"Untung Rami dan Chiki tidak, masa kami threesome nanti" gumam Ahyeon bergidik ngeri membuat Asa dan Pharita tertawa
"Asa!" Teriak Pharita tiba tiba
"Kamchagi! Yak! Apa maksudmu tiba tiba berteriak seperti itu?!" Kesal Asa yang ikut panik
"Iya Unnie, aku juga terkejut" tambah Ahyeon
"Apa itu Asa?" Ucap Pharita menunjuk leher Asa
"M-mwo? Ada apa memangnya?" Gumam Asa yang merasa tak ada apapun di lehernya
"Unnie, apa lehermu di gigit serangga?" Tambah Ahyeon malah khawatir
"Serangga nya pasti Rora! Apa yang Rora lakukan padamu? Apa kalian berbuat sesuatu?" Ucap Pharita yang sudah main rapi, lehernya sudah tertutup fondation pagi ini
"B-berbuat sesuatu.. apa?" Gugup Asa
"Ini! Tanda ini hanya akan ada jika seseorang menciumnya dengan nafsu. Kau kan tidur dengan Rora semalam" ucap Pharita
"J-jinjja? A-aku tidak melakukan apapun dengan Rora, d-dia hanya mencium bibirku lalu beralih ke leherku dan menciumnya sekali, s-sudah itu dia pingsan" ucap Asa menggaruk kepalanya
"Kenapa Rora berani menciummu?" Gumam Ahyeon kepikiran
"D-dia kekasihku sejak tadi malam" jawab Asa
"M-MWO?! BAGAIMANA BISA?!" Teriak Pharita dan Ahyeon bersamaan
"Y-yaa.. begitu, tak akan ku ceritakan" ucap Asa
"Banyak plot twist nya hidupmu" ucap Pharita
10.00
"Yeay, masakan kita sudah beres!" Girang Pharita setelah memasak beberapa menu Jepang bersama Asa dan Ahyeon
"Yeay, Canny dan Rami pasti kembali tidur karena aku tidak memanggilnya" ucap Ahyeon
"Panggil dulu sana, Asa juga panggilkan Rora" titah Ruka yang sudah stay di meja makan sambil bermain ponsel
"Nee" angguk Asa dan Ahyeon
Di kamar Asa
"Rora, ayo bangun, ini sudah pukul 10, Rita sudah masak" ajak Asa
"Aku sudah bangun Unnie, mataku belum mau terbuka, kepalaku juga masih berat rasanya" ucap Rora dengan mata tertutup dan beralih duduk
"Cuci muka dulu supaya lebih segar" titah Asa merapikan rambut Rora
"Dingin sekali badanku. Lehermu kenapa Unnie? Apa nyamuk menggigitnya?" Tanya Rora khawatir saat membuka matanya dan ada leher Asa di hadapannya
"Apa kau tidak ingat? Kau yang menggigitnya semalam" ucap Asa dengan pipi memerah
"Jinjja? Mian Unnie, ku kira tidak akan membekas seperti ini" ucap Rora jadi merasa bersalah
"Gwenchana, lagi pula tidak sakit. Ayo cuci muka dan makan" titah Asa dan di angguki Rora
Di meja makan
"Waw, juara kita sudah tiba" ucap Ruka
"Hebat sekali Rora, belajar dari mana?" Tambah Rami
"Di Sonamu lah, dimana lagi?" Sahut Rora
"Aku ambilkan makananmu" ucap Asa
"Aniya, dimana kau belajar membuat kiss mark di leher putih Asa itu? Apa Ruka Unnie mengajarimu?" Tanya Rami menggoda Rora
"Kenapa membawa namaku?" Ucap Ruka
"M-mwo? K-kenapa kalian tau?" Ucap Rora terkejut
"Semua orang juga tau itu buatanmu pabbo!" Kesal Ruka
KAMU SEDANG MEMBACA
New View (End)
RomanceUdah ending, tapi ada New View Season 2 • chase your love until Korea -P
