4. Tapi Aku Bintang

4.2K 411 18
                                        

Selamat malam Minggu, berhubung aku punya part cadangan jadi aku bisa double up sesuai permintaan kalian.

Jadi kalau kalian ada yang bertanya kenapa judulnya part ini, Tapi aku Bintang, kan dipart sebelumnya Aku Bukan Langit Tapi Aku Bintang gitu ya guys

Kalau kalian suka jangan lupa vote dan coment, biar aku makin semangat buat up tiap hari

Happy reading

🌞🌞🌞

Seran dan Jevano keluar dari ruang rawat Jeffran, jujur Seran masih bingung dengan adanya seseorang yang sangat mirip dengan Langit, tak ada yang membedakan dari keduanya, mereka terlalu identik untuk dibilang kembar, tak mungkinkan kalau Langit hidup kembali? Rasanya sangat mustahil jika itu terjadi, Langit sudah pergi setahun yang lalu dan meninggalkan luka yang sangat dalam bagi mereka, lalu siapa remaja itu? Atau ada kaitannya dengan keluarga Aksena?

"Siapa dia mas?" Tanya Seran yang tak sabar, Jevano meminta untuk Seran duduk terlebih dahulu, mereka sama bingungnya, mereka sama penasarannya dengan Bintang yang berwajah Langit, bahkan mereka sempat berpikir apa Bintang reinkarnasi Langit? Kan tak mungkin, jika 17 tahun kemudian mungkin bisa jadi.

"Mas pun tak tahu om..." jawab Jevano, "Tapi Mas hampir aja nabrak Bintang tadi, untung mas masih bisa mengelak" jelas Jevano masih ingat kejadian sore tadi.

"Tapi mas nggak apa-apa 'kan?" Tanya Dona beruntun, bahkan wanita itu sudah meriksa seluruh tubuh Jevano, Dona meringis ketika melihat lengan dan lutut putra ketiganya sudah dibalut kain kasa.

"Mama tenang aja, mas nggak apa-apa, udah diobatin sama Abang kok" jelas Jevano memberikan ibunya itu pengertian, sudah diberitahu bukan jika mereka sedang dimasa trauma takut kehilangan, walaupun mengangguk tapi Dona tak bisa menghilangkan rasa khawatirnya pada Jevano.

"Namanya Bintang?" Jevano mengangguk mengiyakan pertanyaan Seran, "Kita harus selidiki Bintang ini, nggak mungkin 'kan tiba-tiba ada remaja yang wajahnya sangat mirip dengan Langit"

"Aku setuju om, entah kenapa ada perasaan hangat ketika melihat wajah itu kembali" timpal Reynand tersenyum ketika melihat wajah Bintang yang begitu menggemaskan dimatanya, rasanya Reynand sangat merindukan adik lucunya yang sekarang sudah berpulang.

"Dona apa kamu hamil kembar waktu itu?" Pertanyaan Seran membuat Dona bingung, ini salah dirinya dan Jeffran yang setiap dirinya hamil tak pernah mau melakukan USG, Dona tak pernah tahu jika dirinya hamil kembar.

"Aku nggak tahu mas, kami nggak pernah USG" jawab Dona kikuk.

Cklek

Pintu ruang rawat Jeffran terbuka menampilkan Bintang yang berjalan menuju Jevano, "papanya mas Jevano udah tidur" ucap Bintang memberitahu Jevano jika Jeffran telah tidur, mereka sedikit lega setidaknya mereka bisa mengatasi Jeffran lewat Bintang malam ini.

Seran jongkok didepan Bintang, Bintang mengerjap polos ketika melihat wajah sangar Seran, ia sedikit menggeser tubuhnya lebih rapat pada Jevano, ia sedikit takut dengan wajah Seran.

"Jangan takut om nggak jahat" ucap Seran tersenyum pada Bintang, Bintang menoleh kearah Jevano seolah bertanya apa benar dia tak jahat, Jevano hanya mengangguk sembari tersenyum, "nama kamu siapa? Nama om... Seran, kakak kembar papanya mas Jevano"

"Wah om kembarnya papa mas Jevano, keren" puji Bintang merasakan kagum, "Nama aku Bintang, Bintang Aksena" jawab Bintang antusias ketika menyebut nama panjangnya, sedangkan mereka terdiam, bagaimana bisa nama panjang Bintang itu sama seperti nama belakang mereka, tidak mungkin kebetulan 'kan?

"Ak-aksena?" Tanya Jian gugup, jujur saja jantungnya berdetak lebih cepat, bagaimana bisa? Tak mungkin hanya kebetulan, dari segi wajah dan juga nama belakang mereka terlalu mirip, dirinya saja dengan Cakra tak ada mirip-miripnya sebagai saudara kembar.

BINTANG AKSENA (End) ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang