dari rumah pohon. Tapi semabuk-mabuknya Naruto, pemuda itu yakin kalau dia tidak akan mabuk sambil telanjang begini, hingga matanya membulat saat ingat dua wajah samar di penglihatan nya sebelum alkohol benar-benar membuatnya hilang akal.

Wajah Neji dan Sasuke.

'Semoga yang ku pikirkan ini tak terjadi,' batinnya cemas. Tiba-tiba iris sapphire kembarnya mengarah ke pintu kamar mandi. 'Hmm? Kenapa pintu kamar mandi terbuka?'

Sambil menyambar boxer selutut yang tergeletak mengenaskan di lantai, dia memakainya. Dengan terburu Naruto berjalan ke kamar mandi. Saat ia berjalan itulah, dia sadar apa yang tadi ada dalam pikirannya benar-benar terjadi. Dia menyetubuhi Sasuke secara tak sadar.

"Ya Tuhan?! Apa yang kau lakukan, bodoh?!" Umpat nya pada diri sendiri.

Padahal saat dia kalap di rumah pohon, dia sudah menyadari jika nama Sasuke telah benar-benar masuk ke dalam hatinya. Ya, dia hanya selalu menyangkal karena tidak mau berkhianat pada kekasih pertamanya. Dan kenapa saat telah sadar, dia malah menyakiti lelaki itu?!

Berkali-kali sebelum sampai ke rumah, dia memikirkan bagaimana jika Sasuke pergi darinya. Dan dia tidak rela. Naruto sudah sepenuhnya sadar, kalau Sasuke juga dia cintai. Ya, dia telah sadar bahwa dia melihat Sasuke bukan sebagai Neji. Mereka berdua memang mempunyai satu atau dua kemiripan, tapi jelas keduanya adalah orang yang berbeda. Dan Naruto mencintai Sasuke karena pemuda itu adalah Sasuke, bukan karena kemiripannya dengan Neji atau apapun itu.

Naruto sudah ingin kembali memulai semuanya dari awal, tapi kenapa malah ini yang terjadi?!

"Sasuke?!"

Naruto berteriak keras, benar-benar kaget saat dia mendapati lelaki itu meringkuk di dalam bathtub yang penuh air dengan mata terpejam.

Warna air itu sedikit merah, terdapat bau amis darah dan bau cairan orgasme di sana. Terburu-buru Naruto meraih Sasuke dan membawanya dalam pelukan ala pengantin, kembali ke kamar dengan tergesa, tak peduli pada air yang mengalir dari tubuh si lelaki Uchiha.

Setelah Sasuke yang tak sadar berbaring di atas ranjang, Naruto membentuk dua kloning, Sakura harus segera datang.

"Kau cari Sakura, dan kau segera buatkan sup hangat!" perintahnya cepat.

Kedua kloning berkepala durian itu melesat pergi tanpa menjawab perintah si badan utama.

Naruto mengambil pakaiannya secara asal di lemari, memakaikannya pada Sasuke, hanya untuk melihat bahwa sekujur tubuh Sasuke penuh dengan lecet. Ada kemerahan di kulitnya, bekas kissmark dan bitemark, garis melintang dan bekas tangan di leher, juga warna kebiruan di pergelangan tangan.

"Naruto, kau benar-benar bajingan sialan!!" Naruto kembali memaki dirinya sendiri.

Setelah pemuda yang sebelumnya polos tanpa busana itu telah terpasang pakaian dan celana, yang beruntung cukup longgar, Naruto kembali mengangkatnya, membawa Sasuke ke kamar sebelah karena kamar ini sangat berantakan, dan membaringkan pemuda itu di atas ranjang.

Naruto baru sadar bahwa deru nafas suami kecilnya nampak lemah, segera saja dia memberi nafas buatan pada Sasuke, hingga Sasuke terbatuk dengan semburan air keluar dari hidung dan mulutnya.

"Sasuke, syukurlah, terima kasih."

Nafas Naruto berhembus lega saat kelopak mata Sasuke berkedip pelan.

"Tunggu sebentar, Sasuke," bisik Naruto lirih.

Dia setengah berlari, kembali ke kamarnya, mengambil pakaian bersih, balik lagi ke kamar Sasuke, masuk ke kamar mandi. Dan di sana membilas badannya yang masih terdapat bekas-bekas sebelumnya secara cepat, lalu terburu-buru memakai celana sementara baju atasan dia gunakan sambil mendekati Sasuke yang hanya berkedip pelan.

Lima langkah lagi mencapai pintu, kloningnya datang bersama semangkuk sup hangat yang isinya nampak berkuah, mangkuk dengan uap panas itu segera berganti tangan dengan cepat, disusul hilangnya si klon dalam bentuk asap.

Mangkuk itu diletakkan di atas meja, pelan-pelan Naruto mendudukkan Sasuke. Dia ikut merasa sakit saat terdengar suara Sasuke yang meringis.

Tak ada perlawanan, tak ada helaan, tak ada ucapan atau pun penolakan, pandangan Sasuke begitu hampa.

Nyeri di dada Naruto karena melihat Sasuke yang hanya terdiam semakin sakit, penyesalannya semakin besar.

"Maafkan aku, sungguh maafkan aku," bisiknya lirih di telinga Sasuke.

Sambil menyangga lelaki bersurai gagak itu dengan satu tangan, Naruto menyuapi Sasuke perlahan. Sasuke hanya menerima tanpa bersuara, masih dengan tatapan kosongnya.

#......#

Vote and comment please 💗

Btw, hehe, sorry lin baru update, kemarin lagi males banget soalnya.

Please, Stay With Me {Narusasu}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang